Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Bacaan Surat Maryam untuk Ibu Hamil Ayat 1-16: Arab, Latin & Artinya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Minggu, 22 Mar 2026 17:30 WIB

Young beautiful Muslim Woman Praying In Mosque.
Bacaan Surat Maryam untuk Ibu Hamil Ayat 1-16: Arab, Latin & Artinya/Foto: Dok. iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Membaca ayat-ayat Al Qur'an selama kehamilan tidak saja menenangkan tetapi juga menjadi amalan baik bagi ibu hamil, salah satunya Surat Maryam. Simak bacaan Surat Maryam untuk ibu hamil ayat 1-16: Arab, latin & artinya.

Saat hamil, Surat Maryam serta Surat Yusuf banyak disarankan untuk sering dibaca. Katanya, Surat Yusuf diketahui akan membuat janin tampan jika terlahir laki-laki sedangkan Surat Maryam akan membuat janin cantik jika terlahir perempuan.

Bacaan Surat Maryam untuk ibu hamil ayat 1-16: Arab, Latin & artinya

كۤهٰيٰعۤصۤۚ ۝١

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


kâf hâ yâ ‘aîn shâd

Artinya: Kāf Hā Yā ‘Ain Ṣād.

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّاۚ ۝٢

dzikru raḫmati rabbika ‘abdahû zakariyyâ

Artinya: (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,

اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا ۝٣

idz nâdâ rabbahû nidâ'an khafiyyâ

Artinya: (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lirih.

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا ۝٤

qâla rabbi innî wahanal-‘adhmu minnî wasyta‘alar-ra'su syaibaw wa lam akum bidu‘â'ika rabbi syaqiyyâ

Artinya: Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku.

وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّاۙ ۝٥

wa innî khiftul-mawâliya miw warâ'î wa kânatimra'atî ‘âqiran fa hab lî mil ladungka waliyyâ

Artinya: Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu.

يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا ۝٦

yaritsunî wa yaritsu min âli ya‘qûba waj‘al-hu rabbi radliyyâ

Artinya: (Seorang anak) yang akan mewarisi aku dan keluarga Ya‘qub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridai.”

يٰزَكَرِيَّآ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ ࣙاسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا ۝٧

yâ zakariyyâ innâ nubasysyiruka bighulâminismuhû yaḫyâ lam naj‘al lahû ming qablu samiyyâ

Artinya: (Allah berfirman,) “Wahai Zakaria, Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki yang bernama Yahya yang nama itu tidak pernah Kami berikan sebelumnya.”

قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا ۝٨

qâla rabbi annâ yakûnu lî ghulâmuw wa kânatimra'atî ‘âqiraw wa qad balaghtu minal-kibari ‘itiyyâ

Artinya: Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana (mungkin) aku akan mempunyai anak, sedangkan istriku seorang yang mandul dan sungguh aku sudah mencapai usia yang sangat tua?”

قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا ۝٩

qâla kadzâlik, qâla rabbuka huwa ‘alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai'â

Artinya: Dia (Allah) berfirman, ”Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, ”Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.”

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةًۗ قَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا ۝١٠

qâla rabbij‘al lî âyah, qâla âyatuka allâ tukalliman-nâsa tsalâtsa layâlin sawiyyâ

Artinya: Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Tandanya bagimu ialah bahwa engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama (tiga hari) tiga malam, padahal engkau sehat.”

فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا ۝١١

fa kharaja ‘alâ qaumihî minal-miḫrâbi fa auḫâ ilaihim an sabbiḫû bukrataw wa ‘asyiyyâ

Artinya: Lalu, (Zakaria) keluar dari mihrab menuju kaumnya lalu dia memberi isyarat kepada mereka agar bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.

يٰيَحْيٰى خُذِ الْكِتٰبَ بِقُوَّةٍۗ وَاٰتَيْنٰهُ الْحُكْمَ صَبِيًّاۙ ۝١٢

yâ yaḫyâ khudzil-kitâba biquwwah, wa âtainâhul-ḫukma shabiyyâ

Artinya: (Allah berfirman,) “Wahai Yahya, ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.” Kami menganugerahkan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak.

وَّحَنَانًا مِّنْ لَّدُنَّا وَزَكٰوةًۗ وَكَانَ تَقِيًّاۙ ۝١٣

wa ḫanânam mil ladunnâ wa zakâh, wa kâna taqiyyâ

Artinya: (Kami anugerahkan juga kepadanya) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dia pun adalah seorang yang bertakwa.

وَّبَرًّا ۢ بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا ۝١٤

wa barram biwâlidaihi wa lam yakun jabbâran ‘ashiyyâ

Artinya: (Dia) orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia bukan orang yang sombong lagi durhaka.

وَسَلٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوْتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّاࣖ ۝١٥

wa salâmun ‘alaihi yauma wulida wa yauma yamûtu wa yauma yub‘atsu ḫayyâ

Artinya: Kesejahteraan baginya (Yahya) pada hari dia dilahirkan, hari dia wafat, dan hari dia dibangkitkan hidup kembali.

وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ مَرْيَمَۘ اِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ اَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّاۙ ۝١٦

wadzkur fil-kitâbi maryam, idzintabadzat min ahlihâ makânan syarqiyyâ

Artinya: Ceritakanlah (Nabi Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis).

Kapan ibu hamil membaca Surat Maryam ayat 1-16?

Surat Maryam merupakan salah satu Surat yang dianjurkan dibaca selama hamil. Sebab, Surat Maryam dipercaya memiliki manfaat spesifik bagi janin. Bahwa apabilah seorang perempuan hamil sering membaca Surat Maryam, maka anaknya akan terlahir cantik layaknya Maryam bin Imran.

Maryam merupakan salah satu perempuan tercantik yang pernah ada di muka bumi ini. Namun, kecantikannya bukanlah kecantikan fisik (wajah dan kulit) melainkan kecantikan non fisik (inner beauty). 

Bila dilihat dari segi fisik, tentu kecantikan  Maryam masih jauh di bawah kecantikan Hawa, istri nabi Adam, dan Ratu Balqis. Namun, inner beauty dari sosok Maryam dapat terlihat dengan begitu nyata dari ketaatan, keimanan, dan keshalihannya kepada Allah SWT.

Dalam buku-buku sejarah disebutkan bahwa Maryam adalah sosok perempuan salihah yang selalu menjaga kesuciannya. Ia tidak pernah disentuh oleh lelaki mana pun. Ia sangat takut kepada Allah SWT. Dan, karena sifat-sifat itulah, Allah menganugerahkan seorang putra kepadanya tanpa melalui perantara lelaki. Anaknya kemudian menjadi salah satu nabi yakni Nabi Isa.

Maryam juga dikenal sosok yang sangat sabar. Ia sabar ketika orang-orang di sekitarnya mencaci dan mengucilkan serta menuduhnya telah melakukan zina. Sebab, ia hamil saat belum bersuami. Dalam cercaan itu,  Maryam menerimanya dengan ikhlas dan penuh kesabaran. Karena itulah, ia disebut sebagai perempuan paling ikhlas di dunia.

Sehingga, seperti dikutip dari buku Panduan Kehamilan dan Kelahiran bagi Muslimah yang ditulis oleh Nur Hayati dan diterbitkan Sabil,  membaca Surat Maryam saat hamil dianjurkan bagi perempuan dengan tujuan agar anak yang dilahirkan (bila perempuan) memiliki inner beauty atau sifat-sifat baik seperti Maryam. 

Ini merupakan inner beauty dalam arti yang sebenarnya dan bukan berharap agar memiliki wajah cantik seperti Maryam. Dengan demikian, tidak ada salahnya bila ibu hamil memperbanyak membaca Surat Maryam saat hamil. Tetapi, perlu diingat bahwa niatkan agar anak Bunda memiliki sifat-sifat seperti Maryam, dan bukan cantik wajahnya saja.

Keutaman membaca Surat Maryam untuk ibu hamil Ayat 1-16

Hamil merupakan fase yang indah dan menakjubkan bagi setiap perempuan. Bagi seorang muslimah, masa kehamilan tentunya perlu dilakukan dengan penuh persiapan sesuai tuntunan ajaran Islam. Sehingga, bukan sekadar mempersiapkan secara fisik dengan asupan bergizi semata tetapi juga persiapan mental dan spiritual.

Dengan pentingnya membekali diri akan hal religi tersebut, ibu hamil pun perlu mengisi hari-harinya dengan lantunan doa dan juga bacaan Surat dalam Al Qur'an, salah satunya Surat Maryam ya, Bunda.

Ada banyak keutamaan dalam membaca Surat Maryam selama kehamilan yang belum diketahui ibu hamil di luar sana. Berikut ini beberapa di antaranya ya, Bunda:

1. Dimudahkan saat mengandung hingga melahirkan

Salah satu hal yang sangat penting dari keajaiban yang diberikan kepada Allah SWT kepada Maryam ialah fakta bahwa selama hamil sampai melahirkan, Allah SWT memudahkan Maryam. Allah SWT benar-benar melindungi dan memberikan keistimewaan kepadanya.

2. Mendapatkan anak yang salihah layaknya Maryam

Saat hamil, bacalah Surat Maryam secara konsisten dan istiwamah. Konsistensi merupakan wujud dari rasa butuh hambanya terhadap Allah SWT sebagai Dzat yang bisa mengubah apa pun dalam sekejab mata. Maka, bacalah dan amalkan Surat Maryam. Hayatilah maknanya sambil memohon pertolongan kepada Allah agar anak-anak tumbuh menjadi sosok yang shalihah dan bertakwa kepada-Nya seperti dikutip dari Buku Rahasia Kemukjizatan Surat-Surat Paling Populer dalam Al Qur'an yang ditulis Ms'ud Ruhul Amin, dan diterbitkan Noktah.

3. Dijaga kesucian diri dan anaknya

Allah SWT menjaga kesucian diri Maryam secara lahir dan batik meskipun orang yang tidak paham saat itu menyebutkan sebagai pezina. Jika Allah SWT menakdirkan Bunda memiliki anak perempuan, pasti Bunda menginginkan anak tersebut lahir suci secara lahir dan batin. Tentunya sebagai bagian dari upaya mewujudkan hal tersebut, perlu bagi Bunda melakukan hal-hal yang positif. 

Semoga informasinya membantu ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda