HaiBunda

KEHAMILAN

10 Vitamin dan Obat Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 24 Jan 2026 10:20 WIB
10 Vitamin dan Obat Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil/Foto: Getty Images/iStockphoto/Istockexstock
Jakarta -

Dokter sering meresepkan tablet tambah darah untuk ibu hamil dan puskesmas juga membagikan tablet tambah darah secara gratis. Tablet ini tak hanya berfungsi sebagai penambah darah, tapi juga membantu mencegah anemia, mendukung tumbuh kembang janin, serta menurunkan risiko komplikasi kehamilan. Ketahui beberapa merek tablet darah untuk ibu hamil.

Tablet tambah darah yang dikonsumsi sesuai anjuran dapat memberikan manfaat yang besar untuk ibu dan bayi. Untuk itu, ibu hamil perlu mengetahui aturan minum, seperti berapa jumlah tablet tambah darah yang dikonsumsi hingga apa saja efek samping tablet tambah darah untuk ibu hamil. 

Kapan ibu hamil harus perlu minum vitamin atau obat tablet penambah darah?

Menurut Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan zat besi selama kehamilan meningkat karena digunakan untuk pembentukan sel serta jaringan baru, termasuk jaringan otak pada janin. Zat besi ini merupakan unsur penting dalam pembentukan hemoglobin pada sel darah. 


Hemoglobin berfungsi untuk mengikat oksigen dan menghantarkan oksigen ke seluruh sel jaringan tubuh, termasuk otot dan otak. Jika seorang ibu hamil kekurangan hemoglobin, maka ibu hamil mengalami anemia atau kurang darah.

Untuk itu, pemerintah menjalankan Program Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil yang bertujuan mencegah dan menanggulangi anemia gizi besi serta menjadi salah satu intervensi spesifik dalam upaya percepatan penurunan stunting. 

Kapan ibu hamil harus minum vitamin atau tablet penambah darah? Tablet tambah darah untuk ibu hamil ini dianjurkan diberikan mulai trimester pertama hingga melahirkan. Apalagi jika hasil pemeriksaan Hb pada ibu hamil menunjukkan kadar hemoglobin di bawah normal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan pemberian suplemen zat besi dan asam folat sejak awal kehamilan untuk mencegah anemia dan cacat tabung saraf pada janin.

Ibu hamil biasanya mendapatkan tablet tambah darah ini dari puskesmas atau beli di apotek dengan resep atau rekomendasi dokter.

Ciri-ciri ibu hamil kurang darah

Ibu hamil sering kali tidak menyadari mengalami anemia. Dilansir Pregnancybirthbaby, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mendefinisikan anemia adalah suatu kondisi tubuh ketika hemoglobin kehamilan kurang dari 11 g/dL (hematokrit < 33 persen) pada trimester pertama dan ketiga, dan kurang dari 10,5 g/dL (hematokrit < 32 persen) pada trimester kedua.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), semua perempuan hamil harus diperiksa anemianya dengan hitung darah lengkap pada trimester pertama dan lagi pada 24 -28  minggu kehamilan.

Dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition, anemia pada kehamilan berhubungan dengan risiko bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah jika tidak ditangani dengan baik.

Ibu hamil perlu mewaspadai ciri-ciri kurang darah, antara lain:

  • Mudah lelah dan lemas
  • Pusing atau sakit kepala
  • Wajah pucat
  • Jantung berdebar
  • Sesak napas ringan
  • Sulit konsentrasi

Manfaat vitamin & obat tablet tambah darah untuk ibu hamil

Ibu hamil perlu memahami bahwa defisiensi zat besi dapat meningkatkan risiko bayi mengalami berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, simpanan zat besi yang rendah, serta gangguan perkembangan kognitif dan perilaku.

Melansir Very Well Family, sekitar 18 persen perempuan hamil mengalami kekurangan zat besi. Prevalensinya ini meningkat seiring dengan perkembangan kehamilan. Mengonsumsi suplemen zat besi dalam bentuk tablet tambah darah diharapkan efektif mengurangi risiko anemia defisiensi besi selama kehamilan.

Berikut beberapa manfaat vitamin dan tablet tambah darah untuk ibu hamil:

1. Mencegah anemia

Selama kehamilan, risiko anemia meningkat karena tubuh harus memproduksi lebih banyak darah untuk janin. Tablet tambah darah mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B12, yang dapat membantu mencegah atau mengatasi anemia.

2. Meningkatkan energi

Anemia dapat membuat ibu hamil merasa kelelahan dan lemah. Mengonsumsi tablet tambah darah dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah ibu hamil, yang pada gilirannya akan meningkatkan tingkat energi ibu hamil.

3. Mendukung kesehatan janin

Kadar hemoglobin yang sehat dalam darah ibu hamil sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kekurangan zat besi dan anemia dapat menyebabkan janin menjadi lebih rentan terhadap masalah kesehatan.

4. Mendukung kesehatan Bunda

Ibu hamil dengan kadar hemoglobin yang sehat akan lebih siap menghadapi proses persalinan. Kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko komplikasi selama persalinan.

vitamin ibu hamil/ Foto: HaiBunda/ Novita Rizki

Efek samping tablet tambah darah untuk ibu hamil

Tablet tambah darah untuk ibu hamil memiliki banyak manfaat. Namun seperti obat lainnya, Bunda perlu mewaspadai efek samping tablet tambah darah untuk ibu hamil. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi termasuk:

1. Gangguan lambung

Tablet tambah darah dapat menyebabkan gangguan lambung, seperti mual, muntah, atau diare. Masalah ini bisa mengganggu, terutama selama trimester pertama kehamilan ketika mual dan muntah sudah umum.

2. Konstipasi

Beberapa ibu hamil dapat mengalami konstipasi sebagai efek samping dari tablet tambah darah. Bunda penting untuk memastikan cukup banyak minum air dan mengonsumsi makanan tinggi serat untuk mengurangi risiko konstipasi.

3. Perubahan rasa

Beberapa perempuan melaporkan perubahan rasa dalam mulut setelah mengonsumsi tablet tambah darah. Ini bisa berupa rasa seperti logam atau rasa aneh lainnya.

4. Alergi

Beberapa orang bisa mengalami reaksi alergi dari bahan-bahan dalam tablet tambah darah, meskipun jarang terjadi. Jika Bunda mengalami gejala alergi seperti gatal-gatal, ruam, atau sesak napas, segera hentikan mengonsumsi tablet tambah darah dan berkonsultasi dengan dokter.

Aturan minum obat tablet tambah darah untuk ibu hamil

Ibu hamil perlu memperhatikan aturan minum obat tambah darah agar penyerapannya optimal. Setiap ibu hamil itu berbeda sehingga kebutuhan tubuh juga bisa berbeda.

Karena itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai suplemen tambah darah atau mengubah dosis yang sudah ditentukan. Dokter Bunda dapat memberikan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan Bunda.

WHO menganjurkan konsumsi tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan. Dan jumlah tablet tambah darah untuk ibu hamil ini bisa lebih jika mengalami anemia.

WHO menyarankan agar suplemen tersebut mengandung 30-60 mg zat besi, dengan dosis yang lebih tinggi lebih disukai di lingkungan di mana anemia pada perempuan hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius (≥40 persen), bersama dengan 400 µg asam folat. Suplementasi harian sepanjang kehamilan, dimulai sedini mungkin setelah pembuahan, direkomendasikan di semua lingkungan.

Berikut beberapa aturan minum tablet tambah darah untuk ibu hamil.

1. Konsultasi dengan dokter

Sebelum ibu hamil mulai mengonsumsi tablet tambah darah, selalu konsultasikan dengan dokter. Dokter akan dapat memberi rekomendasi yang sesuai berdasarkan kebutuhan kesehatan Bunda.

2. Dosis yang tepat

Pastikan untuk mengonsumsi dosis yang telah ditentukan oleh dokter. Bunda perlu memperhatikan tablet tambah darah diminum berapa kali sehari. Jangan meningkatkan atau mengurangi dosis tanpa izin medis.

3. Waktu yang tepat

Sebagian besar tablet tambah darah harus dikonsumsi dengan perut kosong, biasanya sekitar satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan. Namun, aturan ini dapat bervariasi tergantung pada merek dan jenis tablet.

4. Tidak diminum dengan susu atau teh

Hindari mengonsumsi tablet tambah darah dengan susu atau teh. Cara ini dapat mengurangi penyerapan zat besi dalam tubuh.

5. Hindari dikonsumsi bersamaan dengan obat lain

Jika Bunda sedang mengonsumsi obat lain, konsultasikan dengan dokter atau apoteker apakah ada interaksi yang perlu diwaspadai.

6. Jangan abaikan efek samping

Segera konsultasi dengan dokter jika Bunda mengalami efek samping yang tidak biasa. Dokter dapat membantu menentukan apakah perlu mengganti jenis tablet atau dosis.

7. Pantau kadar hemoglobin

Dokter mungkin akan memeriksa kadar hemoglobin secara teratur selama kehamilan. Ini akan membantu memastikan bahwa tablet tambah darah efektif dan Bunda tidak mengalami anemia.

8. Vitamin C

Konsumsi tablet tambah darah bisa dikombinasikan dengan vitamin C agar penyerapan zat besi lebih baik.

Vitamin Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/DragonImages

Apakah tablet penambah darah sama dengan asam folat?

Tablet tambah darah tidak sepenuhnya sama dengan asam folat. WHO merekomendasikan suplementasi zat besi dan asam folat harian sebagai bagian dari perawatan antenatal. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko berat badan lahir rendah, anemia ibu, dan kekurangan zat besi. 

Tablet tambah darah untuk ibu hamil biasanya mengandung:

  • Zat besi
  • Asam folat
  • Kadang vitamin B12

Sementara asam folat saja fokus pada pencegahan cacat tabung saraf. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

10 vitamin & obat tablet tambah darah untuk Ibu hamil

Pilihan obat dan vitamin di bawah ini sering direkomendasikan sebagai penambah darah atau memperbaiki hemoglobin serta cadangan zat besi pada kehamilan. Pilihan bergantung pada tingkat anemia, toleransi terhadap obat oral, usia kehamilan, dan rekomendasi dari tenaga kesehatan yang dirangkum dari beberapa sumber.

1. Ferrous sulfate (Sulfat besi)

Ferrous atau Ferrous sulfate merupakan obat golongan preparat besi yang digunakan untuk mengobati atau mencegah anemia defisiensi zat besi melalui oral. Nama dagang obat, Corovit, Iberet Folic 500, Ferrolat, dan Iberet 500.

Dosis umum sering kali setara dengan 60-120 mg elemental iron per hari. Namun disesuaikan dengan rekomendasi dokter. Efek samping yang perlu diperhatikan antara lain, GI (mual, konstipasi) umum. ACOG dan pedoman lain merekomendasikan terapi oral sebagai lini pertama.

2. Ferrous fumarate/ferrous gluconate 

Ferrous fumarate merupakan suplemen zat besi untuk mengobati atau mencegah kekurangan zat besi yang diberikan secara oral. Risiko penggunaan obat tambah darah pada ibu hamil dan menyusui memang belum ada penelitian yang memadai.

Untuk itu, konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Sedangkan untuk efek samping serupa dengan ferrous sulfate.

3. Sangotivin 

Obat ini dapat untuk pengobatan anemia yang disebabkan defisiensi zat besi dan mineral lain yang berkontribusi dalam pembentukan darah.

4. Iron sucrose (FeS)

Iron sucrose menjadi pilihan untuk ibu yang tidak toleran dengan obat oral, tidak responsif pada terapi oral atau membutuhkan koreksi cepat.

Dari studi meta-analisis, pemberian zat besi dengan intravena (IV) efektif cepat meningkatkan Hb dan relatif aman pada kehamilan jika dikelola di fasilitas medis. ACOG menyarankan mempertimbangkan IV iron bila terapi oral tidak efektif atau tidak ditoleransi. 

5. Ferric carboxymaltose (FCM)

Pemberian IV iron modern memungkinkan pemberian dosis besar dalam satu atau dua kunjungan. Obat ini sering digunakan untuk anemia sedang-berat saat oral tidak memadai.

Sejumlah studi kohort dan review menunjukkan FCM efektif dan aman pada kehamilan. Jika injeksi FeS menghasilkan peningkatan hemoglobin yang lebih awal, sedangkan FCM menyebabkan peningkatan simpanan zat besi yang lebih tinggi seperti yang terlihat dari peningkatan feritin serum.

Karena FCM membutuhkan lebih sedikit kunjungan ke rumah sakit, maka lebih nyaman bagi pasien.

6. Asam folat (Folic acid)

Asam folat wajib diberikan pada kehamilan untuk mencegah cacat tabung saraf serta membantu pembentukan sel darah. WHO merekomendasikan kombinasi iron dan asam folat pada antenatal care, setidaknya 400 µg.

7. Vitamin B12 (Cobalamin)

Jika hasil pemeriksaan ibu hamil menunjukkan bahwa kadar B12 rendah maka penting melakukan terapi B12. Anemia megaloblastik juga menyebabkan Hb rendah. Tes dan terapi sesuai indikasi dokter.

8. Vitamin C (Asam askorbat)

Ibu hamil dapat mengonsumsi sumber vitamin C, seperti jus jeruk bersamaan dengan tablet besi. Cara ini dapat meningkatkan penyerapan besi non-heme dari suplemen/oral. Namun hindari minum dengan zat yang menghambat seperti teh, susu, kalsium tinggi saat konsumsi besi. 

9. Multivitamin prenatal 

Banyak vitamin prenatal yang mengandung 27 mg zat besi, yang membantu pemenuhan kebutuhan harian. Asupan zat besi harian yang direkomendasikan selama kehamilan adalah 27 mg. Dalam multivitamin prenatal itu juga mengandung folat dan mikronutrien lain. 

10. Suplemen zat besi slow-release atau formula ramah lambung

Ibu hamil yang mual atau mengalami konstipasi berat saat minum preparat besi biasa, ada formulasi berbeda yang bisa dikonsultasikan dengan dokter maupun bidan. Ini supaya menemukan opsi tolerable.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Cara Sederhana Meredakan Nyeri Ulu Hati saat Hamil

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Tanda Kamu Sudah Meninggalkan Status Rakyat Kelas Menengah dan Naik Level

Mom's Life Natasha Ardiah

Selamat! Aktor Korea Yoon Bak dan Istri Sambut Kelahiran Anak Pertama

Kehamilan Annisa Karnesyia

Global Developmental Delay (GDD): Gejala, Penyebab & Cara Mengobati Perkembangan Terlambat Anak

Parenting Tim HaiBunda

Ternyata Diet Ketat Tak Seefektif Turunkan BB Jangka Panjang, Ini Kata Studi

Mom's Life Arina Yulistara

Kenang Tahun 2016, Kinaryosih Pernah Kerja Jadi Karyawan Trans TV Sebelum Jadi Artis

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mulai 2026, Dua Negara Ini Bebaskan Biaya Melahirkan

7 Tanda Kamu Sudah Meninggalkan Status Rakyat Kelas Menengah dan Naik Level

Selamat! Aktor Korea Yoon Bak dan Istri Sambut Kelahiran Anak Pertama

Global Developmental Delay (GDD): Gejala, Penyebab & Cara Mengobati Perkembangan Terlambat Anak

Ternyata Diet Ketat Tak Seefektif Turunkan BB Jangka Panjang, Ini Kata Studi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK