HaiBunda

KEHAMILAN

Ketahui 5 Risiko bila Bunda Tak Rutin Jalani Kontrol Kehamilan

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Sabtu, 29 Nov 2025 21:30 WIB
Ketahui 5 Risiko bila Bunda Tak Rutin Jalani Kontrol Kehamilan/Foto: Getty Images/DragonImages
Jakarta -

Kehamilan merupakan sebuah perjalanan yang penuh liku ya Bunda. Selain penuh rasa bahagia menanti kelahiran Si Kecil, kehamilan juga memiliki risiko-risiko lain. Namun, tenang saja ya Bunda, semua risiko itu bisa teratasi bila Bunda memeriksakan diri ke dokter kandungan secara rutin.

Kontrol kehamilan atau pemeriksaan prenatal bertujuan mendeteksi sejak dini adanya gangguan atau kondisi bermasalah dalam kehamilan. Dengan begitu, Bunda akan terhindar dari risiko yang bisa membahayakan kehamilan.

Risiko bila Bunda tak rutin jalani kontrol kehamilan

Berikut ini beragam risiko bila Bunda tidak rutin jalani pemeriksaan prenatal. dikutip dari laman Besta.co:


1. Komplikasi kehamilan yang mengancam jiwa janin

Meski Bunda merasa tidak apa-apa saat melewatkan jadwal check up kandungan, bukan berarti tak ada yang perlu dipantau selama kehamilan. Sebut saja diabetes gestational, preeklamsia, dan anemia, yang terjadi dan berkembang bahkan tanpa gejala apa pun.

Tanpa pemeriksaan rutin, semua kondisi di atas dapat menyebabkan:

  • Tekanan darah tinggi (preeklamsia) yang memicu risiko stroke dan kelahiran prematur.
  • Diabetes gestasional yang bisa mengganggu perkembangan janin dan memicu komplikasi saat persalinan.
  • Anemia yang dapat mengurangi suplai oksigen ke janin dan menyebabkan kelahiran prematur.

2. Perkembangan janin terhambat

Pertumbuhan dan perkembangan janin merupakan indikator penting dari kondisi kesehatannya. Dengan melewatkan jadwal kontrol kehamilan, Bunda tidak akan mendapatkan pemeriksaan USG dan evaluasi janin penting guna memantau:

  • Ukuran dan berat janin: Memastikan bayi janin tumbuh sehat.
  • Jumlah air ketuban: Cairan ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menunjukkan adanya komplikasi.
  • Kesehatan plasenta: Masalah pada plasenta dapat memengaruhi suplai oksigen dan nutrisi bagi janin.

3. Meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah

Melewatkan pemeriksaan kehamilan secara signifikan meningkatkan risiko kelahiran prematur (sebelum 37 minggu) dan berat badan lahir rendah (di bawah 2,5 kg). Kontrol kehamilan rutin akan mencakup pemeriksaan yang mengetahui kesiapan bayi untuk lahir dan membantu mencegah persalinan prematur.

4. Tidak mendapatkan vaksinasi dan suplemen penting

Garis pertahanan pertama janin terhadap infeksi dimulai di dalam rahim. Untuk itu, kontrol kehamilan memastikan Bunda menerima vaksin dan suplemen yang diperlukan untuk kehamilan yang sehat.

Vaksin ibu hamil meliputi:

  • Vaksin tetanus (TT) untuk melindungi dari tetanus neonatorum.
  • Vaksin influenza untuk mengurangi komplikasi terkait flu.

Adapun suplemen yang mungkin dibutuhkan ibu hamil meliputi:

  • Asam folat untuk mencegah cacat tabung saraf seperti spina bifida.
  • Suplemen zat besi untuk mencegah anemia dan mendukung pertumbuhan janin yang sehat.
  • Kalsium dan vitamin D untuk mendorong perkembangan tulang yang kuat.

5. Meningkatkan risiko komplikasi persalinan

Tanpa pemeriksaan rutin dalam kontrol kehamilan, Bunda berisiko menjalani proses persalinan yang lebih berbahaya dari yang diperkirakan. Beberapa ibu hamil memiliki kondisi tertentu yang membuat persalinan normal berisiko, antara lain:

  • Plasenta previa (plasenta berada terlalu rendah), yang dapat menyebabkan perdarahan hebat.
  • Posisi sungsang, posisi bayi tidak ideal untuk proses persalinan.
  • Cephalopelvic disproportion (CPD) yaitu kondisi ketika ukuran kepala bayi terlalu besar untuk dilahirkan secara normal.

Melalui deteksi dini dan perencanaan yang tepat, dokter dapat merekomendasikan pilihan persalinan yang aman untuk mengurangi risiko.

Lalu berapa kali Bunda perlu melakukan kontrol selama kehamilan? Dokter merekomendasikan pemeriksaan setiap bulan selama dua trimester pertama, dua minggu sekali pada usia kehamilan 28-36 minggu, dan setiap minggu hingga menjelang persalinan.

Pada kunjungan prenatal atau kontrol kehamilan, Bunda mungkin akan menjalani tes darah, tes urine, pengukuran berat badan, pemeriksaan tekanan darah, USG, serta diskusi mengenai pola makan dan perkembangan janin.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ramai Sepekan: Pernikahan Amanda Manopo hingga Ji Chang Wook di Prambanan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Gejala Kerusakan Ginjal yang Muncul di Malam Hari

Mom's Life Natasha Ardiah

9 Jenis Bentuk Vagina Dilihat dari Posisi Labia

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

5 Potret Zoe Bertoli Anak Patricia Gouw Pakai Helm Anti Peyang, Terbaru Check Up ke Singapura

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Potret Maureen Putri Natalie Sarah yang Beranjak Dewasa, Pesonanya Tak Kalah dari Sang Ibunda

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Ketahui 5 Risiko bila Bunda Tak Rutin Jalani Kontrol Kehamilan

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

73 Lagu Rohani Kristen Terbaik dan Terpopuler, Penyembahan & Pujian Syukur

Momen Pasha Ungu Rayakan Ulang Tahun, Sederhana namun Bahagia Dikelilingi 7 Anak

9 Jenis Bentuk Vagina Dilihat dari Posisi Labia

5 Potret Zoe Bertoli Anak Patricia Gouw Pakai Helm Anti Peyang, Terbaru Check Up ke Singapura

Ketahui 5 Risiko bila Bunda Tak Rutin Jalani Kontrol Kehamilan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK