HaiBunda

KEHAMILAN

4 Hal yang Harus Ibu Hamil Persiapkan untuk Melahirkan di Tahun 2026

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Selasa, 06 Jan 2026 08:30 WIB
4 Hal yang Harus Ibu Hamil Persiapkan untuk Melahirkan di Tahun 2026/Foto: Getty Images/VYCHEGZHANINA
Jakarta -

Menjelang persalinan, ibu hamil sangat disarankan untuk mematangkan berbagai perencanaan. Mulai dari persiapan  finansial hingga memperhatikan kesehatan agar proses melahirkan di tahun 2026 bisa berjalan lebih tenang dan optimal.

Seperti yang kita ketahui, biaya persalinan terus meningkat, Bunda. Oleh sebab itu, menyiapkan asuransi serta memahami benefit yang dimilikinya merupakan langkah penting dalam mempersiapkan persalinan serta perawatannya.

Namun, di luar urusan perlindungan finansial tersebut, ada sejumlah hal lain yang tak kalah penting dalam mempersiapkan kelahiran di tahun 2026. Simak apa saja hal yang harus diperhatikan agar Bunda bisa mewujudkan kelahiran yang sehat dan lancar.


Persiapan untuk melahirkan di tahun 2026

Dikutip dari Times of India, dokter kandungan sekaligus spesialis In Vitro Fertilization (IVF), Dr. Girija Wagh, MD, FICOG, membagikan beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan saat hamil dan bersalin. Berikut penjelasannya:

  • Prioritaskan nutrisi seimbang dalam sehari-hari

Bunda, pola makan menjadi hal yang sangat penting dalam membantu tumbuh kembang Si Kecil. Sebaiknya Bunda rutin mengonsumsi makanan bernutrisi yang kaya protein, zat besi, asam folat, yodium, kalsium, vitamin D, serta suplemen tambahan.

Nutrisi yang terkandung akan menambah energi dan memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan. Karenanya, konsumsi makanan bernutrisi sangat penting untuk menciptakan kehamilan yang sehat.

Yuk, simak manfaat dari beberapa kandungan tersebut.

1. Folat

Kandungan ini bisa mendukung perkembangan otak dan tulang belakang bayi. Selain itu, asam besi-folat (IFA) juga bisa membantu mencegah anemia pada ibu dan menurunkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

2. Kalsium

Tak kalah penting, kalsium bermanfaat untuk kesehatan tulang dan dapat mengurangi risiko gangguan hipertensi seperti pre-eklampsia. Bunda bisa memperoleh kalsium tambahan dari susu serta produk olahan susu lainnya.

3. Protein

Protein dapat diperoleh melalui sayur, buah, susu, kacang-kacangan, telur, dan daging. Bunda juga bisa menyesuaikannya dengan preferensi dan diet agar komposisinya lebih tepat. Protein ini sangat baik untuk pertumbuhan sel dan jaringan bayi, seperti otak, organ vital, dan tulang.

  • Banyak bergerak dan melakukan olahraga

Sama seperti makanan yang sehat, olahraga dan gerak juga dapat membantu menjaga kesehatan dan proporsi tubuh Bunda. Ahli menyampaikan, setidaknya ibu hamil harus melakukan aktivitas fisik selama 150 menit dalam seminggu.

Tidak perlu aktivitas yang berat, Bunda bisa lakukan aerobik ringan, yoga, ataupun jalan cepat. Namun, penting untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum memulai atau merutinkan olahraga.

Selain itu, Bunda juga harus menjaga tubuh tetap terhidrasi. Sebisa mungkin hindari panas yang ekstrim dan akhiri olahraga bila dirasa tidak enak badan. Langkah-langkah ini dapat menjaga tubuh tetap aman selama kehamilan.

  • Vaksinasi selama kehamilan

Vaksinasi saat hamil sangat direkomendasikan untuk melindungi ibu dan bayi dari penyakit serius. Umumnya vaksinasi untuk Tdap atau batuk rejan akan disarankan pada setiap kehamilan ketika usia kandungan menginjak 27-36 minggu. Selain itu, vaksin influenza musiman juga dapat diberikan saat trimester apapun. 

Mengapa vaksinasi itu penting? Sebab, sebelum lahir, bayi akan mengandalkan antibodi ibu, dan ketika lahir, bayi mendapatkan antibodi tambahan melalui ASI. Jadi, dapat dikatakan bayi belum bisa membentuk sistem antibodi sendiri.

  • Pastikan kebutuhan istirahat dan emosional tercukupi

Bunda, tidur yang cukup akan mendukung kesehatan fisik dan emosional ibu hamil, terutama dalam periode postpartum. Setidaknya ibu hamil harus mendapatkan 8 jam tidur setiap malam, dan 2 jam di siang hari.

Bila tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, Bunda akan mengalami gangguan kesehatan. Misalnya, gangguan hipertensi, kehamilan yang lebih pendek, dan peluang kelahiran prematur yang lebih tinggi.

Selain itu, Bunda disarankan untuk menjaga kestabilan emosional. Saat hamil, perasaan lelah, stres, dan tidak nyaman lainnya akan lebih rentan untuk dirasakan. Oleh karena itu, Bunda bisa mendiskusikan kekhawatiran tersebut dengan dokter seiringan dengan melakukan pemeriksaan rutin. 

Demikian informasi yang bisa disampaikan. Semoga bisa menambah pengetahuan Bunda dalam mempersiapkan persalinan yang matang, sigap, dan sehat di tahun 2026.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Tips Mengemas Pakaian saat Liburan Agar Tidak Kusut

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sempat Viral, Cut Meyriska Ungkap Anaknya yang Mirip Orang Korea Sering Dapat Tawaran Syuting

Parenting Nadhifa Fitrina

Ingin Punya Anak Ramah? Ini 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Diterapkan

Parenting Nadhifa Fitrina

Bagaimana bila Pria Gunakan Tespek dan Hasilnya Positif? Ternyata Bisa Jadi Pertanda Penyakit Ini

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Resmi Cerai, Kenapa Hak Asuh Arka Jatuh ke Ayah?

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Potret Rumah Yuni Shara, Banyak Tanaman Hias Lidah Mertua di Lorong

Mom's Life

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sempat Viral, Cut Meyriska Ungkap Anaknya yang Mirip Orang Korea Sering Dapat Tawaran Syuting

Ingin Punya Anak Ramah? Ini 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Diterapkan

Cara Menggabungkan BPJS Kesehatan Suami Istri yang Baru Menikah secara Online

Mengenal Jenis Najis, Hukum Air Kencing Bayi dan Cara Membersihkannya

Bagaimana bila Pria Gunakan Tespek dan Hasilnya Positif? Ternyata Bisa Jadi Pertanda Penyakit Ini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK