kehamilan
Gwen Stefani Kenang Pengalaman Hamil di Usia 44 Th, Penuh Cerita Emosional
HaiBunda
Kamis, 19 Mar 2026 17:00 WIB
Penyanyi Amerika Gwen Stefani melahirkan anak ketiganya Apollo Bowie Flynn Rossdale, pada tahun 2014. Kelahiran Apollo seperti mimpi yang jadi kenyataan bagi pelantun lagu Hollaback Girl ini.
Gwen Stefani belum lama ini mengatakan bahwa pengalaman kehamilan ketiganya begitu emosional. Pasalnya, ia menjalani kehamilan saat usianya 44 tahun, Bunda.
Bagi Gwen Stefani, perjalanan itu tidak mudah. Setelah menjadi melahirkan dua anak, istri penyanyi Blake Tollison itu masih mendambakan untuk menambah anggota keluarganya. Namun di usia 43 tahun, ia percaya bahwa mimpi itu mungkin tidak akan pernah menjadi kenyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya putus asa," kenang Gwen Stefani, dilansir laman HOLA!.
"Saya benar-benar ingin punya bayi lagi. Sungguh. Tapi saya tidak bisa dan saya sudah tua. Lalu putra sulung saya, Kingston, datang menghampiri saya. Dia berkata, 'Ibu, aku benar-benar ingin Ibu punya bayi lagi'. Saya menjawab, 'Maaf, Ibu sudah terlalu tua untuk punya bayi sekarang'," sambungnya.
Doa anak pertama mengubah segalanya
Keinginan anak pertama Gwen Stafani untuk memiliki adik lagi tampaknya tidak bisa dikesampingkan. Menurut penyanyi itu, sang putra mulai mendoakannya setiap malam.
"Seperti, 'Ya Tuhan, semoga ibuku punya bayi.' Dan aku hanya duduk di sana sambil berpikir, 'Wow, lihat anakku. Dia berdoa untukku'," katanya.
Gwen Stefani mengatakan bahwa dia tidak pernah meminta putranya untuk melakukan itu. Ia bahkan tidak pernah mengajarinya untuk berdoa secara khusus untuk hal itu, Bunda. Namun, apa yang terjadi setelah itu menjadi momen digambarkan Gwen Stefani sebagai kejadian luar biasa. Ia dinyatakan hamil anak ketiga.
"Saya rasa sekitar empat minggu kemudian saya hamil Apollo, yang saya lahirkan pada usia 44 tahun, benar-benar sebuah anugerah," kata personel band No Doubt ini.
Gwen Stefani melihat kejadian tersebut sebagai sesuatu yang jauh lebih dari sekadar kebetulan. Di matanya, kehadiran Apollo tak lain adalah sebuah keajaiban.
Gwen mengaitkan kehamilannya dengan sesuatu yang bersifat 'spiritual'. Ia mengatakan bahwa keyakinan yang dianut tampaknya mengarahkannya pada kelahiran sang putra Apollo.
"Saya rasa, sebagai seorang anak, pendidikan Katolik yang ia terima sangatlah penting, dan saya rasa ibu sayalah yang benar-benar menanamkan benih iman dalam diri saya, dan dia tahu saya membutuhkannya, dan dia benar," ujarnya.
Peluang hamil di usia 40-an
Mendapatkan kehamilan di usia 40-an memang tak mudah. Pasalnya, kesuburan seorang perempuan akan menurun seiring bertambahnya usia, Bunda.
"Usia adalah prediktor utama keberhasilan (untuk hamil)," kata ahli endokrinologi reproduksi, Dr. Allison K. Rodgers, dikutip dari Flo Health.
Secara biologis, waktu terbaik untuk hamil adalah di usia 20-an, ketika perempuan memiliki banyak sel telur berkualitas baik. Tetapi itu tidak selalu merupakan waktu yang tepat bagi beberapa perempuan.
Kemudian, kesuburan mulai menurun secara bertahap sekitar usia 32 tahun dan kemudian lebih cepat dari usia 37 tahun. Sebagian besar perempuan masih bisa hamil di akhir usia 30-an, meski membutuhkan waktu sedikit lebih lama.
"Hanya 1 dari 10 orang yang akan hamil dalam satu siklus menstruasi pada usia 40 tahun. Pada usia ini, seorang perempuan memiliki peluang 44 persen untuk hamil dalam waktu satu tahun. Hal ini karena seiring bertambahnya usia, jumlah sel telur di ovarium akan menurun," ujar pakar Kecia Gaither, MD, MPH, FACOG, melansir dari Web MD.
"Pada usia 40 tahun, jika perempuan dalam kondisi sehat, ia memiliki peluang 5 persen untuk hamil per siklus menstruasi," sambungnya.
Pada saat yang sama, kemungkinan keguguran akan meningkat seiring bertambahnya usia. Seseorang berusia 40 tahun biasanya memiliki sekitar 40 persen kemungkinan mengalami keguguran. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan seseorang yang berusia 20-an, yakni kurang dari 15 persen.
Program hamil di usia 40 tahun perlu direncanakan dengan matang oleh pasangan suami istri. Pastikan untuk menjalani gaya hidup sehat dan memeriksakan kondisi medis ke dokter.
"Kunjungi dokter untuk membicarakan tentang diet dan gaya hidup, pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS), berat badan ideal sebelum hamil, dan kekhawatiran lainnya sebelum hamil. Setiap orang sebaiknya membuat janji temu sebelum mencoba hamil. Ini menjadi sangat penting jika perempuan berusia 40 tahun ke atas," ungkap Gaither.
Demikian kisah Gwen Stefani yang menceritakan kisah kehamilan ketiganya saat berusia 44 tahun.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Kisah Bunda Akhirnya Berhasil Hamil di Usia 46 Tahun Usai 10 Bulan Keguguran
Kehamilan
Kisah 5 Bunda Seleb Dunia Hamil di Atas Usia 40 Tahun
Kehamilan
Jawaban Bijak Terry Putri soal Momongan, Pikirkan Risiko Ini Jika Hamil di Usia Kepala 4
Kehamilan
Semakin Banyak Wanita yang Hamil & Melahirkan di Usia 40 Th ke Atas, Ternyata Ini Alasannya
Kehamilan
Persiapan Hamil di Usia 40 Th agar Janin Sehat: Makanan, Posisi Tidur & Olahraga
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Persiapan Hamil di Usia 40 Th agar Janin Sehat: Makanan, Posisi Tidur & Olahraga
Banyak Wanita Swedia Pilih Hamil dan Melahirkan di Atas Usia 40 Thn, Alasannya..
Mengandung di Usia 40+ Miliki Peluang Lebih Besar Dapatkan Kehamilan Kembar