KEHAMILAN
Ibu Hamil Lebih Sering Digigit Nyamuk? Ini Penyebab dan Bahayanya bagi Janin
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 12 Jan 2026 14:10 WIBIbu hamil sering menghadapi berbagai tantangan yang membuatnya tak nyaman sepanjang kehamilan. Salah satunya adalah sering digigit oleh nyamuk.
Banyak orang percaya, nyamuk lebih tertarik pada ibu hamil dibandingkan mereka yang tidak hamil. Bahkan saat musim tertentu, nyamuk dianggap semakin 'ganas' menggigit kulit ibu hamil.
Lantas, apa penyebab ibu hamil sering digigit nyamuk? Apa saja bahayanya bagi janin di dalam kandungan?
Penyebab ibu hamil sering digigit nyamuk
Dilansir laman Baby Center, beberapa orang secara genetik memang menarik bagi nyamuk. Misalnya, zat-zat tertentu pada permukaan kulit atau napas seseorang dapat menarik nyamuk dari jarak sejauh 100 kaki.
Aroma yang paling menarik bagi nyamuk biasanya adalah asam laktat, yang menumpuk saat otot bekerja dan dilepaskan dalam keringat. Selain itu, ada juga karbon dioksida, yang kita hembuskan setiap kali bernapas dan juga dilepaskan dalam keringat. Kedua zat tersebut bisa sangat menarik bagi nyamuk bila dikombinasikan dengan panas dan kelembapan udara.
Studi dari University of Durham di Inggris dan Dewan Riset Medis di Gambia di Afrika, menemukan bahwa ibu hamil cenderung mengeluarkan karbon dioksida lebih banyak karena kenaikan berat badannya. Hasil studi yang diterbitkan di BMJ tahun 2000 ini juga menjelaskan kalau perempuan di usia kehamilan lanjut mengembuskan napas 21 persen lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak hamil.
Selain karbon dioksida, suhu tubuh ibu hamil yang lebih hangat juga bisa menarik nyamuk untuk mendekat. Menurut para peneliti, ibu hamil yang suhunya lebih panas akan melepaskan lebih banyak zat volatil dari permukaan kulit, yang membuat nyamuk lebih mudah mendeteksinya.
"Studi ini menggarisbawahi pentingnya perlindungan, terutama bagi perempuan yang sedang hamil pertama kali. Langkah-langkah sederhana dapat membantu, seperti menggunakan kelambu berinsektisida dan memeriksa keberadaan nyamuk di dalam kelambu," ujar salah satu penulis studi dari Durham University, Dr. Steve Lindsay.
"Tantangan kami selanjutnya adalah mengembangkan strategi untuk mengurangi daya tarik nyamuk pada ibu hamil. Kami sedang mempelajari penggunaan sabun bakterisida untuk mengurangi sinyal kimia yang dihasilkan oleh bakteri kulit, yang membantu nyamuk menemukan darah," sambungnya.
Hal yang sama juga dijelaskan entomolog medis dan penasihat teknis untuk American Mosquito Control Association, Joseph Conlon. Menurutnya, nyamuk memiliki kemampuan untuk mendeteksi karbon dioksida yang kita embuskan ke udara, komponen dalam keringat, serta panas tubuh.
Ada sejumlah perubahan pada sistem pernapasan selama kehamilan, termasuk peningkatan jumlah udara yang dihirup dan dihembuskan. Peningkatan tersebut dapat menghasilkan lebih banyak karbon dioksida, yang membuat ibu hamil 'lebih menarik bagi nyamuk'.
"Ibu hamil mungkin lebih menarik bagi nyamuk," kata Conlon, dilansir Parents.
"Selain itu, kehamilan juga bisa membuat suhu tubuh menjadi lebih hangat dari rata-rata dan berpotensi membuat keringat lebih banyak, yang merupakan isyarat bagi nyamuk untuk melacak dan menggigit."
Risiko digigit nyamuk saat hamil
Selain rasa gatal dan ketidaknyamanan, gigitan nyamuk saat hamil bisa berisiko menyebabkan masalah kesehatan, Bunda. Risiko ini seperti rentan terkena penyakit dari virus Zika, virus West Nile, demam berdarah, chikungunya, dan malaria.
Berikut penjelasan terkait risiko digigit nyamuk saat hamil:
- Paparan virus Zika selama hamil yang ditularkan ke bayi dapat menyebabkan mikrosefali atau cacat lahir yang menyebabkan ukuran kepala jauh lebih kecil dari normal, serta dan cacat otak lainnya.
- Paparan malaria pada bayi dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, keterlambatan pertumbuhan intrauterin, hingga berat badan lahir rendah.
- Pada kasus chikungunya, bayi yang terpapar dapat terkena penyakit yang lebih parah.
Cara menghindari gigitan nyamuk saat hamil
Ada beberapa langkah yang dapat Bunda lakukan untuk menghindari gigitan nyamuk saat hamil, yakni:
- Menyingkirkan genangan air di rumah, dengan cara sering mengosongkan atau mengganti air dalam wadah (bak mandi atau kolam renang).
- Menggunakan pakaian berwarna tertentu yang tidak disukai nyamuk, seperti hijau, ungu, biru, dan putih. Sebaliknya, Bunda disarankan untuk menjauhi warna pakaian yang disukai nyamuk, seperti warna hitam, merah, dan oranye.
- Menggunakan pakaian panjang dan longgar untuk mengurangi kemampuan nyamuk menggigit kulit.
- Menggunakan kawat kasa dan jaring pada pintu dan jendela rumah.
- Menggunakan pengusir nyamuk mengandung DEET atau bahan kimia umum yang terdapat dalam repelan (pengusir) serangga.
Demikian ragam penyebab ibu hamil rentan digigit nyamuk, serta risikonya pada janin. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenali Penyebab, Gejala & Cara Mengatasi Sindrom Lorong Karpal pada Bumil
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bobot Shandy Aulia Naik 3 Kg di Trimester Kedua, Apa Kata Dokter?
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2
Ibu Hamil Lebih Sering Digigit Nyamuk? Ketahui Penyebab & Cara Mencegahnya
Cerita Pippa Middleton Tetap Main Tenis di Trimester 2 Kehamilan
TERPOPULER
7 Kebiasaan Orang yang Kurang Mandiri Sejak Kecil
Muncul Super Flu, Apakah Sekolah Akan Online Lagi?
3 Resep Sop Iga Sapi Berkuah, Hangat dan Gurih ala Restoran
Denada Digugat Rp7 M Atas Dugaan Penelantaran Anak, Begini Respons Manajemennya
7 Cara Sederhana Ubah Kebiasaan Screen Time Anak di Rumah, Sudah Lakukan Bun?
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Mengenal Child Grooming: Kisah Aurelie Moeremans dalam Buku 'Broken Strings'
Muncul Super Flu, Apakah Sekolah Akan Online Lagi?
7 Cara Sederhana Ubah Kebiasaan Screen Time Anak di Rumah, Sudah Lakukan Bun?
3 Resep Sop Iga Sapi Berkuah, Hangat dan Gurih ala Restoran
Bayi 8 Bulan Belum Bisa Merangkak, Harus Bagaimana?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Resmi! Dokyeom dan Seungkwan SEVENTEEN Debut DxS, Rilis Mini Album 'Serenade'
-
Beautynesia
3 Tanda Tubuhmu Tidak Cocok dengan Gluten
-
Female Daily
Viu Hadirkan Viu Shorts yang Dapat Disaksikan Secara Vertikal Berdurasi Singkat
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Jeno & Jaemin NCT Comeback Akting, Bintangi Drakor Wind Up Jadi Atlet SMA
-
Mommies Daily
7 Jas Hujan Waterproof Mulai Rp69 Ribu, Baju Kerja Anti Basah!