Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Persiapan Persalinan, Ini 8 Tips agar Bayi Tidak Tertukar di Rumah Sakit

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 17 Apr 2026 16:30 WIB

Ilustrasi Ibu dan Bayi Baru Melahirkan
Ilustrasi Ibu Hamil Baru Melahirkan/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Insiden bayi hampir tertukar belum lama ini terjadi di di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kejadian ini menjadi viral lantaran ibunda bayi tersebut menceritakan pengalamannya di media sosial.

Fenomena bayi tertukar di rumah sakit memang masih ditemukan, Bunda. Padahal, kejadian tersebut bisa dicegah.

Dari sisi orang tua, pencegahan dapat dilakukan dengan membuat perencanaan persalinan sejak masa kehamilan. Perencanaan ini juga dapat melibatkan keluarga dan pihak rumah sakit.

Lantas, seperti apa persiapan persalinan agar bayi tidak tertukar saat melahirkan di rumah sakit?

Simak penjelasan Bubun berikut ini ya!

Tips agar bayi tidak tertukar di rumah sakit

Catat ya, berikut 8 tips agar bayi tidak tertukar di rumah sakit usai dilahirkan, melansir dari beberapa sumber:

1. Sudah memilih rumah sakit sebelum melahirkan

Sebelum melahirkan, Bunda dan Ayah sebaiknya sudah memilih rumah sakit yang dituju ya. Dikutip dari laman The Herald Times, prioritaskan untuk mencari rumah sakit dengan sistem keamanan yang baik.

Perlu diketahui, setiap rumah sakit pasti memiliki sistem keamanan. Tetapi Bunda dapat mengurangi kekhawatiran dengan memastikan bahwa rumah sakit dan staf yang bekerja di sana juga telah memiliki langkah-langkah keamanan yang ketat.

2. Melakukan 'tur' ke rumah sakit

Bila memungkinkan, Bunda dan Ayah dapat mengunjungi rumah sakit yang dituju atau melakukan 'tur' singkat di sana. Selain mengetahui seluk beluk rumah sakit, Bunda juga dapat mengenal staf dan rutinitas umum yang terjadi di tempat tersebut. Saat melakukan 'tur', jangan ragu untuk bertanya tentang prosedur keamanan di rumah sakit ya.

3. Ikut memeriksa gelang yang digunakan di bayi

Rumah sakit biasanya memiliki sistem untuk memastikan bayi tetap bersama ibu yang tepat. Misalnya, ibu dan bayi akan mendapatkan gelang yang sama.

Setiap kali bayi akan dibawa kepada Bunda, perawat akan memeriksa apakah nomor di gelang untuk mengetahui kecocokan. Saat melakukan hal tersebut, Bunda juga dapat memeriksa ulang untuk memastikan kecocokan.

4. Mengambil foto bayi setelah lahir

Memiliki foto bayi yang baru lahir juga dapat meredakan kekhawatiran. Saat mengambil foto, Bunda dapat mempelajari dan mengenal fitur-fitur wajah Si Kecil sehingga kita dapat mengidentifikasi secara visual maupun melalui gelang identitas. Selain itu, perhatikan juga tahi lalat atau tanda lahir unik yang ada di tubuh bayi.

5. Meminta keluarga untuk mengawasi bayi

Jika Bunda tidak dapat menemani bayi selama di rumah sakit, minta anggota keluarga untuk menemani. Misalnya, mintalah suami untuk hadir saat perawat memandikan bayi dan ketika akan menjalani tes lain yang tidak dapat dilakukan di kamar perawatan.

Setelah melahirkan, mintalah suami atau anggota keluarga lain mengawasi bayi untuk memastikan ia tidak tertukar dengan bayi lain. Sekali lagi, keamanan dan protokol rumah sakit seharusnya mencegah hal ini terjadi, tetapi mengambil tindakan pencegahan ekstra dapat menenangkan pikiran kita sebagai Bunda.

6. Ketahui data kesehatan bayi

Setiap kali bayi dikembalikan ke Bunda, periksa gelang identitasnya dan verifikasi datanya. Pastikan untuk mengecek jenis kelamin, warna rambut, dan ciri khas lainnya. Bunda juga dapat meminta agar bayi diukur dan ditimbang sebelum dan setelah keluar ruang perawatan.

7. Verifikasi identitas staf rumah sakit

Memeriksa identitas setiap orang yang menangani bayi juga penting ya, Bunda. Pastikan untuk menghafal nama dan memastikan foto identitas staf sesuai dengan wajah mereka.

Untuk menghindari bayi tertukar, Bunda dapat meminta staf lain untuk memeriksa ulang apakah perawat yang datang memang benar bekerja di rumah sakit, dan bukan sukarelawan atau orang asing. Jangan merasa bersalah karena terlalu waspada karena ini semua dilakukan untuk menjaga keselamatan bayi.

8. Gunakan kain yang mudah dikenali

Bayi baru lahir biasanya dibungkus dengan kain bedong. Nah, untuk mencegah bayi tertukar, Bunda bisa menggunakan kain bedong yang mudah dikenali dan unik. Bunda juga perlu mengingat warna dan motif kain tersebut ya.

Demikian 8 tips agar bayi tidak tertukar di rumah sakit. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda