HaiBunda

KEHAMILAN

Kisah Ibu Hamil Kehilangan Janinnya 3 Hari Jelang HPL karena Terlilit Tali Pusar

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Minggu, 01 Feb 2026 08:10 WIB
Bayi meninggal terlilit tali pusar/ Foto: Getty Images/Thicha Satapitanon

Bunda, menantikan kehadiran Si Kecil tentu merupakan sebuah momen yang penuh kebahagiaan dan harapan. Namun, kisah seorang ibu hamil ini menunjukkan bahwa apapun bisa terjadi, meski seluruh hasil pemeriksaan selama kehamilan terbilang normal.

Pengalaman tidak terduga dialami oleh seorang Bunda bernama Gina Gotthilf, yang merupakan working mom asal dari Brazil. Ia dan sang suami sudah menantikan momen indah ini selama pernikahannya.

Saat itu Gotthilf diketahui tengah mengandung kehamilan pertama di usianya yang ke 38 tahun. Berbagai gejala-gejala kehamilan pun sempat dirasakannya, seperti morning sickness, hingga kehilangan indra penciuman dan pengecapnya.


Namun, ia sangat menikmati seluruh proses tersebut. Baginya, semua hal yang dirasakannya selama kehamilan merupakan anugerah dan kebahagiaan yang tiada ada duanya.

Sayangnya, kehamilan pertamanya tersebut tidak bertahan lama. Ia mengalami keguguran di trimester pertama dan setidaknya butuh waktu enam bulan untuk dirinya pulih dan merasakan kehamilan kembali.

Kisah kehamilannya keduanya yang begitu pilu

Kehamilan keduanya ini pun dinantikan dengan sangat antusias. Setelah mengalami keguguran di kehamilan pertama, maka kini ia pun lebih menjaga kesehatan tubuh dan bayinya.

Gotthilf semakin memperhatikan makanan yang dikonsumsinya, rajin olahraga, serta rutin mengikuti kelas CPR dan persalinan. Semuanya sudah ia siapkan dengan matang demi menjaga malaikat kecil yang ada di perutnya.

Ia merasa tidak ada keanehan dan semua gejala kehamilan yang dirasakannya masih berada di batas yang normal. Selama hamil pun bayinya begitu aktif di menendang, bergerak, dan ia selalu mendengarkan dengan detak jantungnya.

Terkadang, ia juga memutar musik untuk dan mengajak bayi di kandungannya jalan-jalan. Meskipun menurutnya kehamilan merupakan sesuatu yang melelahkan, tetapi ia sangat bersemangat untuk menyambut fase baru di kehidupannya.

Ia berhasil melewati trimester pertama hingga ketiga. Semuanya pun berjalan seperti kehamilan pada umumnya, sampai suatu ketika mimpi buruk menerpanya.

Sang bayi yang tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehadirannya

Gotthilf diketahui akan bersalin dengan metode persalinan caesar, dan seharusnya rencana persalinannya semakin dekat. Namun, ia malah merasa sesuatu yang aneh pada bayinya, tidak ada lagi tendangan atau pergerakan dari sana.

Lantas ia pun segera memeriksakan kepada dokter kandungan yang menanganinya. Waktu tinggal tersisa tiga hari sebelum menuju jadwal persalinan, tetapi kondisinya justru semakin kalut dan penuh tanda tanya.

Setelah menjalani pemeriksaan, dan dokter mengungkapkan hasilnya, Gotthilf merasa itu bukanlah hasil yang ia harapkan. Ia hanya bisa terpaku, terdiam, dan membeku mendengar penuturan sang dokter, begitupun suaminya yang juga tak mempercayai kondisi tersebut.

“Dokter itu berkata, ‘Maaf, bayimu tidak lagi terdengar detak jantungnya' dengan nada datar," tutur Gotthilf dengan penuh putus asa.

Takdir berkata lain, Gotthilf harus menerima kepahitan kedua kalinya

Setelah mengetahui kondisi tersebut, ia segera dialihkan ke rumah sakit utama untuk mengetahui dengan pasti mengapa bayinya kehilangan nyawa mendekati hari kelahirannya. Ia pun tak lupa untuk mengabari ibunya, yang sama terkejutnya.

Lebih lanjut, rumah sakit mengidentifikasi bahwa kematian sang bayi diakibatkan oleh tali pusar yang melilit kakinya beberapa kali dan kemudian memutus aliran darah di tali pusar itu sendiri. Dokter pun menilai kasus ini sangat aneh karena sampai menyebabkan kematian.

Meskipun begitu, tak ada faktor lain atas kematian sang bayi. Ketika diperiksa, semua dalam keadaan normal dan sehat. Kehamilannya pun tak menunjukkan ada tanda-tanda darurat. Semuanya murni terjadi secara tiba-tiba dan tidak disangka.

Pada akhirnya, rumah sakit meminta Gotthilf untuk segera melahirkan dan menguburkan sang malaikat kecil yang belum pernah ia sentuh secara langsung tersebut. Tidak dipungkiri, masa sulit ini sangat menguras mental dan fisik Gotthilf, sampai saat ini pun waktu masih berusaha menyembuhkan lukanya.

Faktor bayi terlilit tali pusar

Meski kasus Bunda Gina Gotthilf tali pusar melilit kaki sang bayi. Namun, pada umumnya, kondisi lilitan tali pusar lebih sering terjadi di leher bayi. Karena itu, ada beberapa faktor yang penting untuk Bunda ketahui agar lebih waspada, dilansir dari laman Levin Perconti.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi terlilit tali pusar, sebagai berikut:

  • Kehamilan ganda (kembar, kembar tiga, dan lainnya)
  • Tali pusar memiliki panjang yang tidak biasa (lebih dari 60 sentimeter)
  • Cairan ketuban yang berlebihan (hidramnion)
  • Cedera lahir
  • Melahirkan dengan sungsang (posisi kepala bayi di atas rahim dan kaki menghadap bawah atau jalan lahir)
  • Persalinan prematur

Selain itu, beberapa posisi bayi di dalam kandungan juga bisa memengaruhi lilitan tali pusar.

  • Posisi tidak stabil, di mana bayi terus bergerak dan bergeser dalam 14-21 hari terakhir kehamilan.
  • Posisi miring, kepala bayi berada di dekat pinggul dan kepala serta tubuhnya menyilang di panggul ibu.
  • Posisi melintang, batang tubuh, lengan, atau bahu bayi menghadap jalan lahir, atau singkatnya bayi menyamping di jalan lahir.

Demikian informasi yang bisa disampaikan mengenai tanda bayi meninggal di kandungan karena terlilit tali pusar. Semoga kisah ini menjadi pengingat bagi para Bunda untuk selalu peka terhadap segala perubahan yang terjadi dalam kehamilan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Inilah 4 Negara dengan Angka Kematian Bayi Baru Lahir Terendah di Dunia

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

4 Tanggal Lahir Anak Tanda Si Kecil Benar-benar Baik Hati Menurut Pakar

Parenting Nadhifa Fitrina

Potret Marissa Nasution dan Suami Habiskan Waktu di Nepal, Seru Banget Bun

Mom's Life Annisa Karnesyia

10 Olahraga Paling Efektif Membakar Kalori Menurut Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Ternyata Sel Plasenta Berevolusi Selama 100 Juta Tahun untuk Menopang Kehamilan

Kehamilan Annisa Karnesyia

Kisah Wanita Ternyata Punya Saudara Kembar Artis Hollywood, Awalnya Curiga Wajah Mirip

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ini Ciri Kepribadian yang Bisa Terlihat di Balik Kamar Berantakan

Ternyata Sel Plasenta Berevolusi Selama 100 Juta Tahun untuk Menopang Kehamilan

4 Tanggal Lahir Anak Tanda Si Kecil Benar-benar Baik Hati Menurut Pakar

10 Olahraga Paling Efektif Membakar Kalori Menurut Pakar

Potret Marissa Nasution dan Suami Habiskan Waktu di Nepal, Seru Banget Bun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK