KEHAMILAN
Kisah Nyata Pria Pendonor Sperma Hasilkan 67 Anak di Eropa Ternyata Turunkan Gen Kanker Langka
Amrikh Palupi | HaiBunda
Kamis, 12 Jun 2025 16:30 WIBBerikut ini merupakan kisah nyata pendonor sperma di Eropa yang ternyata pembawa gen langka berpotensi memicu kanker. Pria ini setidaknya telah menjadi proses produksi dilakukan sebanyak 67 anak di delapan negara di Eropa. Dari 67, ada 10 anak yang didiagnosis menderita kanker dan 13 lainnya berisiko tinggi mengidap penyakit serupa.
Para ahli sebelumnya telah memperingatkan tentang risiko sosial dan psikologis dari penggunaan sperma satu donor untuk menciptakan banyak anak di berbagai negara. Kasus terbaru pendonor 75 sperma ini melibatkan puluhan anak yang lahir antara tahun 2008 dan 2015, menimbulkan kekhawatiran baru mengenai kompleksitas pelacakan begitu banyak keluarga ketika sebuah masalah medis serius teridentifikasi.
"Kita perlu memiliki batasan kelahiran atau jumlah keluarga dari satu donor secara Eropa,” kata Dr Edwige Kasper, seorang ahli biologi di rumah sakit universitas Rouen di Prancis, yang mempresentasikan kasus tersebut dalam konferensi tahunan European Society of Human Genetics di Milan dikutip dari laman Theguardian.
"Kita tidak bisa melakukan sekuensing seluruh genom untuk semua donor sperma, saya tidak menyarankan hal itu. Tapi ini adalah penyebaran abnormal penyakit genetik. Tidak setiap pria memiliki 75 anak di seluruh Eropa," imbuh Dr Edwige Kasper.
Kasus pendonor sperma hasilkan 67 anak ini terungkap ketika dua keluarga secara terpisah menghubungi klinik fertilitas mereka setelah anak-anak mereka mengidap kanker yang tampaknya terkait dengan varian genetik langka.
European Sperm Bank, yang memasok sperma tersebut, mengonfirmasi bahwa varian pada gen bernama TP53 ditemukan pada beberapa sperma donor tersebut. Varian langka ini tidak diketahui berkaitan dengan kanker pada saat donasi pada tahun 2008, tidak dapat dideteksi menggunakan teknik skrining standar, dan donor tersebut dipahami dalam keadaan sehat.
Namun, analisis dari laboratorium Kasper menyimpulkan bahwa mutasi tersebut kemungkinan menyebabkan sindrom Li-Fraumeni, salah satu predisposisi kanker turunan paling berat.
"Saya menganalisis varian tersebut menggunakan basis data populasi dan pasien, alat prediksi komputer, serta hasil uji fungsional dan sampai pada kesimpulan bahwa varian ini kemungkinan penyebab kanker dan anak-anak yang lahir dari donor ini sebaiknya menerima konseling genetik," kata Edwige Kasper.
Secara bersamaan, sejumlah departemen genetika dan pediatri di seluruh Eropa menyelidiki kasus mereka sendiri, yang menghasilkan 67 anak dari 46 keluarga di delapan negara Eropa yang dites. Varian tersebut ditemukan pada 23 anak, 10 di antaranya telah didiagnosis menderita kanker, termasuk kasus leukemia dan limfoma non-Hodgkin.
Anak-anak yang membawa gen risiko tersebut disarankan untuk menjalani pemantauan dengan pemindaian MRI seluruh tubuh secara rutin, pemindaian MRI otak, dan saat dewasa, pemindaian payudara serta pemeriksaan ultrasonografi perut.
European Sperm Bank, yang menerapkan batasan global sebanyak 75 keluarga untuk setiap donor sperma, menyatakan bahwa lebih dari 67 anak telah dikandung menggunakan sperma donor tersebut, namun kebijakan mereka adalah tidak mengonfirmasi jumlah pasti anak dari donor tertentu. Mereka juga menyatakan bahwa semua klinik terkait telah diberitahu.
Kasper mengatakan hal ini masih menjadi kekhawatiran, apakah 67 adalah jumlah total? Itu pertanyaan yang sangat bagus yang sudah ditanyakan kepada Sperm Bank.
"Mereka tidak ingin memberi tahu saya jumlah pasti kelahiran dari donor ini," tuturnya.
Profesor Nicky Hudson dari De Montfort University di Leicester mengatakan kasus ini menyoroti kompleksitas tantangan yang dapat muncul ketika gamet manusia dikirim antar negara dan digunakan untuk jumlah penerima yang sangat banyak.
"Isu penting yang dipertaruhkan di sini berkaitan dengan banyaknya anak yang terdampak. Seharusnya bisa dibatasi jika sperma hanya digunakan dalam satu negara sesuai dengan batasan lokal serta tantangan dalam melacak keluarga-keluarga tersebut, yang kini bisa tersebar di banyak negara," kata Nicky Hudson.
Nicky Hudson menambahkan meski kasus ini masih jarang terjadi tapi perlu mempertimbangkan cara-cara untuk membatasi kemungkinan skenario ini menjadi lebih sering terjadi di masa depan dengan mengoordinasikan praktik internasional.
"Setidaknya kita membutuhkan sistem yang lebih baik untuk melacak penggunaan donor dan memberi informasi kepada penerima," kata Nicky Hudson.
Julie Paulli Budtz, juru bicara European Sperm Bank mengatakan pihaknya sangat terpukul atas kasus tersebut. Julie menyebut bahwa donor sudah menjalani pemeriksaan menyeluruh.
"Tetapi secara ilmiah tidak mungkin mendeteksi mutasi penyebab penyakit dalam kumpulan gen seseorang jika Anda tidak tahu apa yang sedang dicari," tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga menyambut dialog yang berkelanjutan tentang penetapan batas keluarga yang diatur secara internasional dan telah mendorong hal ini dalam beberapa kesempatan.
"Inilah sebabnya kami secara proaktif menerapkan batas internasional kami sendiri yaitu 75 keluarga per donor," sambungnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Hamil Anak Pertama, Intip Style Maternity ala Alexandra Leclerc
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Viral Kasus Donor Sperma di Eropa, 197 Anak Lahir dengan Risiko Gen Kanker
Ajaib, 3 Kisah Nyata Bayi 'Lahir Dua Kali' dalam Hidupnya
Jadi Ayah dari Lebih 500 Anak, Pria Belanda Diminta Setop Donor Sperma & Didenda Rp1,4 M
Dapat Donor Sperma, Natalie Imbruglia Melahirkan di Usia 44 Tahun
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf B
Apakah Kanker Payudara Bisa Menurun ke Anak?
Anak Cedera saat Olahraga? Kenali 5 Tanda yang Mengharuskan ke IGD
Sara Wijayanto dan Demian Aditya Resmi Cerai Secara Verstek Setelah 12 Th Menikah
Pria atau Wanita, Siapa yang Lebih Emosional? Ini Kata Studi
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Hari Kesehatan Mental Sedunia, Jangan Lupa Jaga Mental Bunda!
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf B
Apakah Kanker Payudara Bisa Menurun ke Anak?
Anak Cedera saat Olahraga? Kenali 5 Tanda yang Mengharuskan ke IGD
Pria atau Wanita, Siapa yang Lebih Emosional? Ini Kata Studi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Suka Jam Tangan Minimalis? Kenali Fossil Harlow Mini 20mm
-
Beautynesia
GB Academy 2026 Hadirkan 5 Kelas untuk Upgrade Skill di Era Digital
-
Female Daily
Beauty Routine 10 Langkah Mulai Ditinggalkan? Ini Alasan Skinimalism Kembali Populer
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Tak Tega Karyawannya Naik Motor, Bos Ini Hadiahkan Mobil BMW
-
Mommies Daily
Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027? Ini yang Perlu Dipahami Orang Tua