kehamilan
Kehamilan di Usia Muda Menurunkan Risiko Kanker Payudara? Simak Hasil Penelitian
HaiBunda
Rabu, 08 Apr 2026 11:10 WIB
Faktor usia tak hanya memengaruhi kehamilan, Bunda. Studi terbaru mengungkap bahwa kehamilan dini, yakni di bawah usia 20 tahun, dapat menurunkan risiko kanker payudara.
Studi yang diterbitkan di Nature Communications pada awal tahun 2026 ini menemukan bahwa kehamilan dapat menghambat penumpukan sel-sel di payudara. Sel-sel tersebut telah mengalami 'krisis identitas' yang mungkin memicu perkembangan kanker. Jika sel-sel tersebut memang mendorong jaringan untuk menjadi penyakit, maka mencegah akumulasinya mungkin dapat mencegah kanker payudara.
"Kami mencoba melihat mengapa sel-sel ini muncul dan apakah ada cara untuk menghentikannya," kata ahli biologi kanker dan sel punca di University of California, Santa Cruz, Shaheen Sikandar, dilansir Science News.
Pada perempuan, melahirkan sebelum usia 20-an disebut dapat mengurangi risiko kanker payudara seumur hidup. Meski begitu, perkiraan seberapa besar pengurangannya dapat bervariasi, Bunda.
"Beberapa petunjuk tentang fenomena ini berasal dari tikus muda, yang jaringan payudaranya mengalami perubahan molekuler setelah kehamilan. Tetapi tidak ada yang memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang terjadi pada hewan yang lebih tua, setelah efek perlindungan kehamilan mulai bekerja," ujar Sikandar.
Studi dilakukan pada tikus percobaan
Dalam studi ini, peneliti membandingkan tikus yang pernah hamil dengan tikus yang belum pernah hamil. Mereka lalu memeriksa kedua kelompok pada usia yang berbeda, hingga usia 18 bulan atau serata dengan usia 55 sampai 65 tahun dalam umur manusia.
Para peneliti kemudian menyelidiki jaringan payudara menggunakan teknik yang memungkinkan untuk mengidentifikasi sel. Teknik ini juga dapat melihat apa yang dilakukan oleh setiap sel, Bunda.
Pada tikus tua yang belum pernah hamil, tim peneliti menemukan sel-sel dengan ciri-ciri aneh. Salah satunya adalah sel hibrida.
Alih-alih sesuai dengan salah satu dari dua jenis sel payudara utama, sel hibrida tersebut merupakan gabungan dari keduanya. Identitas yang berubah semacam itu mungkin menjadi pendorong utama penyebab kanker, seperti yang dilaporkan oleh tim peneliti lain dalam sebuah studi terpisah yang diterbitkan di Nature.
Tapi, tikus dan manusia adalah hewan yang sangat berbeda. Jadi belum jelas apakah pengamatan tim peneliti akan berlaku pada manusia. Terlalu dini juga untuk mengatakan apakah sel hibrida merupakan pemicu kanker.
"Kami pikir sel-sel ini berbahaya. Mereka menunjukkan tanda-tanda bahaya," ungkap seorang peneliti kanker payudara di City of Hope di Duarte, California, Mark LaBarge.
Menurut LaBarge, penelitian ini telah memicu 'optimisme dan rasa ingin tahu yang lebih hati-hati'. Namun dengan meneliti tikus, tim peneliti telah menemukan 'populasi sel yang sangat menarik'. Temuan tersebut bisa menjadi alasan untuk melakukan penelitian lebih lanjut, Bunda.
Kanker payudara yang mengancam jiwa
Perlu diketahui, kanker payudara adalah penyakit di mana sel-sel payudara yang abnormal tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor. Jika tidak ditangani, tumor dapat menyebar ke seluruh tubuh dan berakibat fatal.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan ada 2,3 juta perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara dan 670.000 kematian di seluruh dunia pada tahun 2022. Kanker payudara terjadi di setiap negara di dunia pada perempuan di segala usia setelah pubertas, tetapi dengan angka kejadian yang meningkat di usia lanjut.
Sel kanker payudara bermula di dalam saluran ASI dan/atau lobulus penghasil ASI di payudara. Bentuk paling awal tidak mengancam jiwa dan dapat dideteksi pada stadium awal.
Namun, sel kanker dapat menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya (invasif). Hal ini menciptakan tumor yang menyebabkan benjolan atau penebalan.
Kanker invasif dapat menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain di dekatnya (bermetastasis). Metastasis dapat mengancam jiwa dan berakibat fatal.
Demikian hasil studi terbaru tentang kehamilan usia dini yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara. Semoga informasi ini bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
'Diagnosis Kanker Payudara Kudapat Saat Hamil Anakku yang ke-4'
Kehamilan
Perjuangan Ibu Hamil Sambil Jalani Kemoterapi, Happy Ending!
Kehamilan
Tak Perlu Panik, Ini Penyebab Muncul Benjolan di Payudara Ketika Hamil
Kehamilan
Suntik KB Bisa Menyebabkan Kanker Payudara? Simak Faktanya Bunda
Kehamilan
Penggunaan IUD Hormonal Berisiko Alami Kanker Payudara? Simak Hasil Studi Terbaru
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Penanganan Kanker Payudara pada Ibu Hamil
Kapan Boleh Hamil lagi Setelah Jalani Pengobatan Kanker Payudara?
Kisah Bunda Hamil 5 Bulan Didiagnosis Kanker Limfoma Stadium 4, Ungkap Gejala Tak Biasa