KEHAMILAN
Studi Terbaru Temukan Obat Preeklamsia yang Aman, Dapat Memperpanjang Masa Kehamilan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 11 May 2026 14:20 WIBPreeklamsia masih menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang bisa membahayakan ibu dan janin. Preeklamsia dapat ditandai dengan peningkatan tekanan darah ibu hamil mencapai 140/90 mmHG.
Sejauh ini, pengobatan preeklamsia berfokus pada pencegahan komplikasi yang merugikan ibu dan bayi. Penatalaksanaan pengobatan juga menyesuaikan dengan gejala yang dialami ibu hamil.
Studi terbaru temukan obat untuk preeklamsia
Sudah banyak penelitian mencoba mencari pengobatan yang aman untuk preeklamsia, Bunda. Baru-baru ini, studi yang dilakukan para peneliti dari Cedars-Sinai Health Sciences University telah berhasil menguji pengobatan baru untuk ibu hamil dengan preeklamsia dini yang parah.
Studi internasional tahap awal ini diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine. Dilansir laman MedicalXpress, studi ini berfokus pada penghapusan protein berbahaya dari darah ibu. Metode yang diuji oleh para peneliti ini terbukti aman untuk memperpanjang kehamilan dan memberi bayi lebih banyak waktu untuk berkembang sebelum lahir.
"Bahkan beberapa hari tambahan di dalam rahim dapat membuat perbedaan yang berarti dalam hasil bagi bayi prematur," kata profesor kedokteran dan direktur di Renovascular Research Center and the Medallion Chair di Vascular Biology, Cedars-Sinai, Ananth Karumanchi, MD.
"Kami menemukan cara yang berpotensi memberikan waktu tambahan itu dengan aman. Pendekatan kami dapat mengubah cara kita menangani preeklamsia dini," sambungnya.
Pendekatan pada studi ini berfokus pada protein yang disebut sFlt-1, yang diproduksi oleh plasenta dan diketahui dapat merusak pembuluh darah serta memicu gejala preeklamsia. Para peneliti merekayasa protein imun khusus yang dapat mengikat sFlt-1 dan memasukkannya ke dalam alat penyaring darah.
Melalui proses yang disebut aferesis ekstrakorporeal (mirip dengan dialisis ginjal), peneliti mampu menyaring darah ibu dan menghilangkan kelebihan sFlt-1 tanpa memengaruhi komponen darah penting lainnya.
Pengobatan tersebut dievaluasi pada 16 ibu hamil. Hasilnya, tekanan darah mereka membaik, bayi di dalam kandungan terus tumbuh normal selama pengobatan, dan mereka bisa tetap hamil rata-rata selama 10 hari tambahan, atau lebih dari dua kali lipat waktu yang terlihat pada pasien tidak diobati.
"Saat ini, satu-satunya cara untuk menyembuhkan preeklamsia dan melindungi nyawa serta kesehatan ibu adalah dengan melahirkan bayi," kata ahli dalam bidang kedokteran ibu dan janin serta ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Cedars-Sinai, Sarah Kilpatrick, MD, Ph.D.
"Hal itu menempatkan bayi prematur pada risiko tinggi. Pendekatan ini dapat memberikan fleksibilitas lebih kepada dokter dalam menangani kasus-kasus berisiko tinggi ini."
Para peneliti mengatakan bahwa pengobatan ini juga patut diberikan perhatian karena dapat menghilangkan faktor berbahaya daripada memperkenalkan obat baru, yang berpotensi mengurangi risiko efek samping. Namun, peneliti mencatat bahwa meskipun studi kecil ini menunjukkan hasil positif, pengobatan masih bersifat eksperimental dan perlu diuji dalam uji klinis yang lebih besar.
"Tujuan kami adalah untuk secara langsung menargetkan salah satu akar penyebab preeklamsia," kata salah satu penulis utama studi tersebut, Ravi Thadhani, MD, MPH.
"Dengan menurunkan sFLt-1, kami mampu menstabilkan pasien dan memperpanjang kehamilan, sebuah langkah maju yang bermakna dan menggembirakan," lanjutnya.
Demikian hasil studi terbaru tentang temuan obat preeklamsia yang aman untuk ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Preeklamsia Dapat Sebabkan Kematian Ibu & Janin, Kenali Tanda dan Pencegahannya Menurut Dokter
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Eklamsia, Komplikasi Parah pada Ibu Hamil
Benarkah Preeklamsia Saat Hamil Berisiko Membuat Bunda Stroke?
Penyebab Hamil dengan Preeklamsia Bahayakan Ibu dan Janin
Studi: Preeklamsia Terkait dengan Penyakit Ginjal
TERPOPULER
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO
Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Blender Bisa Berhenti Sendiri? Ketahui tentang Cosmos Blenz CB-812 GC 2 Liter
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Gambar Pilar atau Pria yang Pertama Kamu Lihat? Ini Maknanya!
-
Female Daily
Coba 6 Menu Spesial Hari Kemerdekaan di Bacha Coffee!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Silsilah Keluarga Ha Young Dianggap Problematik, Minta Maaf Lewat Surat
-
Mommies Daily
Menyimpan Parfum di Kulkas, Boleh atau Malah Merusak? Ini Penjelasannya