KEHAMILAN
Stres Ibu Hamil Bisa Tinggalkan 'Cap' di Plasenta & Pengaruhi Perkembangan Bayi
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIBDampak stres selama kehamilan sudah banyak diteliti oleh ilmuwan. Beberapa di antaranya mengaitkan stres ibu hamil dengan kondisi perkembangan janin, Bunda.
Studi terbaru yang diterbitkan di European Neuropsychopharmacology menjadi salah satu penelitian yang mengungkap dampak stres. Studi ini menemukan bahwa stres ibu hamil bisa meninggalkan 'cap' di plasenta dan memengaruhi perkembangan bayi di masa depan.
Perlu diketahui, plasenta merupakan organ penting selama kehamilan, yang bertugas menyediakan oksigen dan nutrisi bagi janin. Plasenta juga merespons faktor-faktor seperti stres ibu dan membantu janin beradaptasi dengan lingkungannya.
Sejauh ini, mekanisme plasenta dalam menyesuaikan diri terhadap stresor dan bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan janin masih belum banyak dieksplorasi. Nah, melalui studi ini, para peneliti mencoba mengungkapnya ke publik.
Hasil penelitian tentang stres pada ibu hamil
Dilansir Science Daily, penelitian ini dipimpin oleh profesor Lourdes Fananas dari Faculty of Biology and the Institute of Biomedicine (IBUB) di University of Barcelona dan Elisabeth Binder dari Max Planck Institute of Psychiatry di Munich, Jerman.
Dalam studi, tim peneliti mengamati bahwa stres pada ibu dapat meninggalkan jejak epigenetik pada gen plasenta tertentu. Secara spesifik, jejak ini tidak mengubah struktur genetik, tetapi mengubah fungsinya. Studi lantas mengidentifikasi perubahan epigenetik pada gen yang terkait dengan pengaturan kortisol, yakni hormon penting dalam respons tubuh terhadap stres.
Studi melibatkan 45 perempuan sehat yang hamil untuk pertama kalinya. Selama kehamilan, kadar kortisol dan gejala depresi diukur. Setelah melahirkan, plasenta lalu dianalisis. Pada usia tujuh minggu, perkembangan saraf bayi juga dinilai menggunakan tes khusus bernama NBAS Brazelton.
Tim peneliti menggunakan teknik pengurutan canggih yang memungkinkan mereka untuk melihat perubahan epigenetik di area DNA yang luas. Melalui teknik ini, mereka bisa memperoleh gambaran yang sangat detail tentang respons plasenta terhadap stres ibu. Metode juga mengidentifikasi perubahan pada gen-gen kunci yang terlibat dalam regulasi kortisol, seperti HSD11B2, NR3C1, dan FKBP5.
Nah, hasil penelitian menunjukkan bahwa stres ibu, terutama pada awal kehamilan, dapat menyebabkan perubahan pada gen-gen tersebut. Pada akhirnya, itu dapat memengaruhi perkembangan janin dan kesehatan bayi di masa depan.
"Studi ini memperkuat pentingnya menjaga kesehatan mental ibu sejak awal kehamilan, karena stres dapat meninggalkan jejak biologis pada perkembangan bayi melalui mekanisme epigenetik yang baru mulai kita pahami," kata penulis utama studi dan peneliti CIBERSAM di University of Barcelona, Agueda Castro.
Meskipun temuan ini adalah studi percontohan, hasilnya dapat membuka pintu bagi penelitian masa depan dan kemungkinan intervensi untuk mendukung ibu hamil dalam situasi rentan sejak tahap awal. Studi ini juga menggarisbawahi pentingnya perawatan psikologis dan dukungan emosional selama kehamilan, tidak hanya untuk kesejahteraan ibu, tetapi juga untuk kesehatan jangka panjang bayi.
Studi lain terkait dampak stres saat hamil
Studi tentang dampak stres saat hamil pada janin juga pernah diterbitkan dalam jurnal Developmental Psychobiology tahun 2007. Studi ini memantau detak jantung janin sambil meminta para ibu hamil menyelesaikan Stroop Test atau tes psikologi yang cukup populer.
Hasil studi menemukan bahwa janin di dalam kandungan dapat merasakan stres yang dialami ibunya selama hamil. Hal tersebut dilihat dari perubahan detak jantung selama menyelesaikan Stroop Test.
Saat bayi tersebut berusia empat bulan, tim penelitian kembali melakukan penilaian dengan mengamati seberapa reaktif bayi menghadapi serangkaian rangsangan baru (suara, pemandangan, bau), dan beberapa pola penting. Hasilnya, janin yang mengalami perubahan detak jantung lebih besar selama ibu mereka melakukan Stroop Test, cenderung menjadi sangat reaktif pada usia empat bulan.
Demikian studi terbaru yang mengungkap dampak stres pada janin. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Fungsi Plasenta untuk Perkembangan Janin
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi Temukan Bahaya Minum Alkohol Sebelum Hamil, Berdampak pada Perkembangan Janin & Plasenta
5 Cara Mudah Atasi Stres Saat Hamil, Bunda Perlu Tahu Nih
5 Fungsi Plasenta untuk Perkembangan Janin, Bunda Perlu Tahu
Ibu Hamil Hindari Stres Yuk, agar Tidak Berdampak ke Janin
TERPOPULER
Keseruan Ussy dan Andhika Ajak Keluarga Liburan di Malang, Anak-anak Bebas Main di Alam
10 Tanaman Hias Pemancar Aura Positif, Bagus Ada di Rumah
Tisu Basah Bayi Populer Ini Ditarik dari Peredaran, Bisa Sebabkan Infeksi Serius
Perempuan Kuat dan Mandiri Biasanya Memahami 10 Pelajaran Hidup Ini
5 Mitos tentang Tidur Bayi yang Bisa Memicu Kelelahan dan Stres Orang Tua
REKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Keseruan Ussy dan Andhika Ajak Keluarga Liburan di Malang, Anak-anak Bebas Main di Alam
10 Tanaman Hias Pemancar Aura Positif, Bagus Ada di Rumah
5 Mitos tentang Tidur Bayi yang Bisa Memicu Kelelahan dan Stres Orang Tua
Perempuan Kuat dan Mandiri Biasanya Memahami 10 Pelajaran Hidup Ini
Tisu Basah Bayi Populer Ini Ditarik dari Peredaran, Bisa Sebabkan Infeksi Serius
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Apakah Mencukur Bulu Ketiak Bisa Mengurangi Bau Badan Saat Cuaca Gerah?
-
Beautynesia
7 Karakter Orang Dewasa yang Introvert Sejak Kecil Menurut Psikolog
-
Female Daily
5 Rekomendasi Body Mist Lokal di Bawah Rp300 Ribu untuk Temani Aktivitas Sehari-hari
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Dian Sastrowardoyo di Tangan MUA Korea, Bersinar di Festival Film Busan
-
Mommies Daily
10 Bubuk Matcha untuk Matcha Latte Enak di Rumah, Gak Pakai Mahal!