HaiBunda

KEHAMILAN

Tak Lagi Tabu, Laki-laki Muda di China Buka-bukaan Soal Vasektomi & Alasan di Baliknya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 08 Mar 2026 13:30 WIB
Tak Lagi Tabu, Laki-laki Muda di China Buka-bukaan Soal Vasektomi & Alasan di Baliknya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Nuttawan Jayawan
Jakarta -

Vasektomi merupakan jenis kontrasepsi laki-laki yang dapat mencegah kehamilan istri. Di banyak negara, vasektomi masih dianggap hal yang tabu karena berbenturan dengan budaya dan stigma negatif masyarakat.

Namun tampaknya stigma negatif tersebut mulai luntur di negara China. Beberapa waktu lalu, para laki-laki muda di China menjadi viral karena berbagi pengalaman vasektomi mereka di platform media sosial. Mereka mengadvokasi bahwa kontrasepsi seharusnya bukan hanya tanggung jawab perempuan, Bunda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa sekitar dua pertiga pengguna IUD di seluruh dunia berada di China. Di negara ini, sangat sedikit laki-laki yang memilih sterilisasi.


Menurut China Health and Family Planning Statistical Yearbook, pada tahun 2020 terdapat total 14,7 juta operasi kontrasepsi di seluruh negeri, di mana 2.626 di antaranya adalah vasektomi pada laki-laki. Demikian seperti melansir dari laman South China Morning Post (SCMP).

Bagi laki-laki, vasektomi adalah prosedur bedah kecil dengan memotong atau menutup saluran yang membawa sperma dari testis dan mencegahnya bercampur dengan air mani. Vasektomi sering dianggap merugikan 'maskulinitas', dengan sebagian orang percaya bahwa jenis KB ini akan memengaruhi fungsi seksual seorang laki-laki.

Padahal, anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Vasektomi adalah bentuk kontrasepsi efektif yang tidak memengaruhi fungsi seksual maupun fungsi fisiologis pada seorang laki-laki, Bunda.

Alasan para laki-laki muda jalani vasektomi di China

Seiring meningkatnya kesadaran akan kesetaraan gender, semakin banyak laki-laki muda China yang memilih vasektomi untuk kontrasepsi. Mereka berbagi kisah di platform media sosial seperti Xiaohongshu, Baidu, dan Zhihu untuk mendukung orang lain yang mempertimbangkan hal yang sama.

Media China bahkan melaporkan bahwa vasektomi kini dipandang sebagai tanda 'laki-laki baik yang baru'. Istilah tersebut merujuk pada seorang laki-laki yang berbagi tanggung jawab keluarga, peduli pada pasangannya, menghormati perempuan, dan menghargai kesetaraan dalam hubungan.

Seorang laki-laki 29 tahun bernama Chen menjadi salah satu yang menjalani vasektomi di China. Kepada News Weekly, ia mengatakan bahwa prosedur tersebut menelan biaya sekitar 1.900 yuan (Rp4,6 juta). Setelah ditanggung asuransi, ia hanya membayar 48 yuan (Rp117 ribu).

Laki-laki berusia 30 tahun bermarga Wang juga bicara tentang alasannya ingin menjalani vasektomi. Laki-laki dari China Tengah ini mengaku bahwa memutuskan untuk vasektomi setelah mendapat dukungan dari keluarga dan pasangannya.

"Memiliki anak adalah beban yang sangat besar bagi perempuan. Saya juga tidak memiliki kepercayaan diri untuk menjadi ayah yang baik. Jika situasi keuangan kami memungkinkan di masa mendatang, kami mungkin akan mempertimbangkan untuk mengadopsi anak," katanya.

Kisah vasektomi juga pernah dibagikan oleh Liu Lu. Laki-laki asal China ini bahkan mendokumentasikan perjalanan sterilisasinya dalam channel YouTube.

"Bagi saya, maskulinitas berarti bertanggung jawab, melindungi keluarga saya, dan menjaganya agar aman dari campur tangan pihak luar, bahkan dari orang tua atau kerabat," kata Liu kepada Sixth Tone.

Laki-laki muda China yang buka suara tentang prosedur vasektomi ini kebanyakan lahir setelah tahun 2000. Melalui media sosial, mereka berharap dapat berbagi pilihan dan membuka percakapan yang jarang terdengar di dunia nyata.

Kepala dokter di Liuzhou Hospital dari Guangzhou Women and Children's Medical Center, Liao Xuefen, mengatakan bahwa sterilisasi laki-laki lebih sederhana dan kurang invasif dibandingkan sterilisasi pada perempuan. Tak hanya itu, sterilisasi laki-laki juga tidak berdampak pada aktivitas seksual.

Namun meskipun vasektomi adalah prosedur yang sederhana dan hemat biaya, persepsi publik sering kali melebih-lebihkan risikonya. Liao menekankan pentingnya peran rumah sakit dan media sosial dalam mematahkan kesalahpahaman terkait prosedur tersebut.

"Penjelasan sebelum operasi dan dukungan setelah operasi sangat penting untuk pemulihan mental dan fisik," katanya.

Demikian berita tentang cerita di balik banyak laki-laki di China buka-bukaan soal vasektomi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mulai 2026, Dua Negara Ini Bebaskan Biaya Melahirkan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Zodiak yang Dianggap Paling Sering Selingkuh Berdasarkan Peringkat, Siapa Nomor 1?

Mom's Life Amira Salsabila

Anak Suka Berkata Kasar & Mengumpat? Simak 8 Cara Menyikapi agar Tidak Diulangi

Parenting Indah Ramadhani

Cara Menghitung Pembagian THR untuk Mertua dan Orang Tua

Mom's Life Arina Yulistara

Bagaimana Memilih Merek Ice Cream yang Tepat untuk Ibu Hamil?

Rekomendasi Produk Annisa Aulia Rahim

Resep Kue Janda Genit yang Renyah dan Cantik, Coba Bikin Yuk Bun

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Resep Kue Janda Genit yang Renyah dan Cantik, Coba Bikin Yuk Bun

Bagaimana Memilih Merek Ice Cream yang Tepat untuk Ibu Hamil?

Anak Suka Berkata Kasar & Mengumpat? Simak 8 Cara Menyikapi agar Tidak Diulangi

Zodiak yang Dianggap Paling Sering Selingkuh Berdasarkan Peringkat, Siapa Nomor 1?

Cara Menghitung Pembagian THR untuk Mertua dan Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK