KEHAMILAN
Menguak Hubungan antara Kehamilan dan Alzheimer, Benarkah Pengaruhi Kesehatan Otak?
Azhar Hanifah | HaiBunda
Selasa, 27 May 2025 14:40 WIBTahukah Bunda, kehamilan ternyata bukan hanya membawa perubahan fisik dan emosional yang besar, tapi juga mungkin berdampak pada kesehatan otak dalam jangka panjang.
Sejumlah penelitian terbaru mengungkap adanya kemungkinan keterkaitan antara pengalaman kehamilan dan risiko terkena penyakit Alzheimer. Bagaimana hal tersebut dapat terhubung?
Mengingat mayoritas penderita Alzheimer adalah perempuan, para ahli kini mulai menggali lebih dalam, apakah perubahan hormon selama hamil turut berpengaruh terhadap fungsi otak di masa mendatang. Yuk, Bunda, simak penjelasannya berikut ini!
Hubungan antara Kehamilan dan Alzheimer
Bunda mungkin belum banyak tahu, bahwa sebagian besar kasus Alzheimer ternyata dialami oleh perempuan. Di Amerika Serikat, dari tiga orang pengidap Alzheimer, dua di antaranya adalah wanita.
Para pakar menduga hal ini berkaitan dengan usia harapan hidup perempuan yang umumnya lebih panjang dibandingkan laki-laki. Usia memang menjadi salah satu faktor utama dalam risiko Alzheimer.
Namun Bunda, belakangan para peneliti mulai menaruh perhatian pada faktor lain, yaitu pengalaman kehamilan. Saat hamil, tubuh Bunda mengalami lonjakan hormon secara drastis, khususnya estrogen dan progesteron.
Para ilmuwan menduga bahwa perubahan hormonal tersebut bisa berdampak pada otak dalam jangka panjang. Meski demikian, hasil studi mengenai hal ini masih beragam dan belum mencapai kesimpulan yang benar-benar konsisten, sehingga riset lebih lanjut sangat dibutuhkan.
Studi terbaru ungkap fakta berbeda
Dalam beberapa tahun terakhir, dua penelitian skala besar telah dilakukan untuk menyelidiki kaitan antara kehamilan dan potensi risiko terkena demensia, termasuk Alzheimer. Menariknya, kedua studi ini menghasilkan temuan yang berbeda.
Penelitian pertama berasal dari tim Kaiser Permanente dan dipresentasikan oleh Rachel Whitmer serta Paola Gilsanz. Mereka mengevaluasi data dari lebih dari 14.500 wanita yang telah dipantau selama bertahun-tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang memiliki tiga anak atau lebih justru memiliki risiko demensia 12 persen lebih rendah, dibanding mereka yang hanya memiliki satu anak.
Sebaliknya, risiko demensia tampak meningkat pada perempuan yang pernah mengalami keguguran. Setiap kali mengalami keguguran, risiko demensia meningkat sekitar 8 persen.
Selain itu, usia saat mengalami menstruasi pertama juga berperan. Perempuan yang pertama kali menstruasi di usia 16 tahun atau lebih memiliki risiko demensia 22 persen lebih tinggi dibanding mereka yang mulai menstruasi di usia 10 hingga 13 tahun.
Di sisi lain, sebuah studi dari Korea yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menemukan hasil berbeda. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan dengan lima anak atau lebih berisiko hampir dua kali lipat mengalami gejala Alzheimer dibandingkan dengan mereka yang memiliki satu hingga empat anak.
Uniknya, perempuan yang pernah mengalami keguguran atau aborsi justru memperlihatkan performa kognitif yang lebih baik dalam tes, dibandingkan dengan perempuan yang tidak pernah mengalami komplikasi kehamilan.
Menurut Dr. Ki Woong Kim dari Seoul National University, perubahan hormon selama kehamilan sangat ekstrem. Estrogen, misalnya, bisa meningkat hingga 40 kali lipat. Di satu sisi, kadar estrogen yang cukup dapat melindungi otak. Namun jika terlalu tinggi, justru bisa berdampak negatif terhadap fungsi kognitif dalam jangka panjang.
Fakta lainnya datang dari studi gabungan Universitas Alabama dan Ohio State University. Mereka menemukan bahwa faktor kehidupan awal seperti kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, hingga status keluarga dapat memengaruhi jumlah anak dan juga kesehatan otak perempuan di masa depan. Dengan kata lain, jumlah kehamilan bukan satu-satunya faktor penyebab penurunan fungsi otak.
Jadi, Bunda, kesehatan otak, termasuk risiko terjadinya Alzheimer dipengaruhi oleh banyak hal, bukan hanya soal seberapa sering bunda mengalami kehamilan.
Perubahan hormon, gaya hidup, dan faktor lingkungan juga punya peran besar.
Yuk, mulai jaga kesehatan sejak dini agar fungsi otak tetap prima hingga usia lanjut dan risiko Alzheimer bisa diminimalkan!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Kontraksi Setelah Melahirkan: Penyebab, Cara Atasi, dan Kapan Harus ke Dokter
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ingin Mulai Program Hamil setelah Operasi Transplantasi Ginjal? Waspadai Risiko Ini!
Melahirkan Banyak Anak Disebut Tingkatkan Risiko Alzheimer di Masa Tua, Simak Faktanya
Bila Bumil Terjatuh, Apa yang Perlu Segera Dilakukan untuk Pastikan Kondisi Janin?
Plus Minus Hamil di Usia 20, 30, dan 40-an
TERPOPULER
Potret Omesh dan Dian Ayu Bangga Putri Sulungnya Ikut Lomba Debat di Bangkok
Hukum Menyusui Anak Lebih dari 2 Tahun dalam Islam
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Sarapan dengan Menu yang Sama Setiap Hari Menurut Ilmu Psikologi
Serunya Irish Bella Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Kehamilan Bersama Putri Dokter
Anak Singapura Dikenal Jago Matematika, Bocah 7 Th Jadi Kandidat Termuda di Kompetisi Setara SMA
REKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus Kecil Stainless Steel Terbaik dengan Tutup Kaca
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
150 Nama Bayi Terinspirasi Teratai dan Artinya untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Potret Omesh dan Dian Ayu Bangga Putri Sulungnya Ikut Lomba Debat di Bangkok
Hukum Menyusui Anak Lebih dari 2 Tahun dalam Islam
Serunya Irish Bella Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Kehamilan Bersama Putri Dokter
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Sarapan dengan Menu yang Sama Setiap Hari Menurut Ilmu Psikologi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sandal Gunung Tapi Tetap Stylish? Ini Bedanya dari Sandal Outdoor Biasa
-
Beautynesia
4 Manfaat Ice Facial untuk Wajah, Tak Hanya Bantu Kurangi Bengkak
-
Female Daily
Kenapa Jerawat Susah Hilang Padahal Sudah Coba Berbagai Produk? Ini Penjelasannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Aryna Sabalenka Pakai Dress Menerawang di US Open, Tuai Kontroversi
-
Mommies Daily
Jangan Asal Donasi, Ini 7 Jenis Baju Bekas yang Sebaiknya Tidak Didonasikan