HaiBunda

KEHAMILAN

9 Jenis Kehamilan yang Bunda Perlu Tahu Beserta Tantangan dan Risikonya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Minggu, 08 Mar 2026 19:25 WIB
9 Jenis Kehamilan yang Bunda Perlu Tahu Beserta Tantangan dan Risikonya/Foto: Getty Images/PonyWang
Jakarta -

Setiap kehamilan ibu memang berbeda dengan perempuan lainnya. Simak jenis kehamilan yang perlu Bunda tahu, yuk.

Proses kehamilan bagi setiap perempuan tidaklah mudah dilalui. Setiap perempuan pun memiliki tantangannya masing-masing sehingga akan berbeda ceritanya dari setiap kehamilan yang dijalani. 

Sedianya, ada banyak jenis kehamilan yang berbeda dan dilalui para ibu di luar sana. Perbedaan tersebut dikarenakan sejumlah alasan termasuk perbedaan fisik pada sistem reproduksi ibu, pelepasan beberapa sel telur, beberapa sperma yang membuahi sel telur yang sama, kondisi kesehatan ibu yang mendasarinya, dan alasan lainnya. 


Mengenal 9 jenis kehamilan

Memeriksakan diri secara rutin ke dokter selama kehamilan menjadi hal yang perlu dilakukan. Selain memantau kesehatan ibu dan janin, hal ini juga untuk mendeteksi jenis kehamilan yang Bunda miliki. 

Berikut ini berbagai jenis kehamilan yang mungkin Bunda alami, seperti dikutip dari laman Emedicinehealth:

1. Kehamilan intrauterin

Kehamilan ini merupakan kehamilan tipikal yakni ketika janin menempel di dalam rahim, dan plasenta melekat pada otot rahim di dalam rahim.

2. Kehamilan ektopik

Jenis kehamilan ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di lokasi selain tuba fallopi atau rahim, seperti leher rahim atau perut. Jenis kehamilan ini tidak dapat bertahan hidup dan biasanya tubuh akan menggugurkan janin secara spontan atau keguguran.

3. Kehamilan tuba

Ini merupakan jenis kehamilan ektopik dan terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di tuba fallopi, bukan di rahim. Jenis kehamilan ini tidak dapat bertahan hidup dan harus diakhiri dengan jika keguguran tidak terjadi secara alami.

4. Kehamilan intra abdominal

Jenis kehamilan ini cenderung terjadi setelah operasi caesar sebelumnya. Bekas luka operasi caesar dapat melemah dan robek, serta janin dapat masuk ke dalam rongga mulut.

5. Kehamilan tunggal

Kehamilan tunggal merupakan kehamilan dengan satu sel telur bertemu dengan satu sperma dan satu janin berkembang. 

6. Kehamilan kembar

Kehamilan kembar bisa terjadi dalam kondisi kembar dua, kembar tiga, kembar empat, dan lainnya. Kehamilan seperti ini dapat terjadi ketika beberapa sel telur dibuahi pada saat yang bersamaan, atau ketika dua sperma memasuki satu sel telur, atau ketika satu sel telur dibuahi oleh satu sperma yang membelah menjadi dua zigot. 

Kembar fraternal merupakan hasil dari lebih dari satu sel telur yang dibuahi, atau satu sel telur dibuahi oleh dua sperma. Kembar identik merupakan hasil dari satu sel telur yang membelah menjadi beberapa zigot.

7. Kehamilan lupus

Kehamilan ini merupakan kehamilan yang dialami perempuan dengan penyakit autoimun lupus, dengan pembekuan darah merupakan komplikasi.

8. Kehamilan berisiko tinggi

Kehamilan dengan peningkatan risiko komplikasi dianggap berisiko tinggi. Biasanya, ini terjadi pada kehamilan perempuan berusia di atas 35 tahun, memiliki riwayat diabetes, dan memiliki kondisi kesehatan lain yang memengaruhi kehamilan. 

Selain itu, riwayat masalah pada kehamilan sebelumnya juga bisa memengaruhi, termasuk persalinan prematur atau memiliki anak dengan cacat lahir, atau riwayat keluarga dengan kelainan genetik.

Para ibu yang merokok, mengonsumsi narkoba, dan minum alkohol juga masuk dalam deretan kehamilan berisiko tinggi. Bagi mereka yang kehamilannya berisiko tinggi, ada baiknya selalu bekerja sama dengan dokter untuk terus memantau kondisi kehamilan dan kesehatannya demi keselamatan ibu dan bayi.

9. Kehamilan molar  

Kehamilan molar lengkap terjadi akibat plasenta terbentuk di rahim tanpa janin yang menopangnya. Kehamilan molar parsial terjadi ketika dua sperma membuahi satu sel telur, tetapi dua janin tidak berkembang. Dalam kondisi ini, plasenta abnormal dan janin memiliki terlalu banyak kromosom yang selalu mengakibatkan keguguran spontan karena janin tidak dapat berkembang dengan aman.

Sebagian besar kehamilan memang berjalan sesuai rencana ya, Bunda. Namun, ketika keadaan darurat di suatu hari muncul, pastikan untuk segera mendapatkan pertolongan medis. Serta, lakukan perawatan prenatal secara rutin untuk mendeteksi masalah kesehatan dan mengurangi risiko komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur, anemia, dan berat badan lahir rendah seperti dikutip dari laman Vivaeve.

Itulah beberapa jenis kehamilan yang perlu Bunda tahu untuk membantu mengidentifikasi jenis kehamilan yang Bunda miliki. Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ibu Hamil Simpan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Ini Kata Ahli

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Alasan Utama Mengapa Saudara Sering Tidak Akur Menurut Terapis Keluarga

Mom's Life Nadhifa Fitrina

10 Pekerjaan yang Pernah Ada tapi Kini Menghilang dari Dunia Kerja

Mom's Life Amira Salsabila

Ungkapan Aurelie Moeremans untuk Ibunda, Ingin Lahirkan Anak Laki-laki yang Hormati Perempuan

Kehamilan Annisa Karnesyia

13 Cerita dari Dongeng Rakyat di Luar Negeri yang Mengajarkan Pelajaran Hidup Penting

Parenting Nadhifa Fitrina

Bisakah Sperma pada Laki-Laki Habis? Ini Faktanya, Bun

Kehamilan Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Alasan Utama Mengapa Saudara Sering Tidak Akur Menurut Terapis Keluarga

7 Film Hollywood Action Seru dan Menegangkan, Bisa Ditonton di BLOCKBUSTER SAHUR MOVIES TRANS TV

13 Cerita dari Dongeng Rakyat di Luar Negeri yang Mengajarkan Pelajaran Hidup Penting

10 Pekerjaan yang Pernah Ada tapi Kini Menghilang dari Dunia Kerja

Ungkapan Aurelie Moeremans untuk Ibunda, Ingin Lahirkan Anak Laki-laki yang Hormati Perempuan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK