kehamilan
Bayi Baru Lahir Ternyata Sudah Bisa Mengenali Ritme Musik, Simak Fakta Menariknya
HaiBunda
Rabu, 01 Apr 2026 08:50 WIB
Bayi baru lahir dengan kemampuan musik ternyata bukan sekadar mitos. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sejak hari-hari pertama kehidupannya, bayi sudah mampu mengenali bahkan mengantisipasi ritme dalam musik. Temuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana otak manusia berkembang sejak awal kehidupan. Simak faktanya berikut.
Jauh sebelum mereka bisa bertepuk tangan mengikuti lagu atau bergoyang mengikuti irama, bayi ternyata sudah memiliki kemampuan alami terhadap ritme. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Biology mengungkap bahwa bayi yang baru lahir dapat mengantisipasi pola ritmis dalam musik, bahkan saat usia mereka baru beberapa hari.
Kemampuan bayi baru lahir
Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa sekitar usia kehamilan 35 minggu, janin sudah mampu merespons musik. Respons tersebut terlihat dari perubahan detak jantung dan gerakan tubuh. Â Namun, apakah bayi yang baru lahir benar-benar dapat memprediksi musik masih belum jelas.
"Bayi yang baru lahir datang ke dunia sudah selaras dengan ritme. Bahkan pendengar kecil berusia 2 hari pun dapat mengantisipasi pola ritmis, yang menunjukkan bahwa beberapa elemen penting dalam persepsi musik sudah terbentuk sejak lahir," tulis para penulis dikutip dari laman Newsweek.Â
Menariknya kemampuan bayi baru lahir bukan hanya sekadar merespons suara atau ritme tapi melodi seiring berkembangnya waktu.Â
"Ekspektasi melodi kemampuan kita untuk memprediksi alur sebuah lagu, belum tampak pada tahap ini. Hal ini menunjukkan bahwa melodi bukanlah kemampuan bawaan, melainkan dipelajari secara bertahap melalui paparan. Dengan kata lain, ritme mungkin merupakan bagian dari perangkat biologis kita, sementara melodi adalah sesuatu yang kita kembangkan seiring waktu".
Dalam studi ini, peneliti utama Roberta Bianco dari Institut Teknologi Italia bekerja sama dengan tim internasional untuk meneliti 49 bayi baru lahir. Para bayi yang sedang tidur diperdengarkan musik piano karya Johann Sebastian Bach.
Musik yang digunakan mencakup 10 melodi asli, serta empat versi yang telah diubah di mana melodi dan nada diacak. Saat para bayi tidur, para ilmuwan merekam aktivitas otak mereka menggunakan elektroensefalogram (EEG), dengan menempatkan elektroda kecil di kepala bayi.
Tim peneliti mengamati respons otak yang menunjukkan 'kejutan' ketika ritme musik berubah secara tiba-tiba. Reaksi ini menandakan bahwa bayi memiliki ekspektasi terhadap pola musik tertentu.
Hasilnya menunjukkan bahwa otak bayi yang baru lahir bereaksi dengan kejutan ketika ritme berubah secara tak terduga, yang menandakan pada usia beberapa hari, bayi sudah membentuk prediksi berdasarkan struktur ritmis.
"Studi kami menunjukkan bahwa pemrosesan ritme sudah cukup kuat sejak lahir, sementara pemrosesan melodi tampaknya masih kurang berkembang. Namun, bagaimana pengalaman awal dapat membentuk jalur perkembangan tersebut masih menjadi pertanyaan terbuka," kata Roberta Bianco.
Temuan ini menunjukkan bahwa ritme merupakan komponen dasar dalam persepsi pendengaran manusia. Memahami bagaimana dan kapan kemampuan ini muncul dapat membantu ilmuwan memetakan bagaimana sistem pendengaran otak berkembang pada awal kehidupan serta bagaimana manusia mulai memiliki kesadaran musikal.
Para peneliti juga menyebutkan bahwa studi ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana pengalaman membentuk persepsi musik. Meskipun banyak orang tua mungkin bertanya-tanya apakah memperdengarkan musik kepada bayi dapat mempercepat perkembangan, para peneliti menekankan bahwa studi mereka tidak secara langsung menguji efek paparan musik tersebut.
Penelitian ini juga tidak meneliti hasil perkembangan yang lebih luas, seperti perkembangan bahasa atau emosi. Namun, penelitian sebelumnya memberikan petunjuk yang menarik terkait hal tersebut.
Penelitian sebelumnya dari University of Washington menemukan bahwa intervensi musik dapat meningkatkan pemrosesan saraf bayi terhadap aspek waktu, baik dalam musik maupun dalam percakapan.
Sementara itu, penelitian yang dipimpin oleh psikolog Laurel Stewart menemukan bahwa lingkungan rumah yang kaya akan musik berkaitan dengan kemampuan komunikasi gestural yang lebih kuat pada bayi yang lebih besar. Selain itu, kebiasaan orang tua bernyanyi juga dikaitkan dengan pemahaman bahasa yang lebih baik sebelum usia 12 bulan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
5 Fakta Bayi Baru Lahir yang Perlu Bunda Tahu
Kehamilan
Ini Negara dengan Angka Kematian Bayi Baru Lahir Terendah di Dunia, Bagaimana Indonesia?
Kehamilan
3 Alasan Bayi Baru Lahir Pakai Gelang Identitas, Bumil perlu Tahu
Kehamilan
Cara Menghitung Apgar Score untuk Menilai Kesehatan Bayi Baru Lahir, Ibu Hamil Perlu Tahu
Kehamilan
5 Peristiwa Kelahiran Bayi yang Menghebohkan Dunia
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ini Daftar Lagu yang Paling Populer Diputar di Ruang Bersalin, Jadi Mood Booster Bunda saat Melahirkan
Bisakah Bayi di Kandungan Merasakan Usapan Perut Ibunya? Simak Penjelasan Pakar
Kehamilan Ternyata Bisa Menghapus Beberapa Kenangan Buruk Bunda