KEHAMILAN
Tanpa Disadari, 11 Kebiasaan Ini Bisa Bikin KB Jadi Kurang Efektif
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Senin, 26 Jan 2026 20:00 WIBMenggunakan alat kontrasepsi, tak berarti Bunda bebas melakukan segalanya ya, Bunda. Sebab, tanpa disadari, ada juga kebiasaan yang bisa membuat KB kurang efektif.
Bagi pasangan yang masih menunda kehamilan ataupun mencegah kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi memang jadi salah satu proteksi yang bisa dipilih. Bunda pun dapat menyesuaikan jenis alat KB tersebut dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing. Apalagi, setiap alat KB tentunya menawarkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Ya, alat kontrasepsi memang tak bisa mencegah kehamilan hingga 100 persen ya, Bunda. Karenanya, penggunaan alat KB tersebut tetap perlu diwaspadai dan tidak melakukan kecerobohan dalam hal-hal yang memang perlu dihindari agar alat KB tetap efektif saat digunakan.
Penting Bunda ketahui bahwa kontrasepsi bukanlah alat proteksi yang saat digunakan langsung bisa bekerja efektif tanpa tindak lanjut yang dilakukan pemakainya. Padahal, saat dan selama digunakan, peran pemakainya tetap diperlukan yam Bunda.
11 Kebiasaan bikin KB kurang efektif
Biasanya, orang memilih metode kontrasepsi berdasarkan seberapa baik seharusnya metode tersebut bekerja. Namun pada praktiknya, ada faktor-faktor lain juga yang bisa membuat beberapa jenis kontrasepsi ini tak bekerja efektif, Bunda.
Mengutip dari laman Healthline, sebagian besar statistik yang menjelaskan efektivitas didasarkan pada penggunaan sempurna. Artinya, metode tersebut digunakan persis seperti yang diarahkan sehingga berjalan efektif. Tetapi penting untuk diingat bahwa kebanyakan orang sering kali mereka mengalami bahwa alat KB yang digunakan tidak sempurna dalam penggunaan kontrasepsi mereka.
Angka yang lebih baik kemungkinan ialah terkait penggunaan tipikal. Pil, misalnya, lebih dari 99 persen berjalan efektif bila digunakan dengan sempurna, tetapi angka tersebut turun menjadi 91 persen dengan penggunaan tipikal.
Untuk itu, Bunda perlu mengenali faktor-faktor X lain yang juga dapat membunuh efektivitas alat KB yang digunakan. Berikut ini beberapa poin-poin yang bisa membuat efektivitas alat KB menurun ya, Bunda:
1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu
Beberapa obat resep dapat membuat kontrasepsi hormonal kurang efektif Bunda. Termasuk di antaranya obat-obatan yang menginduksi enzim untuk kejang pada epilepsi, beberapa terapi antiretroviral (ART) untuk HIV, griseofulvin atau pengobatan antijamur.
2. Mengonsumsi antibiotik
Meskipun sebagian besar antibiotik tidak menyebabkan masalah dengan kontrasepsi, tetapi pada praktiknya ada juga jenis antibiotik yang menyebabkan efektivitas alat KB melemah. Salah satunya yakni antibiotik rifampin mengurangi konsentrasi estrogen dalam darah.
Sebuah studi lama yang meninjau lebih dari 20 tahun data dari tahun 1975 hingga 1998 menemukan bahwa pil KB bukanlah bentuk kontrasepsi yang andal jika dikombinasikan dengan rifampin.
3. Lupa minum pil KB atau mengonsumsinya terlambat
DI pasaran, ketersediaan pil KB tersedia dalam berbagai merek dan semuanya bekerja berdasarkan jadwal tertentu. Nah, ketika Bunda mengalami kelupaan saat mengonsumsinya atau minum terlambat hal ini pun bisa meningkatkan risiko kehamilan.
4. Tidak mendapatkan suntikan tepat waktu
Bagi pengguna KB suntik, ada baiknya memenuhi jadwal suntik KB sesuai jadwal yang direkomendasikan ya, Bunda. Misalnya saja pada suntikan depo-provera yang mengandung progestin. Terkait suntikan ini, sebaiknya diberikan oleh tenaga kesehatan profesional setiap 12 minggu agar efektif.
5. Tidak mengganti kb koyo atau ring tepat waktu
KB menggunakan koyo ataupun ring sebaiknya diganti secara teratur ya, Bunda. Selain itu, keduanya harus tetap terpasang agar dapat melindungi dari kehamilan dengan baik.
6. Mengonsumsi obat herbal
Obat-obatan alami, integratif, dan herbal dapat mengurangi efektivitas beberapa metode kontrasepsi hormonal. Sehingga, sebaiknya menghindari mengonsumsinya secara berbarengan dengan penggunaan lat kontrasepsi ya, Bunda.
7. Salah menggunakan kondom, diafragma, dan metode kontrasepsi penghalang lainnya
Saat menggunakan kondom, berhati-hatilah saat membuka kemasannya agar tidak merobek selubung halus di dalamnya. Sementara itu, pada penggunaan diafragma, ikuti petunjuk dengan cermat saat menggunakannya karena waktu pemasangan sangat berpengaruh.
Misalnya, jika Bunda menggunakan diafragma lebih dari 2 jam sebelum berhubungan seks, spermisida tidak akan bekerja dengan baik, dan perlindungan tidak maksimal.
8. Tidak menunggu cukup lama setelah vasektomi
Vasektomi adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah kehamilan. Tetapi, patut diingat bahwa Bunda perlu menggunakan metode kontrasepsi tambahan selama sekitar 3 bulan pertama setelah prosedur untuk memastikan bahwa ejakulasi benar-benar bebas dari sperma.
9. Tidak cukup sering menyusui
Metode The lactational amenorrhoea method (LAM) dapat berjalan efektif jika Bunda berencana menyusui setelah melahirkan. Tubuh dalam hal ini akan berhenti berovulasi sementara jika Bunda menyusui dan belum menstruasi setelah melahirkan.
Bunda perlu menyusui setidaknya sekali setiap 4 jam sekali di siang hari dan setiap 6 jam di malam hari untuk menghasilkan hormon yang cukup yang mengatur ovulasi.
10. Obesitas
Ada beberapa bukti bahwa obesitas dapat mengurangi efektivitas beberapa metode kontrasepsi, tetapi kondisi tersebut tergantung pada jenisnya. Sebuah tinjauan studi tahun 2013 melaporkan bahwa metode berikut mungkin kurang efektif untuk orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas di antaranya pil kombinasi, pil kontrasepsi darurat, dan skin patch.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa dengan adanya penggunaan terus menerus atau dosis pil yang lebih tinggi dapat meningkatkan efektivitas pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.
11. Tidak menggunakan alat KB saat masa subur
Beberapa orang menggunakan metode kesadaran kesuburan sebagai metode kontrasepsi. Dalam metode ini artinya, pasangan mengambil tindakan pencegahan saat perempuan paling mungkin hamil menurut siklus menstruasi mereka.
Pada sebagian perempuan, metode ini mungkin berhasil tetapi sebenarnya metode ini menjadi salah satu metode kontrasepsi yang paling tidak efektif. Penting diingat bahwa tidak menggunakan alat KB atau kondom saat bercinta pada hari-hari masa subur dapat mengurangi efektivitas metode ini.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)