KEHAMILAN
Presiden Amerika Serikat Trump Ingin Terbitkan Program Bayi Tabung Gratis, Simak Faktaya
Anisya Zahrah Anjani | HaiBunda
Senin, 31 Mar 2025 21:30 WIBMetode fertilisasi in vitro (IVF) menjadi perbincangan hangat saat ini. Metode pembuahan ini juga lebih dikenal dengan sebutan bayi tabung.
Metode ini adalah sebuah proses pembuahan yang dilakukan di luar rahim. Sel telur yang ada pada Bunda diambil dan dibuahi oleh sperma di dalam laboratorium. Setelah berhasil disatukan, kedua sel tersebut ditanamkan kembali ke dalam rahim Bunda.
Berbicara mengenai bayi tabung, pada bulan Agustus 2024 lalu, mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump (saat ini kembali dilantik sebagai Presiden AS), dalam masa kampanye mengatakan bahwa ia berjanji akan meminta pemerintah dan perusahaan asuransi untuk menanggung biaya layanan IVF ini. Seperti yang diketahui, jika Bunda melakukan IVF, biaya yang dikeluarkannya sangatlah mahal.
Pada wawancara yang dilakukan dengan NBC News, Trump mengatakan, "Di bawah pemerintahan Trump, kami akan membayar perawatan tersebut," kata Trump sebelum menambahkan, "Kami akan mewajibkan perusahaan asuransi untuk membayar.”
Pernyataan ini tentu menarik perhatian banyak pihak, mengingat biaya IVF yang tidak murah dan menjadi tantangan bagi pasangan yang sedang berjuang mendapatkan keturunan.
Namun, terdapat pro dan kontra saat Trump mengatakan hal tersebut dalam kampanyenya. Yuk simak fakta sebenarnya yang terjadi soal pembebasan biaya program IVF atau bayi tabung ini hingga akhirnya Trump dilantik dan merealisasikan janji kampanyenya.
Pernyataan Trump mengenai pembebasan biaya program bayi tabung ditentang oleh partainya sendiri
Melansir dari NBC News, Dalam beberapa hal Trump bisa dibilang bertentangan dengan sebagian dari Partai Republik (partainya sendiri), terutama kelompok konservatif yang sangat anti-aborsi.
Di satu sisi, Partai Republik secara umum dikenal mendukung kebijakan yang lebih ketat terhadap aborsi, terutama setelah mereka berhasil membatalkan Roe v. Wade (keputusan Mahkamah Agung AS tahun 1973 yang melegalkan aborsi di seluruh Amerika Serikat). Tapi di sisi lain, janji Trump untuk melindungi dan bahkan menggratiskan IVF ini, bisa bersinggungan dengan kelompok konservatif yang menganggap embrio dalam proses bayi tabung sebagai “calon manusia” yang harus dilindungi.
Misalnya, putusan Mahkamah Agung Alabama yang menyatakan bahwa embrio hasil IVF harus dianggap sebagai calon manusia. Hal ini, membuat beberapa klinik menghentikan layanan mereka, karena takut terkena tuntutan hukum sebagai akibat dari kegagalan mengelola embrio sehingga tidak berhasil hidup (artinya sama dengan melakukan aborsi).
Jika Partai Republik mendukung putusan ini, maka janji Trump untuk melindungi IVF bisa dianggap bertentangan dengan prinsip konservatif partainya sendiri.
Kontra juga terjadi dengan partai lawannya, Partai Demokrat. Partai Demokrat tidak setuju dengan kebijakan mereka dan khawatir kalau aturan ketat soal aborsi nantinya juga bisa berdampak pada pembatasan IVF.
Juru bicara Kamala Harris, Sarafina Chitika, menegaskan bahwa kebijakan Trump bisa membuat IVF dan aborsi dilarang di seluruh Amerika. Sejak Trump membatalkan Roe v. Wade yang telah dijelaskan sebelumnya, hak perempuan untuk mengakses IVF juga ikut terancam. Menurutnya, hanya Kamala Harris yang benar-benar mendukung kebebasan perempuan dalam mengambil keputusan soal kesehatan mereka sendiri.
Setelah menghadapi berbagai kritik terkait rencananya untuk menyediakan program bayi tabung (IVF) gratis, Presiden Donald Trump tetap mempertahankan posisinya. Meskipun beberapa anggota Partai Republik dan kelompok anti-aborsi menyatakan ketidaksetujuan mereka, Trump menegaskan komitmennya untuk memperluas akses terhadap perawatan kesuburan ini.
Trump tandatangani perintah eksekutif untuk kurangi biaya program bayi tabung
Tiba waktunya saat Donald Trump akhirnya memenangkan pemilihan presiden pada tahun 2024 lalu. Pemilihan umum yang dilaksanakan pada tanggal 5 November 2024 ini membuat Donald Trump berhasil mengalahkan kandidat lain dari Partai Demokrat, Kamala Harris.
Presiden Trump dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, yang menandai awal masa jabatan keduanya. Ia dilantik pada tanggal 20 Januari 2025 lalu Bunda.
Nah, untuk menepati janji kampanyenya yang ingin meringankan biaya program bayi tabung pada tahun 2024 lalu, Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada tanggal 18 Februari 2025 lalu, Bunda.
Melansir dari Nypost, Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengunggah postingan di Twitter dengan menuliskan caption, “JANJI YANG DIBUAT. JANJI YANG DITEPATI: Presiden Trump baru saja menandatangani Perintah Eksekutif untuk Memperluas Akses ke IVF!”
“Perintah tersebut mengarahkan rekomendasi kebijakan untuk melindungi akses IVF dan secara agresif mengurangi biaya yang harus ditanggung sendiri dan biaya rencana kesehatan untuk perawatan tersebut.”
Dokumen itu mengharuskan Dewan Kebijakan Domestik, yang dipimpin oleh Vince Haley, untuk menyerahkan laporan dalam waktu 90 hari yang berisi "Daftar rekomendasi kebijakan tentang perlindungan akses IVF dan pengurangan agresif biaya perawatan IVF yang harus ditanggung sendiri dan biaya rencana kesehatan.”
"Warga Amerika membutuhkan akses yang andal ke IVF dan pilihan perawatan yang lebih terjangkau, karena biaya per siklus dapat berkisar antara $12.000 hingga $25.000," kata perintah eksekutif tersebut.
Trump sempat mengatakan pada rapat umum di Michigan bahwa, “ Di bawah pemerintahan Trump, pemerintah Anda akan membayar — atau perusahaan asuransi Anda akan diberi mandat untuk membayar — semua biaya yang terkait dengan perawatan IVF,”
“Kami ingin lebih banyak bayi, kalau boleh dikatakan begitu,” lanjutnya.
Namun, hingga kini masih belum jelas bagaimana pembiayaan yang harus dikeluarkan terkait dengan pembebasan biaya program bayi tabung ini. Beberapa pihak mengkritik bahwa langkah tersebut lebih bersifat simbolis dan tidak memberikan tindakan konkret untuk memastikan akses atau keterjangkauan yang lebih baik untuk IVF. Menurut para ahli, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai $7 miliar setiap tahunnya untuk pemerintah dan perusahaan asuransi.
Demikianlah artikel terkait dengan fakta yang terjadi dibalik pembebasan biaya untuk program IVF atau bayi tabung di Amerika Serikat. Ternyata masih banyak permasalahan hukum dan politik yang bersinggungan dengan pembebasan biaya program bayi tabung ini, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Penyebab Angka Kelahiran di Korea Selatan Menurun Setiap Tahun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Penyebab Paling Umum yang Sebabkan Program Bayi Tabung Gagal
Proses Bayi Tabung untuk Calon Bunda & Ayah, Ketahui Juga Risiko dan Biaya 2022
Cetak Rekor Baru, Bayi Kembar Lahir dari Embrio yang Dibekukan 30 Tahun Lalu
Selamat! Siti Nurhaliza Melahirkan Anak Kedua di Usia 42 Tahun
TERPOPULER
Resep Sayur Asem Segar dan Gurih, Lengkap dengan Bumbu dan Cara Membuatnya
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Ketombe Makin Parah
10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia, Ada yang Masuk Kategori Berbahaya
Alasan Negara Mayoritas Muslim Ini Larang Guru dan Siswi Berhijab di Sekolah
5 Film Tentang Perjuangan Melawan Kanker Payudara
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ungkapan Haru Ferdy Hasan Dampingi Sang Putra yang Berkebutuhan Khusus Wisuda S1, Bangga Bun
Resep Sayur Asem Segar dan Gurih, Lengkap dengan Bumbu dan Cara Membuatnya
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Ketombe Makin Parah
7 Perubahan Cara Orang Tua Mendidik setelah Punya 5 Anak atau Lebih
10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia, Ada yang Masuk Kategori Berbahaya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Punya Rencana Naik Cruise dari Singapura? Ini Pilihan Kapal dan Rutenya
-
Beautynesia
Negara Paling Bahagia Adakan Festival Paling Senyap di Dunia "Quietchella", Tertarik?
-
Female Daily
Hansaplast Hadirkan Spray Plaster, Inovasi Perlindungan Luka Praktis untuk Gaya Hidup Aktif
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Bersiap! Jakarta Fashion Week 2027 Bakal Diramaikan 111 Desainer
-
Mommies Daily
7 Rekomendasi Sunscreen untuk Outdoor yang Praktis Di-reapply