KEHAMILAN
KB Bisa Bikin PMS Lebih Ringan atau Lebih Parah, Ini Faktanya
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Rabu, 28 Jan 2026 18:30 WIBPMS sering kali datang membawa rasa tak nyaman mulai dari nyeri perut hingga emosi yang sulit dikendalikan. Saat memilih KB, sebagian Bunda berharap perubahan hormon bisa membuat PMS lebih ringan. Kenyataannya, KB bisa memberi efek yang berbeda, tergantung kondisi tubuh masing-masing Bunda.
Banyak perempuan memilih kontrasepsi hormonal (KB) bukan hanya untuk mencegah kehamilan, tapi juga berharap bisa membantu mengurangi keluhan premenstrual syndrome (PMS). Namun, pengalaman tiap perempuan bisa berbeda. Ada yang merasa PMS-nya jadi lebih ringan, tapi tak sedikit pula yang justru merasa gejalanya makin parah. Sebenarnya, apa faktanya secara medis?
Apa hubungan KB dan PMS?
Secara medis, hubungan antara KB hormonal dan PMS memang tidak hitam-putih. Beberapa penelitian menunjukkan KB bisa membantu meredakan gejala PMS, sementara studi lain menemukan efeknya bisa netral atau bahkan memperburuk keluhan pada sebagian perempuan.
Sebuah tinjauan sistematis dari Cochrane Review menemukan bahwa pil KB kombinasi yang mengandung drospirenone dan ethinylestradiol dapat membantu mengurangi gejala PMS dan PMDD (premenstrual dysphoric disorder), terutama yang berkaitan dengan perubahan suasana hati, nyeri fisik, dan kemampuan beraktivitas sehari-hari. Namun, para peneliti juga menekankan bahwa kualitas buktinya masih berada pada tingkat rendah hingga sedang, sehingga respons tiap perempuan bisa berbeda.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Women’s Mental Health menunjukkan bahwa perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal kombinasi mengalami fluktuasi gejala PMS yang sedikit lebih stabil dibandingkan yang tidak menggunakan KB hormonal. Artinya, pada sebagian perempuan, KB dapat membantu menekan naik-turunnya gejala PMS sepanjang siklus menstruasi, meski efeknya tergolong ringan.
Di sisi lain, studi epidemiologis yang dimuat dalam BMC Women’s Health menemukan bahwa kontrasepsi hormonal juga dapat memicu gejala mirip PMS, seperti nyeri payudara, perut kembung, dan perubahan emosi, terutama pada metode KB yang hanya mengandung progesteron. Hal ini diduga berkaitan dengan sensitivitas individu terhadap hormon progesteron yang berbeda-beda.
Sementara itu, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa kontrasepsi hormonal belum bisa dianggap sebagai terapi utama untuk PMS. Meski beberapa jenis pil KB dapat membantu meredakan gejala tertentu, respons tubuh tetap sangat individual dan membutuhkan evaluasi personal.
Kenapa efeknya bisa berbeda pada tiap orang?
PMS terjadi akibat fluktuasi hormon estrogen dan progesteron menjelang menstruasi. Gejalanya bisa berupa nyeri payudara, perut kembung, jerawat, perubahan suasana hati, mudah marah, hingga kelelahan.
KB hormonal seperti pil KB, suntik, implan, atau IUD hormonal, bekerja dengan mengatur atau menekan ovulasi, sehingga otomatis memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Inilah yang membuat efeknya terhadap PMS bisa berbeda-beda.
Efek KB terhadap PMS bisa sangat bervariasi karena tubuh setiap perempuan memiliki respons hormon yang berbeda. Salah satu faktor utamanya adalah sensitivitas individu terhadap hormon estrogen dan progesteron. Pada sebagian perempuan, hormon dalam KB membantu menstabilkan fluktuasi hormon menjelang haid sehingga PMS terasa lebih ringan. Namun pada yang lain, hormon tambahan justru dapat memicu gejala seperti nyeri payudara, perut kembung, atau perubahan emosi.
Selain itu, jenis dan dosis KB juga berperan besar. Pil KB kombinasi, suntik, implan, atau IUD hormonal bekerja dengan mekanisme yang berbeda dan tidak selalu cocok untuk semua orang. KB yang hanya mengandung progesteron, misalnya, pada sebagian perempuan lebih sering dikaitkan dengan perubahan mood.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah riwayat PMS atau gangguan mood sebelumnya. Perempuan yang sejak awal memiliki PMS berat atau sensitif terhadap perubahan hormon cenderung merasakan efek KB yang lebih nyata, baik positif maupun negatif.
Terakhir, kondisi kesehatan dan fase adaptasi tubuh juga memengaruhi. Di awal penggunaan KB, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, biasanya sekitar 3–6 bulan. Selama masa ini, gejala PMS bisa berubah sebelum akhirnya stabil.
Karena itu, wajar bila pengalaman setiap perempuan berbeda. Jika keluhan terasa mengganggu atau tak kunjung membaik, berkonsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan jenis KB yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Pola Makan Ibu Hamil Berpengaruh pada Otak dan IQ Anak, Ini Penjelasannya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
KB Hormonal Dapat Pengaruhi Emosi dan Memori Wanita, Begini Hasil Studi Terbaru
Benarkah KB Hormonal Bikin Bunda Gemuk? Simak Penjelasannya
Benarkah Tak Cocok Pakai KB Hormonal Bisa Percepat Menopause? Ini Kata Dokter
Bolehkah Ibu Hamil Minum Larutan Penyegar? Ini Penjelasannya
TERPOPULER
Potret Endhita dan Oncy Ungu yang Dipuji Awet Muda, Kebersamaan dengan Anak Curi Perhatian
Waspadai Anak Sering Sakit Perut saat di Sekolah Seperti Dialami Anak Mona Ratuliu
Kenali Ciri Orang IQ Tinggi dari Cara Main Media Sosial
Teduh! Deretan Rumah Artis yang Dikelilingi Pepohonan hingga Berseberangan dengan Sawah
Studi Ungkap Kondisi Mental Remaja yang Lahir dari Program Bayi Tabung
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curl Cream untuk Rambut Keriting agar Lebih Mudah Diatur
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Cushion yang Bagus untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Spatula Silikon yang Bagus Tahan Lama & Aman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Denny Sumargo dan Olivia Allan Ungkap Fakta Mengharukan: Biel Ternyata Anak Keempat
Potret Endhita dan Oncy Ungu yang Dipuji Awet Muda, Kebersamaan dengan Anak Curi Perhatian
Waspadai Anak Sering Sakit Perut saat di Sekolah Seperti Dialami Anak Mona Ratuliu
Kenali Ciri Orang IQ Tinggi dari Cara Main Media Sosial
Studi Ungkap Kondisi Mental Remaja yang Lahir dari Program Bayi Tabung
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Gusi Sensitif? Cara Memilih Sikat Gigi Elektrik yang Lembut
-
Beautynesia
3 Produk Rambut yang Dipakai Jennifer Lawrence
-
Female Daily
Short Hair Is Back! Ini 4 Selebritas Hollywood Pamer Gaya Rambut Pendek yang Fresh
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Mark Zuckerberg Tak Beri Warisan ke Anak, Harta Rp 3.000 Triliun Disumbangkan
-
Mommies Daily
Anak Jadi Korban Bullying di Sekolah? Ini 7 Cara Orang Tua Mengatasinya