sign up SIGN UP search


kehamilan

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Program Bayi Tabung

Dwi Indah Nurcahyani Selasa, 20 Jul 2021 16:45 WIB
Gynecologist showing patient ultrasound of fetus on tablet. Diagnosis and management of pregnancy concept Ilustrasi bayi tabung/ Foto: Getty Images/iStockphoto/megaflopp

Jakarta - Program bayi tabung menjadi pilihan banyak pasutri untuk memiliki keturunan. Banyak yang berhasil dengan mengikuti program ini tapi tak sedikit juga yang mengalami kegagalan untuk dapat hamil.

Membuat keputusan untuk mengikuti program bayi tabung merupakan hal yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Di satu sisi, prosedur ini membuat Bunda dan Ayah selangkah lebih dekat untuk mendapatkan buah hati. Tapi di sisi lain, berbagai kekhawatiran muncul dan tak jarang membuat stres.

Selama proses bayi tabung atau dikenal dengan istilah In Vitro Fertilization (IVF), Bunda akan diberikan obat kesuburan yang merangsang perkembangan telur di ovarium. Ini terjadi selama beberapa hari. Kemudian, dilanjutkan dengan proses mengeluarkan telur dewasa dari ovarium. 


Di laboratoirum, telur yang diambil dikombinasikan dengan sperma dari Ayah. Lalu, telur dan sperma disatukan dalam cawan dengan harapan semoga sel sperma akan membuahi sel telur. Sel telur yang telah dibuahi inilah yang kemudian disebut embrio.

Resep Baik Selama PandemiResep Baik Selama Pandemi/ Foto: Mia Kurnia Sari

Embrio yang dihasilkan kemudian berkembang selama beberapa hari lagi di laboratorium. Proses ini dilakukan di bawah kondisi yang dikendalikan dengan sangat hati-hati.

Selanjutnya, satu atau dua embrio paling sehat akan ditransfer ke uterus Bunda. Setiap embrio tambahan akan dibekukan untuk siklus masa depan, seperti dikutip dari laman Very Well Family.

"In Vitro Fertilization (IVF) merupakan proses padat  dengan melibatkan banyak kunjungan ke dokter," ujar Eve Feinberg, MD, medical director of Northwestern Medicine Fertility and Reproductive Medicine Highland Park.

Proses IVF atau bayi tabung sendiri merupakan proses yang tak sebentar ya, Bunda. Selama 10-12 hari, Bunda akan minum obat kesuburan (biasanya suntikan yang dilakukan sendiri) untuk merangsang ovarium menghasilkan banyak telur.

"Selama waktu itu, Bunda juga harus pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan darah dan USG hampir setiap hari,"kata Dr Feinberg, seperti dikutip dari laman Parents.

Bagaimana proses selanjutnya? Klik di halaman selanjutnya ya, Bunda.

 Simak juga mitos bayi tabung dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



LANGKAH SEBELUM MEMULAI BAYI TABUNG
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi