KEHAMILAN
Michelle Obama Kenang Sempat Putus Asa Jalani IVF hingga Keguguran Berulang Kali
Melly Febrida | HaiBunda
Kamis, 28 May 2026 21:30 WIBMichelle Obama mengenang pengalamannya saat menjalani program hamil. Ia pernah sempat putus asa menjalani in vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung hingga keguguran berulang kali.
Kisah Michelle menjadi pengingat untuk calon orang tua bahwa perjuangan memiliki momongan sering kali penuh dengan emosi, tekanan, sekaligus harapan.
Mantan ibu negara itu berbicara terus terang tentang perjuangannya dan mantan Presiden Barack Obama sebelum menyambut kedua putri mereka. Pasangan itu akhirnya beralih ke IVF untuk mengandung Malia (27) dan Sasha (24).
Keputusannya untuk menjalani IVF pada usia 34 tahun muncul setelah menghadapi kebenaran pahit tentang kesehatan reproduksi. Ia mengalami keguguran.
"Menurut saya, hal terburuk yang kita lakukan satu sama lain sebagai perempuan adalah tidak berbagi kebenaran tentang tubuh kita dan cara kerjanya,” katanya dilansir ABCNews.
Setelah mengalami satu kali keguguran tersebut, Michelle dan suaminya menyadari bahwa faktor usia yang saat itu sekitar 34 tahun, membuatnya harus mencari alternatif lain.
Mereka kemudian menjalani program IVF. Proses IVF melalui beberapa siklus suntikan dan prosedur yang menguras fisik serta emosi. Sampai akhirnya Michelle berhasil hamil.
Menurut Michelle, pengalamannya itu sempat membuatnya merasa gagal dan putus asa sebagai perempuan. Namun, keterbukaan dan dukungan pasangan dapat membantunya melewati masa berat itu.
Michelle Obama pernah mengalami keguguran berulang
Michelle dalam wawancara mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami keguguran sekitar 20 tahun lalu. Sama seperti perempuan lainnya, pengalaman itu membuatnya merasa sedih, bingung, dan kesepian.
Saat keguguran, Michelle mengatakan ia merasa gagal karena tidak mengetahui bahwa keguguran cukup umum terjadi pada perempuan. "Kita merasa seolah-olah kita melakukan sesuatu yang salah," kata Michelle.
Michelle juga pernah membahas keguguran yang dialaminya dalam memoar terlarisnya tahun 2018, Becoming, yang menggambarkan guncangan emosional dari harapan yang berubah menjadi patah hati.
"Kami pernah mendapatkan hasil tes kehamilan positif, yang membuat kami berdua melupakan semua kekhawatiran dan bergembira, tetapi beberapa minggu kemudian saya mengalami keguguran, yang membuat saya merasa tidak nyaman secara fisik dan menghancurkan optimisme yang kami rasakan," tulisnya.
Keguguran memang menjadi salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada awal kehamilan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal StatPearls, sekitar 10 hingga 20 persen kehamilan yang terdeteksi dapat berakhir dengan keguguran spontan. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kelainan kromosom hingga kondisi kesehatan tertentu.
Michelle Obama jalani program IVF demi mendapatkan keturunan
Setelah mengalami keguguran, Michelle dan suaminya, memutuskan menjalani program IVF untuk memperoleh keturunan.
IVF atau bayi tabung merupakan prosedur reproduksi berbantu dengan mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium sebelum embrio ditanam kembali ke rahim.
Melalui program tersebut, Michelle akhirnya berhasil hamil dan melahirkan kedua putrinya, yakni Malia Obama dan Sasha Obama.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), IVF menjadi salah satu terapi fertilitas yang umum dipilih pasangan dengan gangguan kesuburan tertentu, termasuk usia maternal yang lebih matang atau riwayat infertilitas.
"Bayi tabung adalah proses yang intens dengan banyak kunjungan ke dokter," kata Direktur medis dari Northwestern Medicine Fertility and Reproductive Medicine Highland Park, Eve Feinberg, M.D, dilansir Parents.
Perasaan putus asa saat menjalani IVF ternyata umum terjadi
Tak ada jaminan bahwa IVF pasti berhasil. Alhasil, proses ini bukan hanya melelahkan secara fisik, tetapi juga emosional. Banyak perempuan mengalami stres, kecemasan, bahkan depresi selama menjalani program hamil.
Dalam artikel review ilmiah berjudul Psychological impact of infertilit, penulisnya Psikolog Klinis Tara M. Cousineau dan Alice D. Domar menuliskan bahwa infertilitas bukan hanya perjalanan medis yang linier, tetapi juga pengalaman emosional yang naik turun, dengan beban psikologis yang nyata bagi individu maupun pasangan.
Beberapa penelitian yang dipublikasikan di jurnal Human Reproduction juga menunjukkan bahwa perempuan yang menjalani IVF cenderung mengalami tingkat stres emosional yang lebih tinggi dibanding populasi umum, terutama setelah kegagalan siklus IVF atau pada kasus dengan riwayat keguguran berulang.
Pentingnya dukungan pasangan saat menjalani program hamil
Michelle juga menyoroti pentingnya komunikasi bersama pasangan selama menjalani proses IVF. Menurutnya, dukungan emosional menjadi salah satu hal yang membantunya bertahan.
Proses IVF ini dapat menimbulkan stres, isolasi, dan kelelahan psikologis pada banyak pasangan. Dan perempuan yang menjalani perawatan kesuburan seringkali stres, baik secara fisik maupun emosional, karena proses yang sangat berat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda, Begini lho Proses Transfer Embrio ke Rahim pada Program IVF
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Program Bayi Tabung
3 Kisah Haru Bunda Sukses Bayi Tabung, Melahirkan Pertama Kali di Usia 73 Tahun
Haru, Perjuangan Pasangan Jalani 15 Kali Bayi Tabung demi Punya Anak
TERPOPULER
Potret Nada Tarina Putri Percaya Diri Tunjukkan Bekas Jahitan Operasi Skoliosis di Punggungnya
Berhubungan Intim 4 Kali Seminggu Disebut Perbesar Potensi Hamil hingga 16 Persen
Jangan Bilang "Bukan Masalah Saya", Ganti dengan 11 Kalimat Sopan Ini
5 Kesalahan Berpakaian ke Kantor, Salah Satunya Terlalu Sering Pakai Baju Hitam
20 Soal Satuan Panjang Kelas 3 SD dan Kunci Jawaban
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Stop Bilang "Kamu Bisa Melakukannya", Ini Kalimat Penggantinya untuk Membesarkan Anak Sukses
Berhubungan Intim 4 Kali Seminggu Disebut Perbesar Potensi Hamil hingga 16 Persen
Potret Nada Tarina Putri Percaya Diri Tunjukkan Bekas Jahitan Operasi Skoliosis di Punggungnya
Jangan Bilang "Bukan Masalah Saya", Ganti dengan 11 Kalimat Sopan Ini
20 Soal Satuan Panjang Kelas 3 SD dan Kunci Jawaban
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau ke Gili atau Mandalika? Ini Rute Tercepat dari Jakarta ke Lombok
-
Beautynesia
7 Ciri Orang Pura-pura Baik Hati Menurut Ilmu Psikologi
-
Female Daily
5 Rekomendasi Flat Shoes untuk ke Kantor, Nyaman Dipakai Seharian tapi Tetap Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Celine Dion Jadi Boneka Barbie, Pakai Kalung Ikonik dari Film 'Titanic'
-
Mommies Daily
8 Drakor dan Film Kim Yoo-jung, Terbaru Ada 100 Days of Deception