KEHAMILAN
Angka Kesuburan di Singapura Menurun, Ini Penyebab dan Solusinya
Indah Ramadhani | HaiBunda
Rabu, 25 Mar 2026 20:00 WIBSingapura masih menjadi salah satu negara paling maju dan kaya di kawasan ASEAN. Meski begitu, akhir-akhir ini negara tersebut melaporkan penurunan angka kesuburan yang berdampak pada menurunnya angka kelahiran.
Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong menyatakan bahwa untuk pertama kalinya angka kesuburan Singapura turun di bawah 1,0 sejak tahun 2023. Pada Kamis (26/2/2026), dalam parlemen disebutkan bahwa angka kesuburan Singapura kini menyentuh 0,87 di tahun 2025.
Penurunan kesuburan ini membuat jumlah kelahiran warga Singapura di tahun 2025 hanya sekitar 27.500 bayi, terendah dalam sejarah. Menurut Gan, kondisi ini menjadi tantangan eksistensial bagi Singapura yang dikhawatirkan akan membuat populasi warga negara menyusut pada awal 2040-an.
Pasalnya, pertumbuhan populasi di Singapura sudah menurun sekitar 0,8 persen selama 10 tahun terakhir. Hampir mustahil untuk membalikkan angka tersebut menjadi normal, sebab Singapura memiliki lebih sedikit perempuan yang ingin melahirkan anak.
Melihat kondisi tersebut, Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong bersama pemerintah menyusun sejumlah kebijakan. Harapannya, langkah ini dapat membantu mengatasi penurunan angka kelahiran sekaligus menjaga stabilitas populasi di masa depan.
Kurangnya penataan dari sisi masyarakat
Menteri di Kantor Perdana Menteri Singapura, Indranee Rajah, mengatakan bahwa penurunan angka kesuburan tidak cukup diatasi dengan kebijakan pemerintah saja. Penataan ulang dari sisi masyarakat terkait pernikahan dan peran orang tua sangat berperan penting.
Setidaknya, terdapat tiga hal yang perlu diperbaiki menurut Rajah, sebagai berikut:
- Dukungan dan pandangan masyarakat terhadap pernikahan dan pengasuhan anak.
- Pengaturan tempat kerja yang layak dan nyaman untuk keluarga dan orang tua.
- Peran seluruh masyarakat dalam mendukung keluarga.
Agar terwujudnya penataan ulang tersebut, pemerintah berencana membentuk kelompok kerja baru untuk meningkatkan dukungan terhadap keluarga, termasuk mempertimbangkan penambahan cuti mengasuh anak serta bantuan biaya bagi para orang tua.
Akibat dari penurunan angka kesuburan di Singapura
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, penurunan kesuburan juga berdampak pada penurunan populasi warga Singapura. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara berpotensi terhambat.
Sementara itu, penduduk semakin menua yang mengakibatkan pengeluaran untuk pelayanan kesehatan dan sosial lansia semakin bertambah. Dapat disimpulkan bahwa akibat dari penurunan angka kesuburan bisa berdampak panjang bagi Singapura.
Kebijakan imigrasi menjadi solusi
Menurut Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, kondisi ini dapat mempengaruhi berbagai sektor, termasuk keamanan dan pertahanan negara. Karenanya, pemerintah Singapura membuat kebijakan imigrasi agar mendorong warga memiliki anak.
Pada tahun 2025, Singapura memberikan sekitar 25.000 kewarganegaraan baru. Dalam lima tahun ke depan, negara tersebut diperkiraan akan menerima sekitar 25.000 hingga 30.000 warga negara baru setiap tahunnya.
Tercatat di tahun 2024, terdapat sekitar 22.766 orang diberikan kewarganegaraan dan 35.264 orang diberikan izin tinggal tetap. Secara umum, angka-angka tersebut menunjukkan tren peningkatan sejak tahun 2013.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan imigrasi akan dilakukan secara selektif guna menjaga keseimbangan penduduk dan memastikan warga Singapura tetap menjadi penduduk mayoritas.
“Izinkan saya menegaskan bahwa kami tidak mengejar pertumbuhan hanya demi pertumbuhan itu sendiri. Pertumbuhan ekonomi adalah sarana untuk mencapai tujuan, yaitu meningkatkan kualitas hidup warga Singapura,” kata Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong dikutip dari CNA.
Demikian informasi mengenai angka kesuburan yang menurun di Singapura. Semoga bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Angka Kelahiran Turun, Bunda yang Melahirkan di Desa Ini Dapat Bonus Rp27 Juta
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Rumah Sakit di Singapura Kewalahan, Alami Lonjakan Permintaan IVF
Rumah Sakit Singapura Jadi Incaran Banyak Pasutri Pilih Jalani Bayi Tabung, Alasannya...
Rumah Sakit di Singapura Mulai Kewalahan, Semakin Banyak Pasangan Ingin Jalani IVF
Singapura Berikan Bonus pada Pasutri yang Ingin Punya Anak Selama Pandemi
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Jam Tangan Rose Gold Kristal: Nyaman Dipakai Harian?
-
Beautynesia
Rekomendasi Playlist Lagu K-Pop untuk Bikin Semangat di Pagi Hari
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Lagi Naik Daun, Ha Young Tuai Kontroversi Karena Kakeknya Diduga Pro Jepang
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif