Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang Sok Tahu dari Cara Bicaranya Menurut Psikolog

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 20 Jul 2026 06:50 WIB

Ilustrasi ngobrol
Ilustrasi cara mengenali orang sok tahu dari cara bicaranya menurut psikolog / Foto: Getty Images/Korrawin
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, pernah bertemu orang yang selalu merasa paling benar dan seolah tahu segala hal? Memahami cara mengenali sikap seperti ini penting agar dapat menyikapinya dengan bijak.

Seseorang dengan sifat tersebut biasanya gemar memamerkan pengetahuan, sulit menerima sudut pandang yang berbeda, serta kerap ingin mendominasi percakapan. Akibatnya, lawan bicara merasa tidak dihargai, lelah, atau enggan melanjutkan diskusi.

Menurut psikolog, ada sejumlah ucapan dan perilaku yang sering muncul pada orang dengan karakter seperti ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu ‘sok tahu’?

Istilah ‘sok tahu’ pada dasarnya terdengar seperti seseorang yang bertindak seolah mereka tahu segalanya, padahal jelas-jelas tidak.

“Mereka percaya bahwa memiliki semua pengetahuan dan jawaban,” ujar psikolog konseling, pelatih, dan guru meditasi di Inggris dan terdaftar di Doctify, Dr. Sarah Jane Khalid, dikutip dari laman Parade, Jumat (17/7/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan ini adalah fenomena nyata di antara orang-orang yang kurang memiliki kesadaran diri untuk mengenali kekurangannya.

7 Kalimat yang sering digunakan orang yang sok tahu

Sarah membagikan tujuh kalimat umum yang mungkin sering Bunda dengar. Meski tidak selalu berarti orang tersebut sok tahu, setidaknya tidak setiap saat, kalimat ini bisa menjadi tanda-tanda mereka memang ‘sok tahu’. Berikut di antaranya:

1. “Sebenarnya, yang ingin aku katakan adalah…”

Meski banyak dari kita saling menyela di satu titik atau lainnya, disengaja atau tidak, perilaku ini dapat menandakan bahwa seseorang bertindak seperti orang yang sok tahu, Bunda.

“Individu seperti ini cenderung percaya bahwa pendapat mereka lebih penting dan akurat, yang dapat menyebabkan orang lain merasa bahwa pemikiran mereka diremehkan,” ujar Sarah.

2. “Itu kurang tepat, yang sebenarnya kamu maksud adalah…”

Orang yang sok pintar cepat mengoreksi orang lain, bahkan jika itu tentang hal sepele. Meski hal ini mungkin dimaksudkan untuk membantu, sering kali dianggap sebagai kritik atau sikap merendahkan, yang dapat menciptakan ketegangan dan perasaan tidak nyaman dalam interaksi tersebut.

3. “Kamu tahu, kamu benar-benar harus mencoba ini…”

Menurut Sarah, orang-orang ini juga terkenal karena memberikan nasihat yang tidak diminta, bahkan tentang topik yang sebenarnya tidak mereka pahami.

“Daripada menunggu seseorang meminta bimbingan, mereka mungkin malah memberikan nasihat tanpa diminta,” ujarnya.

4. “Kamu salah paham”

Alih-alih terlibat dalam debat, interaksi dengan mereka sering kali terasa seperti kompetisi, di mana satu-satunya tujuan adalah untuk keluar sebagai pemenang tanpa memperhatikan pokok pembahasannya.

Lebih jauh lagi, mereka mungkin tetap bersikeras ketika orang lain telah mundur atau kehilangan minat, bertekad untuk membuktikan bahwa sudut pandang mereka adalah yang benar.

“Sering kali, motivasi mereka bergeser dari topik yang sebenarnya dibahas ke keinginan untuk memamerkan kecerdasan dan pengetahuan superior mereka sendiri, mengubah percakapan menjadi perebutan dominasi,” tambahnya.

5. “Maksudku, kurasa aku mengerti maksudmu, tapi…”

Sekali lagi, orang-orang yang suka membual harus membuktikan bahwa mereka “benar” dan yang paling berpengetahuan di ruangan itu. Mereka enggan untuk menyatakan sebaliknya.

“Salah satu perilaku yang paling sering terlihat pada orang yang merasa serba tahu adalah enggan untuk mengakui kesalahan” ujar Sarah.

Dia menjelaskan bahwa mengakui kesalahan dapat terasa seperti kekalahan besar baginya. Jadi, sebagai gantinya mereka akan bersikeras pada pendapat awal atau mengalihkan pembicaraan.

6. “Yah, saya tidak memiliki semua wawasan/informasi”

Ungkapan ini adalah contoh lain bagaimana orang yang sok tahu akan bereaksi ketika mereka salah dan tidak mau mengakuinya.

Meski mungkin terasa lebih nyaman bagi mereka saat itu, konsekuensi yang ditimbulkan sangat nyata.

“Menghindari pengakuan kesalahan tidak hanya menghambat percakapan yang konstruktif, tetapi juga menandakan kurangnya kesadaran diri, sehingga menyulitkan orang lain untuk terhubung atau menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai,” tuturnya.

7. “Sebenarnya…”

Kata ini adalah tanda peringatan bahwa seseorang itu sok tahu. Orang yang secara teratur memulai pernyataan dengan kata “sebenarnya, inilah yang terjadi”, cenderung memposisikan diri mereka sebagai otoritas dalam suatu subjek, seringkali menyiratkan bahwa orang lain keliru.

Cara bicara ini melampaui sekadar berbagi pendapat, hal itu dapat terkesan meremehkan dan menjengkelkan karena menunjukkan bahwa pembicara sedang mengoreksi orang lain daripada terlibat dalam pertukaran pandangan yang seimbang.

Nah, itulah cara mengenali orang sok tahu dari cara bicara mereka. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda