HaiBunda

KEHAMILAN

Apa yang Terjadi Jika Jumlah Kematian Lebih Banyak dari Kelahiran? Bukan Sekadar Krisis Populasi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 19 May 2026 11:10 WIB
Ilustrasi Bayi Baru Lahir/ Foto: iStock
Jakarta -

Penurunan angka kelahiran terjadi di beberapa negara di dunia, Bunda. Di satu sisi, negara-negara tersebut juga harus dihadapkan dengan masalah populasi dengan jumlah kematian lebih banyak dari kelahiran.

Dilansir The Guardian, perubahan populasi ini merupakan tanda-tanda pergeseran yang lebih luas yang terjadi di sebagian besar negara maju. Beberapa negara yang menunjukkan pola perubahan ni adalah Amerika, Jepang, Korea Selatan, hingga Kuba dan Uruguay.

"Di Uni Eropa pada tahun 2024, 21 dari 27 negara memiliki lebih banyak kematian daripada kelahiran," kata Profesor Sarah Harper, direktur Oxford Institute of Population Ageing.


Di Inggris, proyeksi dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan bahwa jumlah kematian akan melebihi jumlah kelahiran di setiap tahun mulai dari tahun 2026 dan seterusnya. Hal tersebut didorong oleh penurunan angka kelahiran dan generasi 'baby boom' pasca perang yang hidup lebih lama dari generasi sebelumnya dan sekarang telah mencapai usia lanjut.

Populasi di Inggris diperkirakan masih akan tumbuh, tetapi lebih lambat daripada perkiraan sebelumnya, dan mencapai puncaknya sekitar 72,5 juta pada tahun 2054 sebelum mulai menurun secara bertahap. Proyeksi sebelumnya menunjukkan pertumbuhan akan berlanjut hingga tahun 2096.

"Meski titik di mana jumlah kematian lebih banyak daripada kelahiran memiliki makna emosional yang mendalam, itu hanyalah bagian dari proses yang panjang," ujar ahli demografi dan penulis buku No One Left: Why the World Needs More Children, Dr. Paul Morland.

Angka harapan hidup sebenarnya telah meningkat sejak akhir abad ke-18, sementara angka kelahiran telah menurun sejak akhir abad ke-19, kecuali peningkatan singkat pada pertengahan abad ke-20. Namun, jumlah angka kematian bisa saja menyusul jumlah penurunan angka kelahiran, Bunda.

"Akan tiba suatu titik di mana kedua garis ini berpotongan," kata Morland.

Penyebab pasangan memilih untuk tidak memiliki anak sangat kompleks. Tingkat kesuburan 2,1 anak per wanita biasanya dibutuhkan agar suatu populasi dapat meningkatkan angka kelahiran. Namun, tingkat kesuburan di Inggris hanya mencapai 1,44.

"Penurunan angka kelahiran baru-baru ini di Inggris sangat terlihat pada mereka yang berusia di bawah 30 tahun, yang mengindikasikan adanya penundaan," kata Profesor Melanie Channon dari University of Bath.

"Namun, bahkan dengan memperhitungkan tren menuju menjadi orang tua di usia yang lebih tua, angka kelahiran masih menurun."

Ketika mereka yang tua tidak lagi produktif

Peningkatan angka harapan hidup berkontribusi pada 'penuaan' populasi secara bertahap. Seiring bertambahnya usia, banyak orang tua cenderung menghindari risiko. Pada akhirnya, mereka juga membutuhkan tingkat dukungan yang lebih besar, sehingga dapat menambah beban pada pekerja muda.

Banyak negara maju menghadapi tekanan tersebut, Bunda. Namun, yang mengejutkan adalah bagaimana tren ini telah menyebar dan melampaui orang-orang yang berasal dari ekonomi kaya.

Melihat perubahan tersebut, masyarakat di dunia kini dituntut untuk beradaptasi dengan umur yang lebih panjang. Mereka membutuhkan pemikiran ulang tentang bagaimana orang bekerja, pensiun, dan didukung saat berada usia lanjut.

Dampak jumlah kematian lebih banyak dari kelahiran

Meningkatnya jumlah kematian dan berkurangnya jumlah anak yang dilahirkan dapat menyebabkan dampak sosial dan ekonomi. Populasi yang berkurang akan memaksa pemerintah untuk menerapkan aturan baru.

Di Jepang, misalnya, kini ada perusahaan khusus yang bertugas untuk membersihkan apartemen orang lanjut usia yang meninggal sendirian di rumah. Tak hanya itu. Di 'Negeri Sakura' ini, penjualan popok dewasa telah melampaui penjualan popok kanak selama lebih dari satu dekade.

Di Italia, desa-desa yang mengalami penurunan populasi menjual rumah dengan harga yang murah untuk menarik penduduk baru dan menjaga agar fasilitas umum tetap berjalan. Di Inggris, penurunan jumlah siswa telah menyebabkan penutupan sekolah dan ruang kelas di beberapa bagian London.

Kabar baiknya adalah perubahan demografis termasuk jarang terjadi secara tiba-tiba. Perubahan akan berlangsung secara bertahap hingga dampaknya terlihat di berbagai sektor, seperti sekolah, layanan kesehatan dan sosial, dan dalam pergeseran hubungan antar generasi.

Demikian dampak dari jumlah kematian lebih banyak dari kelahiran menurut pakar. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Penyebab Angka Kelahiran di Korea Selatan Menurun Setiap Tahun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Farah Labita Putri Ferdy Hasan, Jadi Lulusan S2 Terbaik di Universitas Cambridge

Mom's Life Nadhifa Fitrina

50 Nama Bayi Islam yang Artinya Anugerah untuk Anak Perempuan dan Laki-laki

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Cerita Haru Al Ghazali Dampingi Alyssa Daguise Melahirkan, Beri Pesan Ini Buat Para Suami

Kehamilan Annisa Karnesyia

Ini yang Sebenarnya Terjadi saat Orang Tua Memukul Anak, Ketahui Cara Menahan Emosi

Parenting Indah Ramadhani

Punya 3 Anak, Ibu di Negara Ini Dibebaskan Pajak Seumur Hidup

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kisah Pria di Tangerang Nyaris Lumpuh Akibat Saraf Kejepit

5 Potret Farah Labita Putri Ferdy Hasan, Jadi Lulusan S2 Terbaik di Universitas Cambridge

Manager Fest 2026, Ruang Profesional Muda Asah Leadership di Tengah Tantangan Karier Masa Kini

Apa yang Terjadi Jika Jumlah Kematian Lebih Banyak dari Kelahiran? Bukan Sekadar Krisis Populasi

50 Nama Bayi Islam yang Artinya Anugerah untuk Anak Perempuan dan Laki-laki

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK