HaiBunda

KEHAMILAN

Kehamilan Geriatri: Risiko yang Perlu Diketahui bila Hamil di Usia 35 Th ke Atas

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 03 Jun 2026 14:20 WIB
Kehamilan Geriatri: Risiko yang Perlu Diketahui bila Hamil di Usia 35 Th ke Atas/Foto: Getty Images/DragonImages
Jakarta -

Kehamilan geriatri adalah istilah untuk kehamilan yang terjadi pada usia 35 tahun ke atas. Saat ini, semakin banyak perempuan memilih hamil di usia matang karena berbagai alasan, mulai dari karier, pendidikan, hingga kesiapan finansial dan emosional.

Meski banyak ibu yang tetap bisa menjalani kehamilan sehat di usia ini, kehamilan geriatri memang memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

Bunda tidak perlu langsung khawatir, ya. Dengan pemantauan rutin dan gaya hidup sehat, banyak ibu usia 35 tahun ke atas yang melahirkan bayi sehat. Namun, memahami risikonya dapat membantu Bunda lebih waspada selama menjalani kehamilan.


Apa itu kehamilan geriatri?

Dalam dunia medis, kehamilan geriatri dikenal juga dengan istilah advanced maternal age (AMA). Istilah ini digunakan ketika seorang perempuan hamil pada usia 35 tahun atau lebih.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology, risiko komplikasi kehamilan memang cenderung meningkat seiring bertambahnya usia ibu, terutama setelah usia 35 tahun. Hal ini berkaitan dengan perubahan kualitas sel telur, kondisi kesehatan tubuh, hingga meningkatnya risiko penyakit kronis.

Risiko dari kehamilan geriatri

Berikut beberapa risiko yang lebih sering terjadi pada kehamilan di usia 35 tahun ke atas:

1. Risiko sulit hamil

Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur akan menurun. Hal ini membuat peluang kehamilan menjadi lebih kecil dibandingkan usia yang lebih muda.

Penelitian dari American College of Obstetricians and Gynecologists menyebutkan bahwa kesuburan perempuan mulai menurun secara bertahap sejak usia awal 30-an dan lebih cepat setelah usia 35 tahun.

2. Risiko keguguran lebih tinggi

Kehamilan geriatri memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi akibat meningkatnya kemungkinan kelainan kromosom pada janin. Sebuah studi dalam jurnal Human Reproduction menemukan bahwa angka keguguran meningkat signifikan pada ibu hamil usia 35 tahun ke atas dibandingkan usia 20-an.

3. Diabetes gestasional

Ibu hamil usia matang lebih berisiko mengalami diabetes gestasional, yaitu kondisi gula darah tinggi yang muncul saat kehamilan. Jika tidak dikontrol, diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko bayi lahir besar, persalinan prematur, hingga komplikasi persalinan.

4. Tekanan darah tinggi dan preeklamsia

Kehamilan geriatri juga meningkatkan risiko hipertensi dalam kehamilan dan preeklamsia. Kondisi ini dapat membahayakan ibu maupun janin bila tidak ditangani dengan baik.

Gejala preeklamsia meliputi:

  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit kepala berat
  • Bengkak berlebihan
  • Gangguan penglihatan

5. Risiko kelainan kromosom pada bayi

Risiko bayi mengalami kelainan kromosom, seperti down syndrome, meningkat seiring bertambahnya usia ibu. Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention, peluang melahirkan bayi dengan down syndrome lebih tinggi pada ibu usia 35 tahun ke atas dibandingkan ibu usia lebih muda.

6. Persalinan caesar lebih tinggi

Ibu dengan kehamilan geriatri lebih sering menjalani persalinan caesar karena komplikasi tertentu, seperti posisi janin, tekanan darah tinggi, atau kondisi medis lainnya. Namun, bukan berarti semua ibu usia 35 tahun pasti melahirkan secara caesar, ya, Bunda.

7. Risiko bayi lahir prematur

Kehamilan usia matang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah. Bayi prematur membutuhkan pemantauan ekstra karena organ tubuhnya belum berkembang sempurna.

Apakah kehamilan geriatri selalu berbahaya?

Tidak selalu, Bunda. Kehamilan geriatri atau kehamilan pada usia 35 tahun ke atas memang memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan di usia lebih muda. Namun, bukan berarti semua ibu yang hamil di usia tersebut pasti mengalami masalah kesehatan atau persalinan yang berbahaya.

Banyak perempuan usia 35 hingga 40 tahun bahkan lebih yang tetap dapat menjalani kehamilan sehat dan melahirkan bayi dengan selamat. Kunci utamanya adalah kondisi kesehatan ibu sebelum hamil, pola hidup selama kehamilan, serta pemantauan rutin oleh dokter.

Menurut Nebraska Medicine, sebagian besar ibu dengan kehamilan geriatri tetap memiliki peluang besar untuk menjalani kehamilan normal dan sehat apabila mendapatkan perawatan prenatal yang baik.

Meski begitu, dokter biasanya akan memantau kondisi ibu lebih ketat karena risiko tertentu memang meningkat, seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes gestasional
  • Keguguran
  • Kelainan kromosom pada janin
  • Persalinan prematur

Risiko tersebut juga tidak hanya dipengaruhi usia, tetapi dapat diperburuk oleh kondisi kesehatan lain seperti obesitas, hipertensi, diabetes, atau kebiasaan merokok.

Karena itu, ibu hamil usia 35 tahun ke atas dianjurkan untuk:

  • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan
  • Menjaga pola makan sehat
  • Mengonsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dokter
  • Tetap aktif bergerak dengan olahraga ringan
  • Mengelola stres dan cukup istirahat

Dokter juga mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan seperti skrining genetik atau USG khusus untuk memantau perkembangan janin lebih detail.

Jadi, kehamilan geriatri tidak selalu berbahaya. Dengan pemantauan yang tepat dan gaya hidup sehat, banyak ibu tetap bisa menjalani kehamilan yang aman dan nyaman hingga persalinan.

Cara menjaga kehamilan tetap sehat di usia 35 tahun ke atas

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan Bunda:

1. Konsumsi nutrisi seimbang

Perbanyak makanan kaya:

  • Protein
  • Zat besi
  • Asam folat
  • Kalsium
  • Omega-3

2. Rutin berolahraga

Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga hamil, atau berenang dapat membantu menjaga kebugaran tubuh selama kehamilan.

3. Kelola stres

Kesehatan mental juga penting selama kehamilan. Luangkan waktu untuk relaksasi dan melakukan aktivitas yang membuat Bunda nyaman.

4. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur

Pemeriksaan rutin membantu dokter mendeteksi risiko komplikasi lebih dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Kebiasaan di Rumah Dapat Menarik Kekayaan Dalam Hidup Menurut Feng Shui

Mom's Life Annisa Karnesyia

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Kantor Ikut Digeledah Bun

Mom's Life Amira Salsabila

Organ Kecil di Tubuh Manusia Ini Ternyata Kunci Umur Panjang Menurut Penelitian

Mom's Life Amira Salsabila

Tasya Farasya Ungkap Rahasia Turun BB 13 kg, Ternyata Ini Rahasianya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang yang Tetap Tenang saat di Bawah Tekanan

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Pakar ADHD Ingatkan Anak Sekarang Terlalu Banyak Diberikan Obat

7 Kebiasaan di Rumah Dapat Menarik Kekayaan Dalam Hidup Menurut Feng Shui

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Kantor Ikut Digeledah Bun

Kehamilan Geriatri: Risiko yang Perlu Diketahui bila Hamil di Usia 35 Th ke Atas

Wali Kota New York Zohran Kwame Tanda Tangan soal Tunda Jam Tidur Anak Demi Nonton Final NBA

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK