HaiBunda

KEHAMILAN

Peneliti Temukan Sel Baru yang Hanya Muncul saat Hamil, Fungsinya Masih Misterius

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 27 Apr 2026 15:20 WIB
Peneliti Temukan Sel Baru yang Hanya Muncul saat Hamil, Fungsinya Masih Misterius/ Foto: iStock
Jakarta -

Teknologi di dunia medis dan sains terus berkembang, Bunda. Baru-baru ini, peneliti menemukan jenis sel baru yang hanya muncul saat hamil.

Dilansir Live Science, jaringan atau sel unik ini tumbuh dan berevolusi sepanjang kehamilan untuk mengakomodasi janin yang sedang berkembang. Dalam memetakan jaringan baru ini, para ilmuwan mengungkapkan subtipe sel yang belum pernah dijelaskan sebelumnya dan tampaknya unik untuk kehamilan.

"Sel-sel ini jumlahnya tiba-tiba meningkat pada awal kehamilan saat lapisan rahim berubah bentuk untuk melindungi dan menopang embrio," kata penulis utama studi dan spesialis pengobatan regeneratif di University of California, San Francisco (UCSF), Cheng Wang.


Menurut peneliti, sel-sel baru ini tampaknya berperan dalam menghubungkan plasenta dengan suplai darah ibu dan membawa reseptor yang merespons kanabinoid. Perlu diketahui, kanabinoid meliputi zat kimia yang diproduksi tubuh dan senyawa seperti ganja (THC dan CBD).

Para peneliti menduga sel-sel ini dapat membantu menjelaskan mengapa penggunaan ganja selama kehamilan yang dikaitkan dengan konsekuensi kesehatan seperti penurunan aliran darah ke plasenta, pengiriman oksigen yang buruk ke janin, dan peningkatan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta perawatan bayi di NICU.

Profesor neurologi di UCSF, Jingjing Li, mengatakan bahwa kecil kemungkinan sensitivitas sel-sel ini terhadap kanabinoid dapat menjelaskan risiko yang ditimbulkan oleh penggunaan ganja selama kehamilan. Meskipun demikian, sel-sel yang baru ditemukan ini merupakan faktor yang perlu diteliti lebih lanjut.

Sebelum studi ini diterbitkan pada 8 April 2026 di jurnal Nature, kelompok penelitian lain telah memetakan plasenta dan rahim dengan menggunakan teknik serupa. Namun, studi-studi sebelumnya hanya mencakup bagian-bagian tertentu dari kehamilan, Bunda.

"Perbedaan terbesarnya adalah kami melihat keseluruhan rentang waktu dari awal kehamilan hingga kelahiran," ujar Li.

Detail tentang studi pada sel baru yang ditemukan selama hamil

Pemetaan dalam studi baru ini menggabungkan data dari jaringan yang dikumpulkan antara minggu ke-5 dan ke-39 kehamilan dan kemudian disimpan di bank jaringan di UCSF dan Universitas Stanford. Laboratorium lalu menganalisis jaringan dengan detail untuk mendapatkan hasilnya.

Pemetaan menggabungkan gambaran sekilas tentang gen mana yang aktif dan protein mana yang ada dalam sel, dan kemudian dianalisis pada tahap kehamilan tertentu. Secara total, para peneliti menganalisis sekitar 1,2 juta sel plasenta dan rahim, termasuk 200.000 sel yang diisolasi dan 1 juta sel yang tertanam di lokasi asalnya di dalam jaringan.

Dalam studi ini, peneliti juga menemukan bahwa jenis sel baru ini dapat membantu mengatur invasi. Mereka bisa bertindak sebagai penghambat kecepatan dengan mengirimkan sinyal yang spesifik.

"Sel-sel ini berada di garis depan maternal-fetal interface atau zona antara jaringan ibu dan jaringan plasenta. Berbagai protein yang dibawa oleh sel-sel ini mendukung gagasan bahwa mereka mengatur dapat perilaku sel-sel lain di sana," kata Weng.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk membahas apakah perubahan ini berkontribusi terhadap gangguan kehamilan, serta apakah ada peluang pengobatannya.

"Pertanyaannya adalah, 'Tipe sel mana yang berisiko tinggi?' Ini akan membantu kita mengetahui sel mana yang mendasari komplikasi tersebut dan berpotensi mengembangkan pengobatan yang menargetkan sel-sel tersebut di masa depan," ujar Li.

Meskipun penelitian ini mengumpulkan banyak data, Li menekankan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Studi ini berfokus pada kehamilan yang sehat, sehingga masih ada pertanyaan tentang bagaimana kehamilan yang dipengaruhi oleh berbagai kondisi berbeda.

Tim peneliti saat ini bekerja sama dengan mitra klinis untuk mulai melakukan perbandingan tersebut. Secara keseluruhan, studi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah total sel yang dianalisis guna menangkap keragaman sel di dalam rahim ibu hamil.

"Jika kita menyertakan lebih banyak sel, lebih banyak sampel, banyak penemuan baru dan menarik dapat dilakukan, Jadi ini benar-benar titik awal," kata Li.

Demikian hasil penelitian yang mengungkap adanya sel baru yang muncul selama kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ibu Hamil Simpan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Ini Kata Ahli

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sudah Cerai, 7 Potret Artis Tetap Kompak dengan Mantan Pasangan Demi Anak

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Potret Alyssa Daguise Pancarkan Pregnancy Glow, Momen Pengajian hingga Resepsi El Rumi-Syifa

Kehamilan Annisa Karnesyia

Resmi Menikah, Perjalanan Cinta Syifa Hadju dan El Rumi Bikin Haru

Mom's Life Angella Delvie & Muhammad Prima Fadhillah

Agnes Rahajeng Jadi Puteri Indonesia 2026 Wakili Banten, Intip Potretnya Bareng Keluarga

Mom's Life Amira Salsabila

Ungkapan Haru Maia Estianty Antarkan El Rumi Menikah & Beri Pesan Ini untuk Syifa Hadju

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sudah Cerai, 7 Potret Artis Tetap Kompak dengan Mantan Pasangan Demi Anak

7 Potret Alyssa Daguise Pancarkan Pregnancy Glow, Momen Pengajian hingga Resepsi El Rumi-Syifa

20 Tas Sekolah Terbaik Lengkap untuk Anak TK, SD, SMP dan SMA untuk Anak Perempuan & Laki-laki

Agnes Rahajeng Jadi Puteri Indonesia 2026 Wakili Banten, Intip Potretnya Bareng Keluarga

Resmi Menikah, Perjalanan Cinta Syifa Hadju dan El Rumi Bikin Haru

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK