sign up SIGN UP search


kehamilan

Bumil Rentan Alami Hipertensi, yuk Cegah Pemicunya sejak Dini

Humidatun Nisa'   |   Haibunda Selasa, 21 Jun 2022 20:40 WIB
A pregnant woman has her blood pressure checked by her obstetrician at a routine prenatal appointment caption

Hipertensi atau tekanan darah tinggi disebut sebagai salah satu penyakit rentan terhadap Bunda hamil. Nyaris sama dengan penyebab hipertensi pada umumnya, penyebab darah tinggi pada Bunda hamil juga sama.

Yakni karena peningkatan tekanan aliran darah yang dipompa oleh jantung sehingga menyebabkan kerusakan dinding arteri di pembuluh darah Bunda. Hanya bedanya, dampak darah tinggi yang tidak tertangani pada Bunda hamil akan berakibat fatal tidak hanya bagi Bunda, melainkan juga janin. 

Normalnya, tekanan darah orang dewasa berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Namun, pada ibu hamil yang mengalami darah tinggi, tekanan darah bisa di atas 140/90 mmHg.


Hal itu tentu saja membahayakan ya, Bunda. Di antara bahayanya, Bunda bisa saja mengalami kerusakan organ hingga keguguran. Namun, sama halnya dengan ancaman kesehatan lainnya, hipertensi pada Bunda hamil bisa dicegah kok. Bagaimana caranya? Yuk kita lanjutkan, Bunda. 

Hipertensi masalah utama kehamilan

Mengutip Healthshots, hipertensi merupakan masalah utama pada Bunda hamil. Itu artinya, darah tinggi pada kehamilan bahkan bisa dianggap hal wajar yang biasa saja sehingga banyak Bunda yang cenderung mengabaikannya tanpa memeriksakan lebih lanjut. 

Dr Manisha Ranjan, konsultan obstetrician dan ginekolog, Motherhood Hospital mengatakan, “Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang cukup umum selama kehamilan. Dengan anggapan kewajaran tanpa mengubah pola hidup inilah, hipertensi menjadi penyebab penting morbiditas dan mortalitas ibu dan janin," ungkapnya.  

Masih berdasarkan penjelasan dokter Ranjan. Di India, hipertensi mempersulit hingga 15 persen kehamilan, Bunda. Penyebabnya kurang lebih gaya hidup. Untuk itu, sangat penting untuk mempertahankan gaya hidup dan pola makan yang sehat, utamanya pada Bunda hamil atau yang sedang mempersiapkan kehamilan ya. 

Sementara itu, berdasarkan ulasan Parenting First Cry, terdapat tiga jenis hipertensi pada Bunda hamil sebagai berikut: 

  1. Hipertensi kronis
    Yaitu tekanan darah tinggi yang sudah ada sebelum kehamilan. Ini berlangsung selama sekitar 12 minggu atau lebih setelah melahirkan.
  2. Hipertensi gestasional
    Jenis ini, juga dikenal sebagai hipertensi yang diinduksi kehamilan, berkembang selama kehamilan, terutama setelah 20 minggu kehamilan, dan umumnya berkurang setelah persalinan.
  3. Preeklamsia
    Merupakan kondisi serius pada Bunda hamil yang merupakan akibat dari hipertensi kronis dan gestasional. Setelah 20 minggu kehamilan, Bunda berpotensi mengalami hipertensi serta proteinuria, yaitu tingginya protein dalam urine. Hal ini berakibat fatal bagi ibu dan bayi jika tidak diobati. 

Hipertensi pada kehamilan bisa dicegah kok Bunda. Bagaimana caranya? Simak di halaman selanjutnya ya.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga yuk video tentang 5 macam tekanan darah tinggi pada kehamilan:

[Gambas:Video Haibunda]



kehamilan
Kehamilan Trimester 2 Ketahui perkembangan kehamilan Trimester 2 setiap minggu. Cek Yuk arrow-right
DAPAT DICEGAH MELALUI PERBAIKAN POLA MAKAN
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!