KEHAMILAN
7 Hal yang Harus Dihindari saat Menggunakan KB IUD
Melly Febrida | HaiBunda
Senin, 18 May 2026 20:20 WIBBunda yang hendak memasang alat kontrasepsi IUD, penting banget mengetahui yang harus dihindari saat menggunakan KB IUD. Tujuannya agar alat kontrasepsi tetap aman dan bekerja efektif dalam mencegah kehamilan.
IUD adalah singkatan dari intrauterine device. Kontrasepsi ini berbentuk seperti huruf 'T'. IUD dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan dengan menghentikan sperma mencapai dan membuahi sel telur.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), IUD termasuk metode kontrasepsi yang aman dan memiliki tingkat efektivitas tinggi jika digunakan dengan benar.
7 Hal yang harus dihindari saat menggunakan KB IUD
Melansir WebMD, Traci C. Johnson adalah seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Snellville, Georgia, mengatakan bahwa perempuan boleh melanjutkan aktivitas harian normal setelah memasang KB IUD.
Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari, seperti tidak memasukkan apa pun ke dalam vagina. Termasuk tampon atau menstrual cup.
Atau melakukan hubungan intim setidaknya selama 24 jam setelah prosedur. Sebaiknya hindari juga mandi dan berenang.
Tak hanya itu, Bunda juga perlu menghindari beberapa hal ini saat menggunakan KB IUD yang dirangkum dari berbagai sumber:
1.Tidak pernah kontrol usai pasang IUD
Bunda sebaiknya tidak melewatkan jadwal kontrol ke dokter usai pemasangan IUD. Ini penting untuk memastikan posisi IUD tetap tepat dan tidak bergeser. Dokter biasanya menyarankan kontrol beberapa minggu setelah pemasangan.
Menurut Mayo Clinic, pemeriksaan rutin membantu memastikan IUD tetap bekerja optimal.
2. Mengabaikan nyeri atau perdarahan berlebihan
Kram ringan dan bercak darah cukup umum terjadi setelah pemasangan IUD. Namun, jika nyeri terasa berat atau perdarahan sangat banyak, jangan mengabaikan kondisi tersebut.
Bunda dapat berkonsultasi ke dokter jika:
- Rasa nyeri semakin parah
- Demam
- Keputihan berbau
- Perdarahan berat berkepanjangan
Gejala di atas bisa menjadi tanda infeksi atau masalah pada posisi IUD.
3. Menarik benang IUD sembarangan
IUD memiliki benang kecil di area serviks untuk membantu pemeriksaan dan pelepasan alat. Namun, Bunda tidak disarankan menarik benang tersebut sendiri karena dapat menyebabkan posisi IUD bergeser atau terlepas.
Jika Bunda merasa panjang benangnya berubah atau tidak merasa keberadaannya, sebaiknya periksa ke dokter.
4. Tidak menjaga kebersihan area intim
Bunda penting menjaga kebersihan organ intim selama menggunakan IUD. Hindari penggunaan produk pembersih kewanitaan berlebihan atau douching. Produk tersebut dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami di vagina.
5. Menunda pemeriksaan saat muncul tanda infeksi
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi panggul yang tidak ditangani dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Beberapa tanda infeksi yang perlu diwaspadai antara lain:
- Nyeri panggul berat
- Demam
- Keputihan berbau menyengat
- Nyeri saat berhubungan intim
Jangan menunda pemeriksaan medis jika mengalami gejala di atas.
6. Menggunakan IUD tanpa konsultasi kondisi kesehatan tertentu
Tidak semua orang cocok menggunakan IUD. Bunda perlu berkonsultasi terlebih dahulu jika memiliki:
- Riwayat infeksi panggul
- Kanker serviks
- Perdarahan vagina tanpa sebab jelas
- Gangguan rahim tertentu
Dokter yang akan membantu menentukan apakah penggunaan IUD aman sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
7. Menganggap IUD melindungi dari infeksi menular seksual
IUD efektif mencegah kehamilan, tetapi tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS). Karena itu, pasangan suami istri (pasutri) tetap memerlukan kondom jika ada risiko penularan IMS.
Cara yang tepat menggunakan KB IUD agar aman
Bunda dapat melakukan beberapa cara di bawah ini agar penggunaan KB IUD tetap aman dan nyaman.
- Rutin kontrol sesuai jadwal dokter
- Menjaga kebersihan area intim
- Memeriksa benang IUD secara berkala sesuai anjuran dokter
- Segera memeriksakan diri bila muncul keluhan tidak biasa
- Menggunakan kondom jika diperlukan untuk mencegah IMS
Efek samping menggunakan KB IUD
Sebelum memutuskan untuk memasang IUD, Bunda sebaiknya sudah mengetahui potensi efek samping dan risikonya. Termasuk efek samping yang diketahui dari merek tertentu.
Sebenarnya, efek samping IUD dapat berbeda pada setiap perempuan, tergantung jenis dan kondisi tubuh masing-masing.
Namun, menurut Medical News Today, efek samping IUD yang paling umum di antaranya meliputi hal-hal berikut ini:
- Pendarahan yang tidak teratur selama beberapa bulan
- Perubahan pola menstruasi. Misalnya periode menstruasi yang lebih ringan, atau lebih pendek atau bahkan tidak ada periode menstruasi sama sekali
- Adanya gejala sindrom pra menstruasi (PMS). Ini meliputi sakit kepala, mual, nyeri payudara, dan noda pada kulit
- Kram perut
Efek samping ini umumnya membaik setelah beberapa bulan pertama penggunaan.
Keunggulan menggunakan KB IUD
Banyak perempuan yang memfavoritkan KB IUD atau yang sering disebut KB spiral sebagai alat kontrasepsi karena memiliki keunggulan tersendiri.
Berikut ini beberapa keunggulan menggunakan KB IUD.
- Lebih dari 99 persen efektif dalam mencegah kehamilan.
- Bertahan lama yakni dengan durasi 5 tahun dan bahkan sampai 10 tahun.
- Aman digunakan para ibu menyusui.
- Setelah pemasangan, Bunda tidak perlu melakukan apa pun selain memeriksa benang setiap bulannya setelah haid untuk memastikannya tidak bergeser dan masih dalam posisi yang benar.
- KB IUD dapat dilepas kapan saja oleh tenaga medis terlatih.
- Peluang hamil kembali normal setelah pelepasan KB IUD.
- KB IUD menjadi pilihan efektif untuk perempuan yang tidak ingin menggunakan kontrasepsi hormonal seperti dikutip dari laman Betterhealth.
Dengan mengetahui apa yang harus dihindari saat menggunakan KB IUD, Bunda dapat memakai alat kontrasepsi ini dengan lebih aman dan nyaman untuk membantu mencegah kehamilan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Potret Gender Reveal Chelsea Islan, Siap Sambut Anak Perempuan Pertama
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Apakah Berbahaya bila 2 Tahun Tidak Kontrol KB IUD?
Alasan Mengapa Sebagian Besar Dokter Menyarankan IUD ketimbang Pilihan Alat KB Lain
Jangan Panik, Ini 4 Penyebab Benang IUD Tidak Teraba yang Jarang Diketahui
2 Kontrasepsi Darurat Efektif Cegah Kehamilan, tapi Waspadai Efek Sampingnya
TERPOPULER
Jarang Tersorot, Intip Potret Blair Putri Randy Pangalila yang Berwajah Bule
Fenomena Coffee Badging Jadi Tren Baru di Dunia Kerja, Apa Itu?
7 Hal yang Harus Dihindari saat Menggunakan KB IUD
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Warna Hijau Menurut Psikologi
Daftar Harga Sapi dan Kambing Kurban 2026 Beserta Tips Memilihnya
REKOMENDASI PRODUK
10 Panci Presto Terbaik untuk Memasak Beragam Makanan Cepat & Mudah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vacuum Cleaner Wet and Dry, Sedot Debu Sekaligus Mengepel Lantai
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Wajan Penggorengan Stainless Steel Bahan Tebal & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Zodiak yang Paling Cepat Bosan, Tidak Suka Hal Monoton
Jarang Tersorot, Intip Potret Blair Putri Randy Pangalila yang Berwajah Bule
Fenomena Coffee Badging Jadi Tren Baru di Dunia Kerja, Apa Itu?
7 Hal yang Harus Dihindari saat Menggunakan KB IUD
Daftar Harga Sapi dan Kambing Kurban 2026 Beserta Tips Memilihnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Kami Rita Sherpa Kembali Catat Rekor Pendakian Terbanyak ke Puncak Gunung Everest
-
Beautynesia
3 Cara Mengenali Orang dengan IQ Rendah Dilihat dari Sikapnya saat Mendengarkan Orang Lain
-
Female Daily
Cobain Blush On Hack yang Viral di China. Bisa Menutupi Mata Panda?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Yuki Kato Tampil Dengan Gaya Rambut Baru Berponi, Makin Cantik & Imut
-
Mommies Daily
Anak Terlihat Berprestasi, Tapi Diam-Diam Stres? Ini Tanda Ekspektasi Orang Tua Berlebihan