KEHAMILAN
Jumlah Ibu Hamil dengan Hipertensi Semakin Banyak, Ini Penyebab Utamanya
Amrikh Palupi | HaiBunda
Senin, 11 Aug 2025 14:04 WIBHipertensi pada ibu hamil semakin menjadi perhatian di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa gangguan hipertensi selama kehamilan menjadi salah satu penyebab utama komplikasi hingga kematian ibu dan bayi.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tapi juga pertumbuhan janin di dalam kandungan. Lantas apa penyebab utama hipertensi ibu hamil?
Ibu hamil dengan hipertensi
Mengutip laman Nhs.uk, hipertensi dalam kehamilan didefinisikan sebagai tekanan darah antara 140/90 mmHg hingga 159/109 mmHg (milimeter air raksa). Ini berarti tekanan darah Bunda mungkin perlu dipantau secara rutin, tetapi tidak selalu memerlukan pengobatan.
Hipertensi berat dalam kehamilan didefinisikan sebagai tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih tinggi. Kondisi ini membutuhkan pengobatan sampai tekanan darah turun di bawah angka tersebut.
Mengutip laman Health, penelitian terbaru pada jurnal Hypertension, prevalensi tekanan darah tinggi (hipertensi) kronis pada ibu hamil meningkat dua kali lipat antara tahun 2008 hingga 2021. Studi tersebut juga menemukan bahwa sekitar 40 persen hipertensi ibu hamil kronis tidak menerima pengobatan menggunakan obat antihipertensi selama kehamilan.
Hipertensi ibu hamil terjadi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri di jantung lebih tinggi dari normal. Seorang dokter akan mendiagnosis hipertensi kronis dalam kehamilan jika tekanan darah ibu hamil mencapai minimal 130/80 mm Hg sebelum atau pada usia kehamilan 20 minggu.
Hipertensi kronis pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi gestasional yang dapat didiagnosis setelah usia kehamilan 20 minggu)serta komplikasi lain seperti preeklamsia, solusio plasenta atau lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum waktunya dan kematian janin dalam kandungan. Jika hipertensi ibu hamil tidak ditangani maka kondisi ini juga bisa menyebabkan perdarahan, stroke, dan berbagai masalah kesehatan lainnya setelah melahirkan.
"Studi ini menyoroti beban yang semakin besar dari hipertensi kronis dan buruknya kesehatan kardiovaskular sebelum kehamilan sebagai target penting untuk meningkatkan kesehatan ibu,” kata Dr. Sadiya Khan, ahli jantung pencegahan dari Northwestern Medicine, dalam sebuah pernyataan.
Dr. Sadiya mengatakan hampir satu dari tiga individu dengan hipertensi kronis berisiko mengalami komplikasi kehamilan. Oleh karena itu hipertensi kronis pada ibu hamil butuh pencegahan dan penanganan serius untuk jangka panjang pada kesehatan ibu dan janin.
"Pencegahan dan pengendalian hipertensi seharusnya menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu," tutur Dr. Sadiya.
Berdasarkan data National Hospital Discharge Survey, untuk menilai angka kejadian hipertensi kronis selama kehamilan, para peneliti menganalisis klaim asuransi kesehatan komersial dari tahun 2007 hingga 2021, mencakup hampir 2 juta kehamilan. Dari data tersebut, mereka menemukan bahwa persentase ibu hamil yang didiagnosis dengan hipertensi kronis melonjak dari 1,8 persen pada tahun 2008 menjadi 3,7 persen pada tahun 2021.
Namun, hanya 60 persen dari pasien yang didiagnosis menerima pengobatan antihipertensi, seperti labetalol atau nifedipin, selama kehamilan. Angka ini tetap stabil meskipun American Heart Association pada 2017 telah memperbarui pedoman klinisnya dengan menurunkan ambang batas tekanan darah untuk pengobatan hipertensi.
"Kami cukup terkejut karena tidak menemukan perubahan signifikan sebelum dan sesudah pembaruan pedoman. Meskipun angka hipertensi dalam kehamilan telah meningkat dua kali lipat, penggunaan obat untuk pengobatan tetap stabil di angka 60 persen, yang kami percaya masih di bawah standar jika mengikuti pedoman klinis," kata Dr. Stephanie Leonard, penulis utama studi dan asisten profesor obstetri dan ginekologi di Stanford School of Medicine.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa perempuan kulit hitam dengan komorbiditas lain, berusia di atas 35 tahun, dan tinggal di wilayah selatan Amerika Serikat memiliki tingkat hipertensi kronis dalam kehamilan yang paling tinggi.
Penyebab utama hipertensi pada ibu hamil
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, hampir 42 persen perempuan di Amerika Serikat mengalami obesitas atau obesitas berat yang menjadi penyebab utama ibu hamil mengalami hipertensi.
Penelitian terbaru ini menemukan bahwa 64 persen ibu hamil yang diberi obat antihipertensi selama masa studi memiliki indeks massa tubuh (BMI) sebesar 40 atau lebih tinggi, yang menunjukkan kondisi obesitas. Sekitar persentase yang sama juga memiliki diabetes atau penyakit ginjal kronis.
Tak hanya itu, Dr. Cande Ananth, profesor di departemen obstetri, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School, mengatakan bahwa faktor lain yang turut berperan hipertensi ibu hamil karena semakin banyaknya perempuan hamil di usia yang lebih tua.
"Seiring bertambahnya usia, perempuan lebih rentan mengalami penyakit gaya hidup. Mereka juga menghadapi penurunan peluang untuk hamil secara alami," kata Dr. Cande Ananth.
Selain itu, pada studi yang dipimpin oleh Dr Ananth, orang yang menjalani perawatan infertilitas memiliki risiko lebih dari dua kali lipat untuk dirawat di rumah sakit akibat hipertensi, dibandingkan mereka yang hamil secara alami.
Mencegah hipertensi pada ibu hamil
Para ahli menyatakan bahwa kebiasaan gaya hidup tertentu dapat membantu mengurangi risiko komplikasi akibat hipertensi selama dan setelah kehamilan. Julie Lamppa, APRN, CNM, direktur layanan kebidanan di Mayo Clinic menyarankan ibu hamil untuk mengurangi asupan natrium (garam) dengan memilih makanan rumahan yang kaya buah, sayur, dan biji-bijian utuh.
Ia juga menekankan pentingnya aktivitas fisik seperti olahraga. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 150 menit per minggu, misalnya jalan cepat atau menggunakan resistance band.
"Penambahan berat badan selama kehamilan adalah hal yang normal dan wajar. Namun menjaga kenaikan berat badan tetap dalam batas yang direkomendasikan akan membantu mengurangi risiko hipertensi yang memburuk," kata Julie Lamppa.
Selain itu, pemeriksaan prenatal secara rutin bersama dokter kandungan juga sangat penting. Bicarakan mengenai kemungkinan penggunaan obat dengan dokter dan sampaikan jika ada kenaikan tekanan darah, yang biasanya akan diminta untuk dipantau secara mandiri di rumah. Penting juga buat Bunda untuk tetap rileks selama kehamilan.
"Pendekatan holistik dalam merawat diri sangat penting di semua kehamilan, apalagi jika ada kondisi yang membuat kehamilan berisiko tinggi. Meskipun begitu, sebagian besar ibu hamil dengan hipertensi tetap memiliki hasil kehamilan yang baik," tutur Julie Lamppa.
Begitulah informasi tentang penyebab utama hipertensi pada ibu hamil yang semakin meningkat ya Bunda. Semoga informasinya bermanfaat!
Simak video di bawah ini, Bun:
Krisis Populasi, 5 Negara ini Bayar Warganya untuk Punya Momongan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cegah Preeklamsia, Amankah Aspilet untuk Ibu Hamil?
Ini Dampak Tekanan Darah Tinggi Sebelum Hamil
Waspadai Hipertensi dalam Kehamilan, Jangan Dianggap Sepele Bun
7 Cara Menurunkan Hipertensi pada Bunda Hamil
TERPOPULER
Ingrid Kansil & Suami Kunjungi Sang Putri Kuliah S2 di Inggris, Tinggal di Apartemen Kecil
9 Jenis Pernikahan Terlarang dalam Islam
7 Nama Bayi Ini Kini Mulai Ditinggalkan di 2026
Potret 2 Anak Bunga Zainal yang Berprestasi, Si Sulung Raih Best Delegate di Harvard World Model UN
JIS Sport Festival 2026, Hadirkan Ragam Olahraga hingga Ruang Berbagi Impian Anak
REKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahREKOMENDASI PRODUK
8 Rekomendasi Yogurt untuk Ibu Hamil, Ketahui Risiko & Manfaatnya
Natasha ArdiahTERBARU DARI HAIBUNDA
Ingrid Kansil & Suami Kunjungi Sang Putri Kuliah S2 di Inggris, Tinggal di Apartemen Kecil
JIS Sport Festival 2026, Hadirkan Ragam Olahraga hingga Ruang Berbagi Impian Anak
3 Resep Ayam Kukus Pedas, Praktis, dan Lezat
Potret 2 Anak Bunga Zainal yang Berprestasi, Si Sulung Raih Best Delegate di Harvard World Model UN
7 Nama Bayi Ini Kini Mulai Ditinggalkan di 2026
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Sensasi Makan Mi-Bakso Aci Super Pedas dan Kopi Joss di Angkringan Yogya
-
Beautynesia
5 Rekomendasi Novel Genre Fantasi dengan Rating Tinggi
-
Female Daily
5 Inspirasi dari IKEA untuk Rayakan Berbagai Momen Perayaan, Mulai dari Rumah!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Joe Biden Kembalikan Hadiah Pemimpin Dunia, Kecuali Manset dari PM Italia
-
Mommies Daily
Jenis Investasi yang Cocok untuk Pasangan Baru Menikah, Ini Tipsnya dari Pakar Finansial