Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Perlukah Bikin Jadwal untuk Berhubungan Intim Suami Istri? Ini Kata Pakar

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 05 May 2026 20:20 WIB

Ilustrasi Suami Istri
Perlukah Bikin Jadwal untuk Berhubungan Intim Suami Istri? Ini Kata Pakar/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Frekuensi berhubungan intim setiap pasangan suami istri dapat bervariasi, Bunda. Ada yang melakukan hubungan intim beberapa kali per minggu karena sedang merencanakan kehamilan.

Lantas, perlukah membuat jadwal berhubungan intim bagi pasangan suami istri? Apakah jadwal ini bisa keutuhan rumah tangga?

Dilansir laman Yahoo Life Inggris, menjadwalkan hubungan seks ternyata lebih dari sekedar perencanaan kehamilan. Melakukannya secara terjadwal bisa menyelamatkan hubungan suami istri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Saya sungguh berpikir hubungan saya tidak akan bertahan jika bukan karena menjadwalkan untuk berhubungan intim," kata salah satu pendiri Hormone Hub, Holly Robinson.

"Kami berdua (Robinson dan istri) bekerja, kami berdua punya anak, kami memiliki banyak sekali perangkat elektronik dan itu bisa sangat menjauhkan hubungan kami. Kami harus secara sadar memilih untuk terhubung kembali satu sama lain. Jelas saya lebih suka berhubungan intim secara spontan kapan pun momennya tepat, tetapi secara realistis itu bisa menjadi tantangan."

Robinson menyarankan pasangan suami istri untuk membuat jadwal berhubungan intim. Namun, kontak fisik ini tidak harus selalu berhubungan seksual.

"Kenapa tidak menjadwalkan satu jam sehari untuk berduaan sepenuhnya? Ini tidak harus selalu tentang seks. Ketika aku sedang tidak ingin, itu bisa sesederhana berpelukan. Kemudian, jika berujung pada seks, ya lakukan saja," ungkapnya.

"Saya sangat menyarankan untuk meluangkan waktu untuk keintiman di tengah kesibukan hidup. Hal itu bisa menyelamatkan hubungan," sambungnya.

Waktu tepat menjadwalkan hubungan intim

Lebih lanjut, Robinson menyarankan untuk menjadwalkan berhubungan intim pada waktu yang berbeda dalam sehari. Jadi, pasangan tidak perlu melakukan rutinitas ini menjelang waktu tidur saja, Bunda.

"Kita semua sangat sibuk. Banyak dari kita memiliki anak dan seks seringkali menjadi hal terakhir yang kita lakukan dengan pasangan di akhir malam, tepat sebelum kita tidur. Itu menjadi prioritas yang tergeser," ungkap Robinson.

"Beralih dari hanya berhubungan intim sebelum tidur menjadi menjadwalkan seks mungkin dapat menimbulkan tekanan yang tidak perlu. Namun, jika kita mulai dengan menciptakan ruang untuk keintiman, ciuman, pelukan, pijatan, bahkan beberapa variasi seks dengan penuh kesadaran, hal itu dapat memberikan dampak besar pada hubungan yang sedang bermasalah."

Selain menjadwalkan hubungan intim, Robinson juga menyarankan pasangan meluangkan waktu untuk berbicara tentang keintiman. Hal itu dapat membantu menunjukkan kepada pasangan bahwa mereka penting.

"Selama waktu ini, kita dapat membicarakan apa yang kita butuhkan dari keintiman. Kita juga bisa mengajukan pertanyaan seperti, 'Bagaimana saya bisa membuat kamu merasa nyaman?'," katanya.

Bagi pasangan suami istri yang ingin mengeksplorasi gagasan untuk menjadwalkan hubungan intim, Robinson menyarankan untuk meluangkan waktu lebih banyak untuk berciuman, berpelukan, melakukan percakapan intim, dan pijat. Jadi, kontak fisik tidak hanya pada berhubungan intim saja, Bunda.

Ia juga menyarankan untuk bersikap terbuka tentang penjadwalan seks. Menurutnya, menyempurnakan kehidupan intim bisa sama pentingnya dengan terapi untuk menjaga kesehatan mental kita.

Demikian pendapat pakar tentang pentingnya menjadwalkan hubungan intim. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda