HaiBunda

KEHAMILAN

Ibu Terpapar Polusi Selama Kehamilan Bisa Sebabkan Anak Lebih Lama Belajar Bicara

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Minggu, 17 May 2026 18:20 WIB
Ibu hamil terpapar polusi/ Foto: Getty Images/hxyume

Bunda, jangan sepelekan paparan polusi udara selama kehamilan, ya. Menurut penelitian terbaru, ibu hamil yang terpapar polusi udara bisa membawa dampak buruk bagi perkembangan Si Kecil, lho.

Peneliti dari King’s College London turut mengungkapkan bagaimana polusi udara selama hamil memengaruhi perkembangan anak. Hasilnya, nitrogen dioksida dan partikel halus yang terpapar dapat menyebabkan keterlambatan bicara pada anak berusia 18 bulan.

Melihat dari efek samping tersebut, bisa disimpulkan bahwa polusi udara memang sudah bukan lagi sekadar masalah lingkungan, Bunda. Polusi udara kini sudah menjadi ancaman kesehatan global yang nyata karena mampu memengaruhi kondisi keturunan.


Penelitian tentang dampak ibu hamil terpapar polusi udara

Melansir dari The Guardian, penelitian tersebut dilakukan mulai dari tahun 2015 hingga 2020. Selama penelitian, para ahli mempelajari perkembangan 498 bayi yang lahir di Rumah Sakit St. Thomas, London Tengah.

Berdasarkan jumlah dan rentang waktu tersebut, para peneliti menemukan 125 bayi yang lahir prematur. Dari jumlah itu, 54 bayi lahir pada usia kehamilan kurang dari 32 minggu yang tergolong sebagai prematur ekstrem, Bunda.

Lingkungan, tempat tinggal, serta kadar nitrogen dioksida dan partikel PM10 dan PM2.5 pada ibu hamil juga dilakukan pemeriksaan. Kemudian, saat bayi berusia 18 bulan, peneliti mulai melakukan tes klinis untuk mengukur kemampuan kognitif, bahasa, dan motorik.

Hasil penelitian kondisi bayi dari ibu hamil yang terpapar polusi udara

Melalui penelitian tersebut, bayi yang terpapar polusi tinggi pada trimester pertama memperoleh 5 hingga 7 poin lebih rendah dalam tes kemampuan bahasa. Selain itu, bayi prematur yang terpapar polusi tinggi juga memiliki rata-rata 11 poin lebih rendah pada keterampilan motorik.

Menurut kepala kampanye di War on Want, Tyrone Scott, penelitian tersebut seharusnya menjadi peringatan bahwa polusi udara bukan sekadar masalah lingkungan. Lebih dari itu, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan seseorang sejak awal kehidupannya.

Sebagian besar wilayah di dunia memiliki tingkat polutan yang melebihi batas aman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Oleh karena itu, ibu hamil tidak boleh terpapar polusi udara, apalagi jika berlebihan.

“Pada tahap ini, sebenarnya masih terlalu dini untuk mengetahui apakah bayi-bayi tersebut nantinya bisa mengejar ketertinggalan dibandingkan teman-teman seusianya. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan terus memantau perkembangan mereka saat sudah lebih besar nanti,” kata penulis utama penelitian, Alexandra Bonthrone.

“Perbedaan perkembangan ini mungkin saja memengaruhi kemampuan belajar dan cara mereka memproses informasi, tetapi hal tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut,” sambungnya.

Masalah polusi udara yang terus membesar

Dengan banyaknya industri pencemar yang dipindahkan ke negara berkembang, masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah pada akhirnya menjadi kelompok yang paling banyak terpapar polusi. Terlebih, polusi udara semakin tersebar luas.

Menurut Bonthrone, tingkat polusi yang masih dianggap aman secara hukum ternyata tetap berkaitan dengan gangguan perkembangan anak. Maka dari itu, perlu ditanyakan secara pasti apakah standar tersebut mampu melindungi ibu hamil dan anak-anak.

“Ketika bayi sudah terdampak bahkan sebelum lahir, kita perlu bertanya siapa yang paling berisiko dan siapa yang sebenarnya terlindungi. Ini menunjukkan adanya ketidaksetaraan sistemik yang membutuhkan perubahan secara menyeluruh,” tambahnya.

Perlu kembali diingat, hambatan dalam perkembangan anak di atas merupakan efek dari ibu hamil yang terpapar polusi udara menurut penelitian. Dengan begitu, harapannya para ibu sebisa mungkin untuk menghindari tempat yang memiliki polusi udara tinggi.

Demikian bagaimana paparan polusi udara selama kehamilan bisa memengaruhi perkembangan anak dalam berbicara. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini 7 Tanda Tidak Dianjurkan Puasa

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Zodiak yang Paling Ramah dan Tidak Pernah Bersikap Sombong

Mom's Life Annisa Karnesyia

Black Garlic, Si Hitam Manis Kaya Manfaat! Ini Cara Mudah Bikinnya di Rumah

Mom's Life Angella Delvie & Muhammad Prima Fadhillah

5 Dongeng Dinosaurus Lucu dan Seru untuk Anak Sebelum Tidur

Parenting Kinan

9 Resep Frozen Food Rumahan untuk Bekal Anak dan Suami

Mom's Life Amira Salsabila

Hukum Istri Mencari Nafkah karena Suami Menganggur dan Tidak Bekerja dalam Islam

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri-Ciri Kepribadian Orang Lebih Suka Ngemil Sepanjang Hari

Black Garlic, Si Hitam Manis Kaya Manfaat! Ini Cara Mudah Bikinnya di Rumah

9 Resep Frozen Food Rumahan untuk Bekal Anak dan Suami

5 Dongeng Dinosaurus Lucu dan Seru untuk Anak Sebelum Tidur

Ibu Terpapar Polusi Selama Kehamilan Bisa Sebabkan Anak Lebih Lama Belajar Bicara

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK