kehamilan
Ciri-ciri Keracunan Kehamilan, Penyebab Beserta Dampak Berbahaya bagi Bunda & Janin
HaiBunda
Rabu, 11 Mar 2026 21:00 WIB
Daftar Isi
- Apa itu keracunan kehamilan?
- Ciri-ciri keracunan kehamilan
- Penyebab keracunan kehamilan
- Bahaya keracunan kehamilan
- Dampak keracunan kehamilan pada ibu hamil
- Dampak keracunan kehamilan pada janin
- Apakah keracunan kehamilan bisa sembuh?
- Cara mengatasi keracunan kehamilan
- Cara mencegah keracunan kehamilan
Kasus keracunan kehamilan sering kali menghantui ibu hamil di luar sana. Kenali ciri-ciri keracunan kehamilan, penyebab beserta dampak berbahaya bagi Bunda & janin.
Penyebab keracunan kehamilan banyak tidak diketahui perempuan hamil secara umum. Padahal, bahaya keracunan kehamilan sangat serius termasuk risiko meninggal karena keracunan kehamilan. Simak infonya lebih lanjut agar bisa menjaga diri dari risiko tersebut, Bunda
Apa itu keracunan kehamilan?
Keracunan kehamilan mungkin terdengar awam walau sebenarnya istilah ini kerap Bunda dengar. Ya, istilah keracunan kehamilan ini sebenarnya merujuk pada preeklamsia.Â
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Preeklamsia sendiri merupakan suatu kondisi serius yang dapat terjadi di sekitar pertengahan kehamilan (setelah 20 minggu). Kondisi preeklamsia ditandai dengan kondisi tekanan darah serius yang berkembang selama kehamilan. Biasanya, penderita preeklamsia mengalami tekanan darah tinggi, protein dalam urine, pembengkakan, sakit kepala, dan penglihatan kabur.
Preeklamsia sendiri dapat memengaruhi organ lain dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan ginjal dan hati, cedera otak, serta efek samping serius lainnya. Tentunya, kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang sedang berkembang.Â
Mengingat risiko ini sangat serius, tim medis biasanya perlu memantau kehamilan dengan cermat dan rutin serta merekomendasikan pengobatan sesegera mungkin, seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Ciri-ciri keracunan kehamilan
Banyak orang mengalami keracunan kehamilan atau preeklamsia namun tidak menunjukkan tanda atau gejala hingga mereka menemui dokter untuk pemeriksaan rutin kehamilan. Namun sebenarnya, ada beberapa ciri-ciri keracunan kehamilan yang perlu Bunda waspadai seperti berikut ini:
1. Tekanan darah tinggi
2. Protein dalam urine
3. Retensi air
4. Sakit kepala
5. Penglihatan kabur atau sensitivitas terhadap cahaya
6. Munculnya bintik-bintik gelap dalam penglihatan
7. Nyeri perut bagian kanan atas
8. Pembengkakan di tangan, pergelangan kaki, dan wajah
9. Sesak napas
10. Kadar trombosit darah rendah
Jika kadar preeklamsia atau keracunan kehamilan Bunda termasuk berat, tim medis mungkin akan menginfokan Bunda untuk rawat inap di rumah sakit untuk observasi lebih lanjut. Dalam beberapa kasus, bahkan proses melahirkan perlu dilakukan sesegera mungkin.
Penyebab keracunan kehamilan
Beberapa peneliti percaya bahwa penyebab keracunan kehamilan mungkin terjadi karena masalah dengan suplai darah ke plasenta. Mengutip dari laman Holymotherscare, penyebab keracunan kehamilan masih belum jelas ya, Bunda.Â
Namun, beberapa faktor telah diidentifikasi dan bisa meningkatkan risikonya pada ibu hamil, di antaranya sebagai berikut:
1. Ibu hamil muda dan perempuan yang baru pertama kali hamil. Golongan ini sekitar 3-10 persen ternyata lebih rentan terhadap keracunan kehamilan dibandingkan mereka yang sudah beberapa kali hamil sebelumnya.
2. Cuaca dingin dan pergantian musim.
3. Orang yang sering lelah dan harus bekerja terlalu keras selama kehamilan.
4. Orang dengan obesitas, BMI > 30.
5. Orang yang mengonsumsi makanan yang mudah menyebabkan alergi.
6. Orang dengan penyakit dalam seperti tukak lambung, gagal ginjal kronis, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.
7. Orang dengan penyakit autoimun seperti lupus sistemik dan sindrom antifosfolipid.
8. Orang yang memiliki riwayat keracunan kehamilan pada  kehamilan sebelumnya, atau memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, diabetes, glomerulonefritis, kehamilan kembar, polihidramnion, dan lainnya.
Bahaya keracunan kehamilan
Keracunan kehamilan ternyata memiliki sisi bahaya yang perlu diwaspadai, Bunda. Jika tidak segera diobati, keracunan kehamilan dapat menyebabkan banyak komplikasi berbahaya seperti preeklamsia dan eklamsia.
1. Preeklamsia
Pada kondisi ini, ibu hamil mengalami gejala pusing, kabur, mual, peningkatan konsentrasi protein dalam urine 0,5 g/l, sedikit urine, dan edema yang semakin parah. Ibu hamil akan mengalami serangan eklamsia jika tekanan darahnya meningkat di atas 160/100 mmHg, dan pengobatan tidak menurunkannya. Kondisi ini sering terjadi pada ibu hamil setelah minggu ke-20.
2. Eklamsia
Risiko eklamsia biasanya terjadi di akhir kehamilan, ketika ibu mulai melahirkan atau setelah melahirkan. Gejalanya, ibu akan mengalami kejang, koma, tekanan darah tinggi, proteinuria, dan bahkan edema. Fenomena ini lebih sering terjadi pada anak pertama daripada anak kedua dan pada ibu hamil mulai minggu ke-30 dan seterusnya.
Saat mengalami eklamsia, seluruh tubuh penderitanya akan kaku dan matanya berputar ke atas. Tubuhnya juga akan melengkung ke belakang dan ia berhenti bernapas seketika, dan kemudian wajahnya akan kejang-kejang, anggota tubuhnya akan tersentak hebat.
Jika tidak hati-hati, ia akan menggigit lidahnya dan mengeluarkan busa dari mulutnya, wajahnya akan pucat dan dengan cepat berubah menjadi abu-abu. Setelah beberapa saat, kejang-kejang akan berangsur-angsur berkurang, ibu akan menjadi koma dan bernapas berat. Kondisi seperti ini perlu segera ditangani atau akan menyebabkan gagal jantung, edema paru, bahkan pendarahan otak dan kematian.
Dampak keracunan kehamilan pada ibu hamil
Kasus preeklamsia merupakan kondisi yang serius dan perlu segera mendapatkan penanganan. Ketika tidak segera mendapatkan pengobatan, preeklamsia bisa berakibat fatal bagi ibu hamil. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati yang parah serta mengganggu fungsi otak.
Beberapa dampak yang mungkin serius meliputi kejang, eklamsia, koma, stroke, dan lainnya. Selain itu, preeklamsia dapat menyebabkan sindrom HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, dan jumlah trombosit rendah). Ini terjadi ketika preeklamsia merusak hati dan sel darah merah serta mengganggu pembekuan darah.
Dampak keracunan kehamilan pada janin
Selain memberikan dampak keracunan kehamilan pada ibu hamil, preeklamsia juga berdampak pada kesehatan janin. Seperti diketahui, dari kondisi preeklamsia atau keracunan kehamilan, janin bisa mengalami risiko serius.
Secara umum, ada beberapa dampak keracunan kehamilan yang mungkin dialami janin dan patut diwaspadai, Bun. Beberapa dampak tersebut yang berisiko pada janin yakni kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan abrupsio plasenta.Â
Apakah keracunan kehamilan bisa sembuh?
Preeklamsia biasanya dideteksi selama pemeriksaan kehamilan rutin. Dan, diagnosis dapat dilakukan dengan tekanan darah tinggi, proteinuria, edema, dan beberapa tes darah.Â
Satu-satunya pengobatan untuk preeklamsia adalah melahirkan. Dokter biasanya akan membicarakan kondisi ini dengan pasien tentang kapan harus melahirkan berdasarkan usia kehamilan bayi, kondisi bayi di dalam rahim, dan tingkat keparahan preeklamsia, seperti dikutip dari laman WebMd.
Jika bayi belum mendekati usia kehamilan cukup bulan, dokter dapat mengobati preeklamsia ringan sampai bayi cukup berkembang untuk dilahirkan dengan aman. Semakin dekat tanggal kelahiran dengan tanggal perkiraan lahir, semakin baik untuk kesehatan bayi Bunda.
Cara mengatasi keracunan kehamilan
Pasien yang mengalami kasus keracunan kehamilan ringan atau tanpa gejala berat, dokter mungkin akan memberikan pengobatan seperti berikut ini:
1. Istirahat total di rumah atau di rumah sakit
2. Pemantauan cermat dengan monitor detak jantung janin dan USG yang sering
3. Obat yang menurunkan tekanan darah
4. Tes darah dan urine
Dokter juga menyarankan Bunda untuk tetap di rumah sakit agar mereka dapat memantau dengan cermat kondisi kesehatan Bunda. Selama di rumah sakit, dokter mungkin akan memberikan obat untuk membantu mencegah kejang, menurunkan tekanan darah, dan mencegah masalah lain. Selain itu, suntikan steroid dapat membantu perkembangan paru-paru bayi lebih cepat.
Perawatan lainnya meliputi suntikan magnesium untuk mencegah kejang terkait eklamsia. Sementara untuk preeklamsia berat, dokter mungkin perlu segera melahirkan bayi Bunda, bahkan jika belum mendekati waktu persalinan. Setelah itu, gejala preeklamsia akan hilang dalam 1 hingga 6 minggu tetapi bisa berlangsung lebih lama.
Cara mencegah keracunan kehamilan
Jika Bunda memiliki faktor risiko keracunan kehamilan atau preeklamsia, ada beberapa langkah yang bisa diambil sebelum dan selama kehamilan. Langkah-langkahnya dapat meliputi beberapa hal berikut:
1. Menurunkan berat badan jika mengalami obesitas
2. Mengelola tekanan darah dan gula darah
3. Menjaga rutinitas olahraga teratur
4. Tidur cukup
5. Mengonsumsi makanan sehat yang rendah garam dan menghindari kafein
Guna mencegah preeklamsia, mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari dapat mengurangi risiko terkena preeklamsia sekitar 15 persen. Jika Bunda memiliki faktor risiko preeklamsia, dokter akan merekomendasikan untuk memulai mengonsumsi aspirin di awal kehamilan. Sebaiknya, jangan memulai mengonsumsi aspirin kecuali dokter yang merekomendasikannya ya, Bunda.
Demikian penjelasan tentang ciri-ciri keracunan kehamilan, penyebab beserta dampak berbahaya bagi Bunda & janin. Semoga sehat selalu sampai persalinan, ya Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Pahami Penyebab Keracunan Kehamilan dan Dampaknya untuk Bunda Serta Janin
Kehamilan
Serba-serbi Keracunan Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Bumil, Gejala hingga Pengobatan
Kehamilan
Faktor Risiko & Deteksi Dini Preeklamsia pada Ibu Hamil, Jangan Disepelekan
Kehamilan
Kabar Bayi Terkecil di Dunia, Dulu Lahir 212 gr & Diprediksi Sulit Bertahan Hidup
Kehamilan
Konsumsi Asam Folat Bisa Cegah Preeklamsia? Ini Kata Dokter Bun
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Alasan Ibu Hamil Perlu Batasi Makan Tepung-tepungan, Terutama yang Belum Matang
8 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil untuk Kesehatan Bayi
5 Doa Menghilangkan Sakit Perut saat Hamil