KEHAMILAN
Apakah Pola Makan Vegan Aman Dilakukan Ibu Hamil?
Amrikh Palupi | HaiBunda
Minggu, 12 Jan 2025 13:20 WIBPola makan vegan untuk ibu hamil sering diperdebatkan apakah benar-benar aman atau tidak. Beberapa orang percaya bahwa diet berbasis tanaman dapat menyediakan semua kebutuhan gizi untuk ibu hamil.
Pola makan vegan adalah menghindari produk hewani, seperti daging, ikan, telur, dan produk susu. Pola makan vegan berfokus pada makanan nabati seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan legum.
Mengutip laman Web MD, diet vegan telah terbukti menawarkan sejumlah manfaat kesehatan. Secara umum, diet berbasis tanaman dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, obesitas, hipertensi, dan diabetes.
Mengonsumsi berbagai macam tanaman dan menghindari tingkat lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi yang banyak ditemukan dalam produk hewani baik untuk kesehatan. Tapi, apakah itu pola makan vegan baik untuk hamil?
Pola makan vegan untuk ibu hamil
Pola makan vegan untuk ibu hamil sebenarnya aman dilakukan dengan catatan direncanakan dengan baik. Menjalankan diet kehamilan yang seimbang dan fokus dengan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.
Selain itu, diet yang mengandung banyak buah dan sayuran dapat membantu melindungi dari beberapa komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia (tekanan darah tinggi) dan diabetes gestasional.
Diet berbasis tanaman selama kehamilan juga dapat mengurangi risiko bayi terhadap beberapa penyakit anak-anak seperti asma, eksim, diabetes, dan bahkan beberapa jenis kanker.
Manfaat pola makan vegan untuk ibu hamil
Diet vegan untuk ibu hamil dapat memberikan manfaat buat Bunda dan janin di dalam kandung. Berikut beberapa manfaatnya di antaranya:
1. Mengurangi risiko preeklamsia
Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang serius yang terkait dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ. Sebuah tinjauan terhadap catatan medis 775 ibu vegan yang peduli dengan kesehatan menerima perawatan prenatal yang baik dan melengkapi pola makan mereka dengan vitamin menemukan bahwa hanya satu yang mengalami preeklamsia.
Preeklamsia sering dikaitkan dengan penambahan berat badan yang cepat dan makanan yang tinggi lemak jenuh. Diet vegan yang sehat dapat melindungi dari perkembangan preeklamsia.
2. Mengurangi risiko diabetes gestasional
Diet vegan yang tinggi serat termasuk buah, sayuran, dan biji-bijian utuh dan rendah lemak jenuh dapat mengurangi risiko penambahan berat badan berlebihan dan diabetes gestasional.
Jika Bunda menderita diabetes gestasional, diet vegan dapat mengurangi kemungkinan Bunda menjalani operasi caesar. Diet ini juga dapat mengurangi kebutuhan insulin.
3. Mengurangi risiko bayi lahir cacat tabung saraf dan tumor otak
Manfaat ketiga mengurangi risiko bayi lahir cacat tabung saraf dan tumor otak. Cacat tabung saraf dan tumor otak merupakan kelainan bawaan pada otak, tulang belakang, atau sumsum tulang belakang, telah dikaitkan dengan asupan nitrat yang tinggi selama kehamilan.
Karena daging yang diawetkan dan ikan asap adalah sumber utama nitrat dalam kebanyakan diet, diet vegan dapat mengurangi risiko ini.
Risiko bahaya pola makan vegan untuk ibu hamil
Meski diet vegan untuk ibu hamil aman tapi tetap ada risiko berbahaya untuk ibu hamil jika tidak direncanakan dengan baik.
Jika tidak, diet vegan ibu hamil memungkinkan kekurangan nutrisi penting seperti protein, vitamin B12, vitamin D, kalsium, DHA, dan zat besi. Kekurangan nutrisi tersebut dapat meningkatkan risiko bayi Bunda lahir dengan berat rendah atau cacat lahir.
Asupan nutrisi penting untuk ibu hamil yang vegetarian
Asupan nutrisi pola diet vegan untuk ibu hamil harus tercukupi sebagai berikut:
1. Vitamin B12
Ini tidak ditemukan dalam sebagian besar makanan nabati, jadi pastikan untuk mengonsumsinya dalam bentuk suplemen. Vitamin B12 terdapat dalam semua suplemen prenatal standar.
2. Zat besi
Sumber zat besi berbasis tanaman meliputi makanan seperti kacang-kacangan, sayuran hijau gelap, buah kering, kacang, dan biji-bijian. Bunda mungkin tetap perlu mengonsumsi suplemen, terutama pada paruh kedua kehamilan.
3. Nutrisi seperti seng dan yodium
Nutrisi seperti seng dan yodium dapat Bunda temukan dalam beberapa sayuran dan suplemen prenatal.
4. Kalsium
Tanaman yang kaya kalsium meliputi bayam, daun collard, dan kale.
5. Lemak Omega-3
Ibu hamil juga harus memenuhi kebutuhan lemak omega 3. Lemak sehat ini dapat ditemukan dalam makanan seperti kenari, biji chia, dan edamame.
6. Protein
Ibu hamil membutuhkan sekitar 70 gram protein per hari pada trimester kedua dan ketiga. Oleh karena itu, Bunda membutuhkan makanan nabati yang kaya protein meliputi kacang-kacangan, tahu, biji-bijian utuh, dan sayuran agar protein tercukupi.
7. Vitamin D
Jika Bunda tidak mendapatkan cukup Vitamin D dari sinar matahari, mungkin bisa didapatkan dari mengonsumsi suplemen.
Tips untuk diet vegan yang sehat
Pastikan diet vegan untuk ibu hamil sehat dan memenuhi semua kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
- Makan beragam makanan. Pastikan sebagian besar makanan yang Anda konsumsi minim diproses. Sertakan berbagai sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.
- Batasi lemak nabati. Pilih lemak nabati dengan hati-hati, pastikan Anda mendapatkan banyak lemak omega-3. Batasi lemak trans dan minyak tropis seperti minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak inti sawit.
- Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D. Konsumsi banyak tanaman yang kaya kalsium. Tidak ada diet yang dapat menyediakan vitamin D, jadi pastikan kadar vitamin D Anda cukup.
- Suplemen Vitamin B12. Vitamin B12 terutama berasal dari sumber hewani, Bunda perlu mengonsumsinya secara teratur dalam bentuk suplemen.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Amati Bun, Ini 13 Tanda Proses Pembuahan Kehamilan Berhasil
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Panas yang Ekstrem Bisa Bahayakan Ibu Hamil? Ini Penjelasan Pakar Bun
Fenomena Cuaca Panas Bisa Berdampak Serius Pada Bumil, Waspadai Dehidrasi
6 Manfaat Ikan untuk Ibu Hamil, Termasuk Ikan Kakap
13 Asupan Bergizi untuk Ibu Hamil yang Baik buat Perkembangan Janin
TERPOPULER
Mengapa Bayi Kagetan saat Tidur? Ketahui Faktanya
Resep Bubur Suro Khas Jawa dan Aneka Makanan Tradisional untuk Sambut Tahun Baru Islam
6 Tanaman Jadul yang Kembali Naik Daun pada 2026
Pasangan Lebih Sering Bertengkar saat Punya Anak, Normalkah?
Peneliti Usulkan Penggunaan Pankreas Buatan pada Ibu Hamil dengan Diabetes Tipe 1
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Bantal Menyusui Multifungsi Terbaik yang Bagus & Nyaman untuk Ibu & Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Bumbu Masak Instan untuk Masakan Enak dan Praktis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Pashmina Viscose yang Bagus, Adem, dan Nyaman Dipakai Seharian
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang Cerdas dari 11 Hal yang Berani Mereka Tolak saat yang Lain Setuju
Pasangan Lebih Sering Bertengkar saat Punya Anak, Normalkah?
Mengapa Bayi Kagetan saat Tidur? Ketahui Faktanya
Peneliti Usulkan Penggunaan Pankreas Buatan pada Ibu Hamil dengan Diabetes Tipe 1
Resep Bubur Suro Khas Jawa dan Aneka Makanan Tradisional untuk Sambut Tahun Baru Islam
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
4 Shio yang Akan Terbebas dari Rasa Kesepian Mulai 14 Juni 2026
-
Beautynesia
5 Makanan yang Bisa Dikonsumsi untuk Mencegah Pikun
-
Female Daily
La Bomba, Parfum Baru Carolina Herrera dengan Botol Kupu-Kupu yang Menawan
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ingin Hidup 100 Tahun, Sofia Vergara Sampai Jadi 'Polisi' di Rumahnya
-
Mommies Daily
7 Event Seru 15–21 Juni 2026, dari ARTJOG hingga Sunset di Kebun