kehamilan
Kenali Tanda Miom Keluar, Cara Mengobati, dan Fakta seputar Keluar saat Haid
HaiBunda
Kamis, 08 Jan 2026 13:59 WIB
Daftar Isi
Miom keluar terdengar menakutkan. Kondisi ini juga langka, namun Bunda perlu memahami seperti apa penyebab, cara pengobatan, hingga kapan harus ke dokter.Â
Ketika fibroid uterus keluar dari tubuh perempuan, itu disebut dengan fibroid expulsion. Ini mungkin terdengar agak menakutkan, namun biasanya tidak mengkhawatirkan atau biasanya tidak menyebabkan masalah klinis untuk perempuan yang mengalaminya.
Apa itu miom yang keluar?
Miom atau mioma uteri (uterine fibroid) adalah pertumbuhan benjolan padat yang berasal dari otot polos rahim atau uterus. Fibroid ini sering muncul pada perempuan yang berada di usia subur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan miom yang keluar adalah miom yang mengalami ekspulsi (keluar) melalui vagina, terutama jika tumbuh dekat rongga rahim atau memiliki tangkai (pedunculated submucosal fibroid). Miom yang keluar sering terjadi pada miom submukosal.
Beberapa laporan medis menunjukkanmiom bisa keluar dari vagina, baik spontan maupun setelah terapi. Kondisi ini memang cukup langka.
Pengeluaran miom ini dapat dikategorikan menjadi:
- Pengeluaran fibroid lengkap: seluruh fibroid dikeluarkan.
- Pengeluaran fibroid sebagian: Fibroid pecah dan hanya sebagian yang dikeluarkan.
Tanda miom yang keluar
Perempuan yang mengalami pengeluaran fibroid merasa seperti tiba-tiba melahirkan. Gelombang nyeri seperti kontraksi saat rahim mencoba mendorong fibroid melalui serviks ke dalam vagina (seperti bayi).
JApabila Bunda merasa mungkin mengalami pengeluaran fibroid maka harus segera mencari pengobatan dari spesialis fibroid. Meskipun sebagian besar fibroid akan keluar dengan sendirinya, ada kalanya fibroid tidak akan keluar tanpa persalinan oleh dokter kandungan melalui pendekatan vagina.
Jika seorang perempuan mengira fibroidnya keluar (mengalami ekspulsi fibroid), ia mungkin akan melihat cairan vagina yang juga dapat mengandung jaringan fibroid dan ia mungkin merasakan kram yang terjadi secara berkala dan jarang berlangsung lebih dari beberapa hari.
Sangat jarang, cairan vagina kronis dapat berkembang dan mungkin memerlukan histeroskopi untuk evaluasi.
Fibroid yang keluar itu berupa jaringan seperti daging. Seringkali berwarna kuning pucat atau cokelat muda dan dapat bercampur dengan darah. Bisa berupa "gumpalan" tunggal dengan permukaan yang halus dan berkilau atau berupa untaian jaringan.
Sebagian besar ekspulsi fibroid sama sekali tidak menimbulkan konsekuensi bagi pasien selain berkurangnya satu fibroid yang perlu dikhawatirkan.
Apa penyebab miom yang keluar?
Dr. John Lipman, ahli radiologi intervensi bersertifikasi menjelaskan bahwa alasan paling umum yang dapat memicu miom yang keluar adalah setelah menjalani embolisasi fibroid uterus (UFE)
Embolisasi Fibroid Uterus adalah prosedur non-bedah yang hanya memakan waktu sekitar 30 menit dan pasien dapat pulang pada hari yang sama hanya dengan plester. Fibroid membutuhkan suplai darah untuk bertahan hidup dan tumbuh, dan selama prosedur UFE, aliran darah ke fibroid diputus.
Fibroid mulai menyusut dan kemudian secara bertahap mati, yang mengurangi gejala yang terkait.
Kejadian ini tidak biasa dan jarang menyebabkan masalah serius, dan dapat menyebabkan pengurangan gejala dan ukuran rahim secara drastis.
Menurut Richard Shlansky-Goldberg, MD, Ahli Radiologi Intervensional dan Profesor Radiologi, Obstetri & Ginekologi, dan Bedah di Rumah Sakit Universitas Pennsylvania di Philadelphia, PA, serta pemimpin studi tersebut, proses ini dapat terjadi mulai dari beberapa minggu hingga beberapa tahun setelah UFE.
Terkadang ada kasus langka miom yang keluar spontan dan tidak terkait dengan jenis prosedur apa pun seperti embolisasi fibroid uterusÂ
Seberapa sering kasus miom keluar terjadi?
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Vascular and Interventional Radiology bertujuan untuk lebih memahami miom yang keluar dan dampaknya terhadap kesehatan pasien. Studi ini meneliti riwayat 759 perempuan yang telah menjalani UFE antara Juli 1999 dan Juni 2009.
Studi tersebut menemukan bahwa hampir 4,9 persen pasien UFE mengalami miom yang keluar dalam waktu 3,5 bulan setelah prosedur. Dari 37 perempuan tersebut, hanya 5 persen yang memiliki gejala yang menyertai pengeluaran tersebut. Gejalanya meliputi kram dan keputihan.
Penting untuk dicatat bahwa faktor penentu apakah seorang perempuan mengalami gejala atau tidak selama pengeluaran fibroid adalah apakah itu merupakan "pengeluaran massal" atau tidak.
Selama pengeluaran massal, potongan besar fibroid (atau bahkan seluruh fibroid) keluar dari tubuh. Secara total, delapan puluh sembilan persen perempuan yang mengalami pengeluaran fibroid simtomatik mengalami pengeluaran massal.
"Fibroid yang memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk dikeluarkan termasuk jenis fibroid bertangkai dan submukosa," kata Dr. Shlansky-Goldberg melansie VivaEve.
Fakta seputar miom yang keluar saat haid
Bunda mungkin bertanya-tanya, apakah miom bisa keluar begitu saya di toilet? Jawabannya iya, tapi jarang terjadi dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Terkadang perempuan mengeluarkan potongan jaringan fibroid selama siklus menstruasi atau setelah menjalani perawatan tertentu seperti embolisasi fibroid rahim.
Ketika tidak lagi menempel pada rahim, miom dapat keluar di toilet dengan melewati saluran vagina. Miom yang keluar dapat terlihat seperti cairan kental berwarna gelap yang mirip dengan pendarahan menstruasi yang berat, dapat mengandung fragmen jaringan yang bercampur, atau fibroid dapat keluar bercampur dengan gumpalan darah.
Mengeluarkan material fibroid setelah prosedur UFE dapat berbau. Ini sangat jarang disebabkan oleh infeksi, tetapi harus dibicarakan dengan dokter. Lebih sering bau busuk disebabkan bahwa material fibroid telah mati (hasil yang diinginkan dari embolisasi). Material yang mati seringkali memiliki bau.Â
Menggunakan pembalut yang mengandung deodoran dapat membantu. Sangat penting untuk tidak membilas atau membersihkan material ini dengan cairan pembersih vagina. Rasa sakit yang signifikan juga mungkin terjadi setiap kali sesuatu melewati serviks ke dalam vagina. Ini dapat termasuk gumpalan darah atau partikel. Pengeluaran fibroid sebagian atau seluruhnya.
Pengobatan untuk miom yang keluar
Keluarnya jaringan fibroid dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan disertai kram atau tekanan panggul, tetapi obat pereda nyeri yang dijual bebas seringkali dapat meredakan gejala sementara ini.Â
Miom yang keluar hampir selalu ditangani dengan prosedur pendekatan vagina rawat jalan yang disebut miomektomi histeroskopi. Dalam kasus yang parah, histerektomi mungkin diperlukan.
Prosedur UFE yang cepat dapat membebaskan seseorang dari fibroid dan gejalanya yang menyakitkan dan mengganggu kehidupan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Mengenal Uterine Fibroids dan Pengaruhnya pada Kehamilan
Kehamilan
Mioma Uteri: Kenali Penyebab, Gejala, Ciri Miom Ganas, Cara Mencegah dan Mengobatinya
Kehamilan
Tips Program Hamil bagi Bunda yang Mengidap Miom
Kehamilan
Ciri-Ciri Miom Tumor Jinak pada Wanita, Gejalanya Mirip Adenomiosis tapi Bedanya...
Kehamilan
10 Makanan Bantu Mengecilkan Miom saat Bunda Jalani Program Hamil
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mengenal Operasi Miom: Jenis, Tujuan hingga Lama Penyembuhannya
10 Artis yang Berjuang Hadapi Komplikasi Kehamilan
Perjuangan Sederet Artis Dapatkan Kehamilan, Ada yang Menanti 13 Tahun