KEHAMILAN
Ngidam tapi Tidak Hamil, Ini 7 Penyebab dan Mengatasinya
Melly Febrida | HaiBunda
Jumat, 06 Mar 2026 07:00 WIBNgidam sering identik dengan kehamilan. Tapi, kenyataannya nggak sedikit perempuan ngidam saat tidak sedang hamil. Saat itu keinginan makanan sesuatu sulit dikendalikan. Kenali penyebab dan cara mengatasinya, Bunda.
Ngidam saat tidak hamil itu bukan sekadar keinginan biasa. Ini lebih sering disebut food craving yang bisa dipengaruhi banyak faktor, termasuk psikologis.
Apa itu ngidam (food craving)?
Melansir Healthline, ngidam atau food craving alias keinginan makan yang berlebihan adalah hasrat kuat untuk makanan tertentu. Keinginan ini bisa tampak tak terkendali dan dapat menyebabkan seseorang menginginkan makanan yang biasanya tidak sehat.
Kathy W. Warwick, RDN, CDCES, Ahli gizi terdaftar dan spesialis perawatan dan edukasi diabetes bersertifikat mengatakan bahwa keinginan makan berlebihan sangat umum, dengan lebih dari 90 persen orang mengalaminya.
"Setiap orang mengalami keinginan makan berlebihan secara berbeda, tetapi biasanya bersifat sementara dan seringkali untuk makanan olahan yang tinggi gula, garam, dan lemak tidak sehat," ujar Warwick.
Warwick merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa pria lebih cenderung menginginkan makanan gurih, sedangkan perempuan lebih cenderung menginginkan makanan manis dan tinggi lemak.
"Keinginan makan berlebihan dapat menyebabkan seseorang mengonsumsi makanan yang memiliki efek kesehatan yang buruk, dan dapat mengganggu upaya untuk mengikuti diet sehat," katanya.
Menurut Warwick ada dua jenis keinginan makan, selektif dan nonselektif.
- Keinginan selektif adalah keinginan untuk makanan tertentu, seperti cokelat favorit seseorang, burger tertentu dari restoran favorit mereka, atau sekantong keripik kentang dengan rasa tertentu.
- Keinginan nonselektif adalah keinginan untuk makan apa saja. Ini mungkin akibat dari rasa lapar yang sebenarnya dan rasa lapar yang hebat, tetapi juga bisa menjadi tanda haus. Minum air dapat membantu mengatasi keinginan nonselektif yang intens.
Penyebab ngidam saat tidak sedang hamil
Orang bisa tiba-tiba ngidam begitu saja. Atau mungkin setelah melihat, mencium, atau mendengar makanan tertentu jadi sangat menginginkan makanan tersebut. Misalnya, melihat iklan cokelat dapat memicu keinginan untuk memakannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya, antara lain:
1. Otak
Bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori, kesenangan, dan penghargaan berperan dalam keinginan makan. Keinginan makan juga melibatkan pusat nafsu makan di otak, meskipun cenderung terpisah dari rasa lapar.
2. Ketidakseimbangan hormon
Ketidakseimbangan hormon seperti leptin dan serotonin, juga dapat menyebabkan keinginan makan atau ngidam. Pada orang yang mengalami menstruasi, fluktuasi hormon sepanjang siklus menstruasi juga dapat membuat orang ngidam.
3. Emosi dan stres
Stres dapat membuat seseorang mencari comfort food. Emosi juga dapat berkontribusi pada keinginan makan, seperti dalam kasus makan untuk kenyamanan. Ada kemungkinan juga bahwa beberapa keinginan makan mungkin terkait dengan makanan tertentu karena tubuh membutuhkan nutrisi tertentu.
Ketika otak melepaskan dopamin atau endorphin saat makan makanan tertentu, kita akan mengaitkan makanan itu dengan perasaan nyaman. Akhirnya lebih sering mengalami food craving.
4. Diet ketat atau kekurangan nutrisi
Diet ekstrem atau kekurangan energi dapat membuat otak memberi sinyal craving yang kuat, terutama untuk makanan yang sebelumnya dilarang atau jarang dikonsumsi.
5. Dehidrasi
Terkadang otak menganggap rasa haus sebagai lapar atau craving. Alhasil, kekurangan cairan bisa memicu ngidam.
6. Lingkungan
Foto makanan, iklan, atau aroma makanan tertentu dapat memicu respons otak yang mendorong keinginan makan. Misalnya saja melihat iklan burger tiba‑tiba bikin lapar, padahal baru makan.
7. Pola tidur yang buruk
Jika Bunda kurang tidur maka dapat mengacaukan hormon yang mengatur rasa lapar, yakni leptin dan ghrelin. Ini membuat kita lebih sering ngidam makanan tinggi gula atau berkalori.
Cara mengurangi ngidam saat tidak hamil
Ada berbagai cara untuk mengurangi ngidam atau keinginan makan yang tidak diinginkan. Bunda dapat mencoba beberapa teknik berikut:
1. Kurangi tingkat stres
Warwick bilang, stres dan makan karena emosi dapat memengaruhi berbagai masalah kesehatan. Merasa stres dapat memicu makan karena emosi dan keinginan akan makanan yang menenangkan.
Studi tahun 2015 menemukan bahwa stres kronis berhubungan dengan lebih banyak keinginan makan dan hal ini menyebabkan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi pada peserta.
Stres juga dapat menyebabkan penambahan berat badan bahkan tanpa keinginan makan. Stres mengakibatkan peningkatan kadar kortisol, hormon stres, yang dapat meningkatkan lemak perut.
2. Minum banyak air
Rasa lapar dan haus dapat menghasilkan sensasi yang sangat mirip, berpotensi membuat orang salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar.
Beberapa orang mungkin merasa keinginan makannya berkurang ketika tubuhnya tetap terhidrasi sepanjang hari.
3. Cukup tidur
Sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa kurang tidur dapat mengubah keseimbangan hormon tubuh. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan makan berlebihan dan penambahan berat badan. Para peneliti mencatat peningkatan kuantitas tidur mengembalikan keseimbangan hormon mereka.
4. Makan cukup
Diet sehat harus mengandung banyak sumber protein tanpa lemak, karena dapat membantu mengurangi keinginan makan. Dalam hasil tinjauan studi hewan tahun 2020 menunjukkan bahwa mengonsumsi protein dapat menekan nafsu makan dan mengurangi ghrelin, hormon yang terkait dengan nafsu makan.
5. Mengunyah permen karet
Mengunyah permen karet membuat mulut tetap aktif dan dapat membantu mengurangi keinginan makan makanan manis dan asin. Sebuah studi tahun 2011 menemukan perbedaan kecil namun signifikan dalam konsumsi camilan manis dan asin antara orang yang mengunyah permen karet dan mereka yang tidak.
Orang yang mengunyah permen karet menilai dirinya kurang lapar, memiliki lebih sedikit keinginan untuk ngemil, dan merasa lebih kenyang daripada orang yang tidak mengunyah permen karet.
6. Hindari rasa lapar
Perasaan lapar yang kuat dapat menyebabkan seseorang menginginkan makanan yang lebih padat kalori, seperti makanan olahan atau makanan goreng. Makan saat rasa lapar mulai muncul dapat membantu mengurangi keinginan makan ini.
Mempertahankan pola makan yang teratur, seperti makan beberapa kali dalam porsi kecil sepanjang hari, dapat membantu beberapa orang menghindari keinginan makan yang dipicu oleh rasa lapar.
7. Kenali pemicunya
Ketika rasa ngidam itu muncul, catat dalam kondisi seperti apa, seperti:
- Apakah karena emosi
- Lelah atau stres
- Baru melihat makanan di iklan
Cara ini bisa membantu menentukan akar penyebabnya.
Demikian Bunda penjelasan ngidam tapi tidak hamil. Semoga penjelasannya membantu ya Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)