KEHAMILAN
Benarkah Kehamilan Dapat Mempercepat Penuaan? Simak Hasil Studi Bun
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 01 Jan 2025 20:10 WIBKehamilan sering kali dikaitkan dengan perubahan tubuh yang memicu penuaan pada perempuan. Lantas, benarkah kehamilan dapat mempercepat penuaan ya, Bunda?
Perlu diketahui, penuaan adalah proses patofisiologis yang bertahap dan tidak dapat diubah. Melansir dari laman Nature, proses penuaan akan disertai dengan penurunan fungsi jaringan dan sel serta peningkatan signifikan dalam risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit neurodegeneratif, penyakit kardiovaskular, penyakit metabolik, penyakit muskuloskeletal, dan penyakit sistem kekebalan tubuh.
Penuaan merupakan perubahan alami yang dimulai pada awal masa dewasa, Bunda. Tetapi, beberapa orang percaya bahwa prosesnya dapat dipercepat karena beberapa faktor, salah satunya kehamilan.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Yale School of Medicine menunjukkan bahwa kehamilan memang dapat mempercepat penuaan. Dalam studi yang dipublikasikan dalam Cell Metabolism tahun 2024 ini menjelaskan bahwa dari awal hingga akhir kehamilan, atau periode sekitar 20 minggu, usia biologis ibu meningkat sekitar dua tahun, yang artinya menunjukkan bahwa kehamilan memang dapat mempercepat penuaan.
Namun, ketika tim peneliti memeriksa usia biologis ibu di tiga bulan pasca melahirkan, mereka mendapati temuan yang mengejutkan. Usia biologis ibu ternyata turun setelah melahirkan, Bunda.
"Pada tiga bulan pasca persalinan, kami melihat penurunan usia biologis yang sangat besar, sebanyak 8 tahun untuk beberapa individu, jadi sementara kehamilan meningkatkan usia biologis, ada pemulihan yang jelas (dan nyata) pada pasca persalinan," kata asisten profesor Yale Child Study Center, Kieran O'Donnell, PhD, dilansir laman Yale School of Medicine.
Penulis utama studi yang merupakan ahli biostatistik, Hung Pham, juga menemukan bahwa Indeks Massa Tubuh (IMT) ibu sebelum hamil berdampak negatif pada efek pemulihan terkait proses penuaan. Mereka yang IMT-nya negatif menghasilkan estimasi usia biologis yang lebih tinggi pasca persalinan. Sebaliknya, aktivitas menyusui dapat menghasilkan penurunan yang lebih tajam pada usia biologis sejak hamil hingga tiga bulan pasca persalinan.
"Banyak yang perlu ditindaklanjuti di sini. Pertama, kita tidak tahu apakah efek pemulihan pasca persalinan relevan untuk hasil kesehatan jangka pendek atau jangka panjang, dan apakah efek ini terakumulasi selama kehamilan berikutnya," ungkap O'Donnell.
"Demikian pula, kita tidak tahu apakah penurunan usia biologis pasca persalinan hanyalah sistem yang pulih ke usia biologis sebelum kehamilan atau justru kehamilan dapat memiliki efek peremajaan," sambungnya.
Lebih detail, penelitian ini menemukan bahwa kehamilan akan meningkatkan usia biologis Bunda lebih tua satu hingga dua tahun. Namun, penuaan ditemukan berkurang sebanyak 16 persen setelah tiga bulan dari saat perempuan melahirkan.
Temuan studi ini menjadi salah satu dari beberapa penelitian yang pernah membahas tentang penuaan karena kehamilan. Penelitian di tahun 2024 yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences juga menemukan kaitan antara kehamilan dan penuaan.
Hasil studi menunjukkan bahwa perempuan yang sudah pernah kehamilan menunjukkan tanda-tanda penuaan secara biologis yang lebih terlihat dibandingkan dengan perempuan yang tidak pernah hamil sebelumnya. Dikutip dari Time, semakin sering seorang perempuan melahirkan, semakin cepat pula ia mengalami penuaan biologis, Bunda.
"Kami sedang mempelajari bahwa kehamilan memiliki efek jangka panjang terhadap tubuh. Tidak semua efek tersebut buruk, tetapi tampaknya efek tersebut dapat meningkatkan risiko dari berbagai penyakit dan semua penyebab kematian," ungkap peneliti asosiasi di Columbia University Aging Center di Mailman School of Public Health, Calen Ryan.
Meski ditemukan kaitannya, Ryan menekankan bahwa studi ini belum secara pasti menyimpulkan bahwa kehamilan akan membuat seorang Bunda mengalami penuaan lebih cepat. Penelitian lebih jauh tetap dibutuhkan untuk membuktikannya.
"Kami memiliki bukti bahwa kehamilan dapat meningkatkan penuaan secara biologis dan kami memiliki bukti bahwa pemulihan dapat terjadi setelah melahirkan. Apa yang tidak kami ketahui secara persis adalah seberapa besar pemulihan tersebut akan terjadi setelah kehamilan, dan seberapa besar perbedaannya antar individu atau individu dari satu negara dengan negara lain," ujarnya.
Studi lain yang membahas penuaan dan kehamilan
Sebelum kedua studi di atas, sebuah makalah yang diterbitkan di Scientific Reports tahun 2018 juga pernah memaparkan hal serupa. Peneliti dari University of Washington ini mengungkapkan kaitan antara kehamilan, memiliki anak, dan penuaan dini.
Antropolog biologi di University of Washington, Dan Eisenberg, mengatakan bahwa kontradiksi hasil beberapa penelitian merupakan penemuan di awal studi. Eisenberg bersama rekan-rekannya lalu mencoba mempersempit cakupan penelitian untuk mendapatkan hasil yang baru.
"Studi tunggal apa pun bisa salah bahkan ketika para ilmuwan melakukan segalanya dengan benar. Bagian dari cara kerja sains adalah orang melihat pertanyaan serupa di seluruh dunia. Kemudian kami menggabungkan studi tersebut untuk melihat tren dan mempersempit apa yang benar," ungkapnya, dilansir Washington Post.
Dalam laporannya, Eisenberg menjelaskan tentang telomer perempuan yang pernah hamil dan memiliki anak. Pada setiap kehamilan, telomer seorang perempuan akan tampak lebih tua (memendek) sekitar 4 bulan hingga 4 tahun dibandingkan mereka yang tidak hamil dan memiliki anak.
Perlu diketahui, telomer merupakan ujung dari kromosom atau struktur seperti benang yang mengandung materi genetik. Telomer berfungsi sebagai pelindung kromosom dan berperan dalam proses penuaan.
Jika telomer ini terlalu pendek, maka sel akan mati dan berhenti untuk melakukan replikasi. Nah, telomer yang lebih pendek dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan kondisi kesehatan lainnya.
Telomer dapat memendek seiring bertambahnya usia. Namun, hal ini dapat terjadi lebih cepat pada Bunda yang menjalani hidup tak sehat, seperti merokok, berat badan berlebih, dan mengalami stres berat.
Sama seperti penelitian terbaru, penulis laporan ini juga tidak bisa memastikan hasil temuan. Penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk memastikan hasil temuan, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Hal yang Perlu Bunda Tahu sebelum Memutuskan Jalani Operasi Caesar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil, Benarkah Juga Bisa Lancarkan Persalinan?
15 Tanda Mau Melahirkan, Ibu Hamil Wajib Tahu
Perkembangan Janin yang Normal di Trimester 1, 2, dan 3
Perubahan yang Mungkin Dialami Saat Hamil Trimester 1, 2, dan 3
TERPOPULER
11 Tanda Anak Tumbuh Egois saat Dewasa Menurut Studi Psikologi
10 Manfaat Ibu Hamil Banyak Tertawa untuk Kesehatan Janin, Ini yang Dirasakan Bayi di Kandungan
Sayur Asem Cocok Dimakan dengan Lauk Apa? Ini 10 Resep Terbaiknya
Jarang Disadari, Ini 15 Keuntungan bila Bunda Tumbuh di Keluarga Besar
Ciri-ciri Orang Kurang Empati, Sering Ucapkan 11 Kalimat Menurut Studi Psikolog
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Jarang Disadari, Ini 15 Keuntungan bila Bunda Tumbuh di Keluarga Besar
Dapat Kritik Pedas, Prilly Latuconsina Akhirnya Minta Maaf soal Open to Work
Sayur Asem Cocok Dimakan dengan Lauk Apa? Ini 10 Resep Terbaiknya
11 Tanda Anak Tumbuh Egois saat Dewasa Menurut Studi Psikologi
10 Manfaat Ibu Hamil Banyak Tertawa untuk Kesehatan Janin, Ini yang Dirasakan Bayi di Kandungan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Resep Cake Vanilla Cokelat Hanya Pakai 2 Tepung
-
Beautynesia
WMN Sunsweat Party Hadirkan Women's Sunset Beach Run Pertama di Indonesia, Yuk Intip Keseruannya!
-
Female Daily
Ini Deretan Cafe Aesthetic di Surabaya dengan Interior Super Gemas!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Shio Babi 2026: Kelola Keuangan, Asmara Berpotensi Ketemu Jodoh
-
Mommies Daily
Kasus Anak di NTT: Ketika Beban Hidup Terlalu Besar untuk Usia Sekolah