HaiBunda

KEHAMILAN

Ketahui Darah Istihadhah, Penyebab, Ciri, Beserta Bedanya dengan Darah Haid dan Nifas

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 30 May 2026 16:10 WIB
Ketahui Darah Istihadhah, Penyebab, Ciri, Beserta Bedanya dengan Darah Haid dan Nifas/Foto: Getty Images/golfcphoto
Jakarta -

Setelah fase haid, biasanya darah istihadhah keluar kemudian. Ketahui darah istihadhah, penyebab, ciri, beserta bedanya dengan darah haid dan nifas lebih lengkapnya, Bun.

Darah haid dan darah istihadhah merupakan dua hal yang berbeda. Agar lebih memahaminya dan ibadah yang dilakukan bisa sempurna, simak pemahaman kedua darah tersebut lebih lanjut.

Apa itu darah istihadhah?

Darah istihadhah adalah darah penyakit yang mengalir dari otot di bawah rahim perempuan, yang bernama al 'adzil baik keluar setelah darah haid maupun tidak. 


Menurut pendapat yang ashah, darah yang keluar dari rahim anak kecil yang belum tiba masa haidnya termasuk darah istihadhah. Darah seperti itulah yang disebut istihadhah atau darah rusak. Dan, perempuan yang mengalami hal seperti itu disebut mustahadhah seperti dikutip dari buku Fiqih Seputar Wanita yang ditulis A.R Shohibul Umum dan diterbitkan Anak Hebat Indonesia.

Sampai saat ini, tidak banyak perempuan yang memahami tentang istihadhah. Mudahnya, darah isithadhah diartikan sebagai darah yang keluar tidak pada waktunya. Darah ini keluar tidak karena haid ataupun nifas, maupun keluarnya haid atau nifas yang berkepanjangan. Bahkan, perempuan sebelum 9 tahun bisa mengalaminya.

Istihadhah bisa terjadi selamanya, bisa pula berhenti dalam beberapa waktu. Dalil tentang kemungkinan darah akan terus menerus keluar adalah hadits Aisyah dalam shahih Bukhari. Fatimah binti Abi Hubaisy berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku perempuan yang tidak pernah mengalami masa suci."

Dalam riwayat yang lain disebutkan, "Sesungguhnya aku mengalami istihadhah dan tidak pernah suci."

Kehadiran darah istihadhah bisa terjadi karena kelainan ataupun penyakit tertentu. Misalnya, Aminah selalu mengeluarkan darah seperti halnya haid, maka kelainan semacam ini dinamakan istihadhah yang terus menerus seperti dikutip dari Buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian, yang ditulis Dr Muh Hambali, M.Ag dan diterbitkan Laksana.

Adapun dalil yang menjelaskan tentang keluarnya darah terhenti kecuali hanya dalam waktu yang sebentar, adalah hadits Hammah bin Jahsyin. Ia mendatangi Nabi SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mengalami istihadhah banyak sekali." (HR Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi).

Ciri-ciri darah istihadhah

Sebenarnya darah istihadhah memiliki ciri-ciri tertentu yang bisa membedakannya dari darah haid. Berikut ini di antaranya ya, Bunda:

1. Warna darah

Ciri fisik termudah yang membedakan antara darah istihadhah dan darah haid ialah warnanya. Seperti yang dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits sahih bahwa darah haid berwarna kehitam-hitaman. "Darah haid berwarna kehitam-hitaman yang dapat diketahui." (HR Abu Daud dan an-Nasa'i). 

Sedangkan darah istihadhah tidak berwarna kehitam-hitaman. Pada umumnya, darah istihadhah berwarna merah terang, tidak berbau busuk dan menyengat, dan akan langsung mengental setelah beberapa saat keluar dari vagina seperti dikutip dari buku Tak Bolehkah Wanita Haid Beribadah yang ditulis O. Suhendar Lc, M.Hum, dan diterbitkan Mutiara Media.

2. Konsistensi

Mengenai knsistensi dari darah istihadhah, biasanya darah ini berwarna merah, encer, dan terang. 

3. Durasi

Dalam mazhah Asy-Syafi'i, darah yang lemah yang keluar pada hari ke-13 terakhir dihukumi sebagai darah istihadhah. Perhitungan darah haid dan darah istihadhah berdasarkan tamyiz, lemah dan kuat, di mana yang kuat dihukumi haid dan yang lemah dihukumi istihadhah, jika darah yang keluar memenuhi syarat-syaratnya.

Salah satunya yakni tidak kurang darah yang kuat keluarnya 1 hari 1 malam. Kalau darah ang kuat keluarnya kurang dari 1 hari, maka belum bisa dianggap haid hanya berdasarkan darah yang kuat, karena minimal haid 1 hari 1 malam.

Kemudian, tidaklah darah yang keluar kuat melebihi dari 15 hari 15 malam. Serta, darah yang lemah keluar secara terus menerus atau konsisten dalam sifatnya, tidak berubah-ubah. Jika berubah-ubah sifat darah yang keluar, misalkan kuat, lalu lemah, kemudian kuat lagi kemudian lemah lagi, terus saja tidak tetap sifatnya sampai melebihi 15 hari. 

Ketika perempuan keluar darah melebihi 15 hari dan tidak memenuhi syarat di tas, maka dia bisa menghukumi istihadhahnya berdasarkan adat atau sejumlah masa haid-nya dia sebelumnya yang yakin, barulah menghukumi selebihnya semuanya sebagai istihadhah seperti dikutip dari Buku Darah Istihadhah yang ditulis Isnawati, LC, MA.

4. Tidak disertai gejala haid

Pada umumnya, perempuan yang mengalami siklus haid mengalami berbagai gejala terlebih dahulu seperti kram perut, nyeri haid, dan mood yang tidak stabil (PMS). Sementara pada darah istihadhah biasanya tidak disertai gejala haid.

Yang termasuk kategori darah istihadhah

Ada beberapa hal yang bisa dengan mudah menjadi dasar tentang darah istihadhah dengan darah lainnya seperti darah haid dan nifas. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Darah sebelum usia 9 tahun

Darah istihadhah bisa keluar dari seorang perempuan tanpa mengenal usia. Berbeda dengan darah haid yang mengenal usia minimal dan maksimal yaitu 9 tahun hingga 50 atau 70 tahun sesuai mazhab masing-masing.

2. Darah menopause

Ulama Hanafiyah ada yang mengatakan bahwa jika ada perempuan yang keluar darah di usia lanjut, namun warna darah, waktu keluarnya, dan ciri-cirinya sama dengan kebiasaan haid-nya dia, maka darahnya tetap dihukumi sebagai darah haid.

Begitu juga jika perempuan seumurannya masih ada yang mengalami haid, perempuan yang keluar darah ini masih dihukumi sebagai perempuan haid. Kecuali, perempuan sebayanya sudah tidak ada lagi yang mengalami haid satupun maka perempuan ini telah dihukumi dan memasuki sinnul ya'as (usia menopause) dan darahnya tidak lagi dihukumi sebagai darah haid, melainkan darah istihadhah.

3. Darah yang keluar di masa suci dari haid

Kategori utama darah istihadhah ialah darah yang keluar pada masa suci seharusnya seorang perempuan. Sebagaimana diketahui bahwa maksimal perempuan mengalami haid menurut pandangan jumhur ulama ialah 15 hari. 

Sehingga, ketika perempuan keluar darah melebihi dari 15 hari, maka perempuan ini mengalami yang namanya darah istihadhah. Begitu juga perempuan yang keluar darah sebelum sempurnanya masa suci. Minimal masa suci dari haid ialah 15 hari menurut jumhur ulama.

4. Darah yang keluar sebelum melahirkan

Sebagian ulama seperti ulama Hanafi, sebagian ulama Maliki, dan sebagian ulama Syafi'i berpendapat bahwa darah yang keluar menjelang persalinan bukanlah darah haid, melainkan darah istihadhah.

5. Darah lemah

Darah yang lemah di dalam mazhab Asy Syafi'i adakalanya dihukumi sebagai darah haid, dan adakalanya dihukumi sebagai darah istihadhah. 

Darah lemah dihukumi sebagai darah istihadhah ketika perempuan yang mengeluarkan darah melebihi dari 15 hari. Dan, perempuan ini dapat melihat dan membedakan berapa hari darah yang kuat dan berapa hari darah lemah keluarnya.

Perbedaan istihadhah dengan darah haid atau nifas

Sama-sama menjadi masa mengeluarkan darah, ternyata ada juga perbedaan yang menandai apakah itu masuk kategori darah istihadhah dengan darah haid atau nifas. Berikut ini perbedaannya, Bun:

1. Warna dan aroma

Para ulama mengatakan bahwa darah istihadhah kadang berwarna merah pucat tanpa aroma. Sedangkan darah haid agak kehitaman yang pada umumnya beraroma kurang sedap.

2. Periode waktu

Keluarnya darah istihadhah ditandai dengan waktu keluarnya darah itu sendiri. Sebagai darah istihadhah biasanya dikategorikan untuk darah yang melebihi dari 15 hari. Sementara darah haid, masuk dalam kategori adalah haid di mana darah yang keluar masih dalam batasan 15 hari masa haid.

Menurut mazhab Maliki dan mazhab Syafi'i maksimal nifas perempuan ialah 60 hari, sehingga kalau ada perempuan masih saja keluar darah sampai hari ke-61 atau lebih darah dari hari ke-61 bukan bagian dari darah nifas, tetapi masuk kepada darah istihadhah.

3. Tempat keluar darahnya

Darah haid keluar dari dinding rahim sementara darah istihadhah keluarnya dari pangkal rahim seperti dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari yang ditulis DR. KH, M Hamdan Rasyid, MA, dan Saiful Hadi El-Sutha, dan diterbitkan Wahyu Qolbu.

4. Tidak memiliki batasan umur

Darah istihadhah bisa keluar dari seorang perempuan tanpa mengenal usia. Berbeda dengan darah haid yang mengenal usia minimal dan maksimal yakni 9 tahun hingga 50 atau 70 tahun sesuai dengan mazhab masing-masing. 

5. Hukum ibadah

Hukum yang terkait dengan perempuan yang istihadhah berbeda dengan perempuan yang haid dan nifas. Karena apa yang tidak boleh dilakukan perempuan yang sedang haid dan nifas, boleh dikerjakan perempuan yang sedang mustahadhah.

Perempuan yang mustahadhah boleh melakukan segala macam ibadah wajib dan sunah yang disyariatkan Allah dan Rasul, seperti mengerjakan sholat, puasa, berhaji, membaca Al Qur'an, i'tikaf di dalam masjid dan lainnya. 

Selain itu, perempuan yang mustahadhah boleh disetubuhi suaminya meskipun darahnya masih keluar. Dan perempuan yang mustahadhah harus mencuci kemaluannya terlebih dahulu sebelum berwudhu. Mereka perlu berwudhu setiap kali akan mengerjakan sholat. 

Dan, perempuan yang mustahadhah ketika ingin mengerjakan sholat, maka ia hendaknya berwudhu setelah waktu sholat masuk. Ia juga tidak wajib mandi janabah ketika ingin melasanakan sholat.

Tata cara ibadah bagi perempuan beristihadhah

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh perempuan yang sedang istihadhah ialah kebersihan. Mereka harus menjaga daerah intimnya dari najis yang keluar. 

Ketika hendak berwudhu, ia harus membersihkan darah yang menempel. Setelah itu, ia harus memakai pembalut agar ketika menjalankan ibadah, darahnya tidak keluar dan mengotori masjid. Meski tidak terhitung sebagai sebuah kewajiban, hal ini perlu diperhatikan karena darah yang keluar merupakan benda najis yagn selayaknya dijaga.

Adapun perempuan yang sedang istihadhah memiliki kewajiban yang sama untuk tetap beribadah sebagaimana mestinya yakni sebagai berikut:

1. Tetap wajib sholat 5 waktu

Perempuan yang mengalami keluar darah istihadhah dari kemaluannya tetap diwajibkan untuk mengerjakan sholat 5 waktu. Karena darah istihadhah bukanlah darah haid atau darah nifas sehingga tidak ada halangan baginya untuk tidak mengerjakan sholat.

2. Tetap wajib puasa Ramadan

Sama halnya dengan sholat, perempuan yang mengalami istihadhah tetap punya kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan

3. Boleh melaksanakan tawaf dan sa'i

Melaksanakan tawaf dan sa'i disyaratan dalam kondisi suci dari hadats kecil dan besar. Namun, karena darah istihadhah bukan hadats besar, sebatas hadats kecil maka boleh bagi perempuan istihadhah melaksanakannya.

Maka cukup bagi mereka yang sedang mendapat darah istihadhah untuk mencuci kemaluannya guna membersihkan darah yang keluar lalu menyumbatnya dengan pembalut, kemudian berwudhu, dan dipersilahkan mengerjakan tawaf dan sa'i.

4. Boleh menyentuh mushaf

Seorang perempuan yang mengalai keluar darah istihadhah diperbolehkan menyentuh mushaf sebagaimana ditetapkan oleh jumhur ulama. Tentunya setelah melakukan wudhu terlebih dahulu.

5. Boleh membaca Al Qur'an

Perempuan yang istihadhah boleh melafazkan ayat-ayat Al Qur'an dan tidak menjadi larangan bagi mereka asalkan dia telah membersihkan dirinya dari noda darah yang sekiranya mengotori tubuhnya.

6. Boleh masuk masjid

Meski boleh masuk masjid, namun tidak dibolehkan mengotori masjid dengan darah yang keluar dari tubuh.

Terkait tata cara perempuan istihadhah saat akan beribadah, berikut ini yang perlu dilakukan, Bun:

1. Beristinja

Apabila seorang perempuan mengalami istihadhah, yang harus dia lakukan ialah melaksanakan sholat dengan membersihkan dirinya terlebih dahulu dari najis atau darah istihadhahnya. Jadi, ketika pakaiannya terkena darah, dia harus mencuci dan menggantinya. 

Darah ini sejajar dengan orang yang buang air kecil atau air besar, tentu seusai menunaikan hajatnya, ada kewajiban untuk beristinja, yaitu mencuci dan membersihkan bekas sisa darah yang masih tersisa.

2. Menyumbat

Perempuan yang istihadhah sangat diharuskan menyumbat tempat keluarnya darah baik dengan kain atau kapas atau pembalut, agar najis darahnya tidak meluber kemana-mana, sebagai upaya mengurangi atau menahan najis.

3. Berwudhu setiap sholat

Dia harus berwudhu setiap mau sholat sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada Fatimah binti Hubaisy yang sedang mengalami istihadhah.

4. Tidak wajib mandi janabah

Perempuan yang mengalami istihadhah tidak diwajibkan untuk mandi karena berstatus hadats kecil. Kecuali, jika dia ingin sholat ketika selesai dari batas haid-nya, dia wajib mandi untuk bersuci dari haid.

Hukum beribadah saat keluar darah

Perempuan yang istihadhah tetap memiliki kewajiban untuk beribadah layaknya mereka yang tidak haid. Hal ini dikarenakan darah istihadhah bukan darah haid ataupun darah nifas, sehingga tidak ada penghalang baginya untuk tidak mengerjakan sholat.

"Darah haid adalah darah yang berwarna hitam yang telah dikenal, jika dia keluar maka tinggalkanlah sholat. Tetapi jika selain itu, maka berwudhu-lah dan sholat-lah karena itu hanya darah penyakit." (HR Abu Daud dan Darul Quthni).

Itulah serba serbi darah istihadhah ya, Bunda. Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Orang yang Punya Empati Tinggi Menurut Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Orang yang Tampak Biasa tapi Sebenarnya Sangat Cerdas

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ketahui Darah Istihadhah, Penyebab, Ciri, Beserta Bedanya dengan Darah Haid dan Nifas

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Ini yang Bisa Terjadi pada Perkembangan Otak Anak jika Sering Gunakan AI Chatbot

Parenting Nadhifa Fitrina

Kemesraan Aline Adita dan Suami Bule, Makin Bahagia Setelah Dikaruniai Bayi

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Dongeng Bahasa Inggris Singkat dan Artinya untuk Dibacakan ke Anak

Ciri Orang yang Punya Empati Tinggi Menurut Pakar

7 Benih Bibit Sayuran yang Cepat Tumbuh dan Panen di Rumah

Ketahui Darah Istihadhah, Penyebab, Ciri, Beserta Bedanya dengan Darah Haid dan Nifas

Ini yang Bisa Terjadi pada Perkembangan Otak Anak jika Sering Gunakan AI Chatbot

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK