kehamilan
5 Tanda-tanda Hamil setelah Steril, Mungkinkah Terjadi?
HaiBunda
Minggu, 18 Jan 2026 20:00 WIB
Daftar Isi
Perempuan yang sudah sterilisasi atau KB steril seringnya merasa 100 persen aman nggak akan hamil. Ini dianggap sebagai kontrasepsi permanen sehingga tak akan hamil selamanya setelahnya. Sebenarnya, apakah perempuan bisa hamil setelah steril?
Kemungkinan hamil setelah KB steril masih tetap ada, Bunda. Walau persentasenya sangat kecil. Untuk itu, kenali tanda-tanda hamil setelah steril, apa yang perlu diwaspadai, dan kapan sebaiknya periksa ke dokter.
Apakah bisa hamil setelah steril?
Melansir dari Web MD, sterilisasi atau KB steril adalah bentuk kontrasepsi yang sangat aman dan efektif untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu panjang. Namun pada beberapa kasus, perempuan yang telah menjalani sterilisasi tetap bisa hamil bertahun-tahun setelah prosedur steril dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sterilisasi bukan jaminan 100 persen. Meski efektivitasnya sangat tinggi, tetapi tetap tidak absolut.Â
Kehamilan setelah KB steril umumnya terjadi jika sterilisasi menggunakan metode diikat atau dijepit dengan klip. Seiring berjalannya waktu, kualitas dan kekuatan ikatan dan klip menurun, sehingga Bunda bisa hamil.
Selain itu, faktor usia juga bisa menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kehamilan meski sudah steril. Singkatnya, semakin muda seorang perempuan menjalani sterilisasi, maka semakin tinggi risiko kehamilan bertahun-tahun pasca steril.
Namun, hal seperti itu sebetulnya jarang sekali terjadi. Pada sebuah penelitian dikatakan dari 100 perempuan yang menjalani steril, hanya 1 di antara mereka yang kemudian hamil bertahun-tahun setelah melakukan prosedur sterilisasi.
Dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan paruh waktu di RS Hermina, dr. Adila Rossa Amanda Malik menjelaskan bahwa perempuan masih berpeluang hamil sekalipun sedang KB steril.
"Meski sudah pasang alat kontrasepsi, Bunda tetap berpeluang hamil ya. Sebab, selama Bunda masih mempunyai organ reproduksi yaitu rahim dan hormon, Bunda masih sangat mungkin hamil," jelasnya kepada Haibunda, beberapa waktu lalu.Â
5 Tanda-tanda hamil setelah steril
Kehamilan masih bisa terjadi pada perempuan yang sudah menjalani KB steril. Bahkan terkadang kehamilan itu tanpa disadari.
Jika Bunda hamil setelah KB steril, mungkin akan merasakan gejala awal kehamilan. Berikut beberapa tanda hamil setelah steril:
- Terlambat haid atau tidak menstruasi sama sekali. KB steril tidak mempengaruhi hormon siklus haid. Namun kehamilan dapat mengubah siklus haid.
- Mual, muntah, atau perubahan selera makan. Ini merupakan gejala awal kehamilan yang sering dikeluhkan, tak hanya setelah steril.Â
- Nyeri perut bawah seperti saat hamil muda. Nyeri ringan ini mirip kram haid yang bisa muncul pada kehamilan awal. Tetapi jika nyeri sangat kuat, bisa juga menandakan kehamilan ektopik (luar rahim).Â
- Sensitif pada payudara akibat perubahan hormon pada awal kehamilan.
- Tes kehamilan menunjukkan hasil positif.
Risiko dan tanda bahaya setelah KB steril
Bunda perlu berhati-hati jika hamil setelah KB steril. Ini karena kehamilan setelah sterilisasi berisiko lebih tinggi mengalami kehamilan ektopik (hamil di luar rahim), yang bisa berbahaya untuk Bunda.
Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di tuba fallopi atau lokasi lain di luar rahim, bukan di dinding rahim. Kondisi ini bisa serius jika tidak segera ditangani secara medis.
Melansir dari Healthline, perempuan yang telah KB steril dan menggunakan alat kontrasepsi di dalam rahim seperti IUD, berisiko lebih tinggi mengalami kehamilan ektopik.
Tanda-tanda kehamilan ektopik sangat mirip dengan kehamilan normal dan seringkali tidak disadari. Tanda-tanda kehamilan ektopik antara lain:
- Nyeri perut bawah yang tajam atau berat.
- Pendarahan vagina yang tidak seperti menstruasi.
- Pusing atau pingsan.
- Nyeri di bahu (akibat iritasi saraf).
Kapan perlu ke dokter?
Apabila Bunda yang sudah KB steril mengalami tanda-tanda kehamilan seperti yang disebutkan di atas, misalnya haid telat disertai mual, payudara sensitif, segeralah melakukan tes kehamilan. Bunda juga dapat melakukan tes darah di laboratorium untuk memberikan hasil yang lebih akurat ketimbang tes urine standar.
Gejala kehamilan tak boleh diabaikan. Jika hasil tes positif maka umumnya dokter akan menyarankan pemeriksaan USG untuk memastikan lokasi kehamilan. Apalagi jika ada kekhawatiran kehamilan ektopik.
Kehamilan ektopik dapat menyebabkan tuba fallopi pecah, yang dapat menyebabkan perdarahan internal yang menyebabkan pingsan dan shock.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Â
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Tanda Awal Kehamilan, Bunda Jadi Lebih Sensitif pada Bau
Kehamilan
5 Tanda Kehamilan dari Perubahan Bentuk Payudara, Bengkak Hingga Gatal
Kehamilan
Kisah Perempuan Terkejut Harus Melahirkan 17 Jam setelah Sadar Telah Hamil
Kehamilan
9 Tanda Kehamilan yang Kerap Terlewatkan, Keputihan hingga Sembelit
Kehamilan
5 Tanda-tanda Kehamilan Umum Bayi Laki-laki yang Ternyata Mitos, Bunda!
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Masih Bisakah Bunda Menstruasi setelah KB Steril? Simak Penjelasan Dokter
Melahirkan Anak Ketiga karena 'Kebobolan', Kesha Ratuliu Putuskan KB Steril
Kartika Putri Ungkap Keinginan untuk Steril Usai Melahirkan Anak Ketiga, Ini Tanggapan Suami