Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Amankah Posisi Misionaris untuk Berhubungan Intim saat Hamil Trimester Kedua?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 27 Apr 2026 20:00 WIB

Ilustrasi suami istri hamil
Amankah Posisi Misionaris untuk Berhubungan Intim saat Hamil Trimester Kedua?/Foto: Getty Images/gahsoon
Daftar Isi
Jakarta -

Kehamilan sedianya tidak menjadi penghalang bagi suami istri untuk merajut keintiman ya, Bunda. Tetapi, amankah posisi misionaris untuk berhubungan intim saat hamil trimester kedua?

Memasuki trimester kedua, biasanya para ibu hamil merasa lebih nyaman. Selain sedikit terlewati masa-masa mual muntah di trimester satu yang cukup mengganggu, di fase ini bumil juga mulai bisa menikmati makan minum dengan nyaman secara pelan-pelan. 

Dengan situasi yang lebih kondusif, agenda keintiman yang sempat tertunda dan bahkan tak dilakukan di trimester awal pun kini mulai bisa dijadwalkan kembali ya, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bolehkah melakukan hubungan intim saat hamil?

Hubungan intim sedianya tak akan membahayakan bayi pada tahap apa pun selama kehamilan Bunda normal dan tidak ada komplikasi. Apalagi, bayi Bunda dilindungi oleh otot rahim yang kuat, cairan ketuban, dan sumbat lendir yang terbentuk di sekitar leher rahim.

Memang, sebagian orang percaya bahwa aktivitas seksual bisa memicu bahaya pada bayi hingga meningkatkan risiko keguguran atau memicu persalinan dini. Namun, pada kondisi kehamilan yang sehat, semua hal tersebut tidaklah benar ya, Bunda.

Mengutip dari laman Medical News Today bahwa banyak penelitian menyimpulkan jika hubungan seksual selama kehamilan tidak terkait dengan peningkatan risiko persalinan prematur atau kelahiran prematur. Namun, jika dokter menganggap seseorang berisiko tinggi, mereka mungkin merekomendasikan agar orang tersebut menghindari hubungan seksual selama kehamilan atau hanya pada tahap akhir kehamilan.

Hal ini karena ada kemungkinan bahwa orgasme atau penetrasi seksual dapat memicu kontraksi Braxton Hicks di akhir kehamilan. Braxton hicks sendiri merupakan kontraksi ringan yang dialami beberapa orang menjelang akhir kehamilannya. Namun, kontraksi ini tidak memicu persalinan, sehingga seharusnya tidak menjadi penyebab kekhawatiran, Bunda.

Amankan posisi misionaris saat hamil trimester kedua?

Melakukan hubungan intim selama kehamilan memang sepenuhnya aman. Namun, agenda tersebut tetap perlu dilakukan dengan ekstra hati-hati dan menjaga komunikasi yang baik satu sama lain.

Menyoal posisi seks, sebagian besar posisi seks aman dicoba selama kehamilan ya, Bunda. Hanya saja, selama tahap akhir kehamilan, sebaiknya memilih posisi yang tidak memberikan tekanan pada perut ibu hamil, seperti posisi misionaris. Sebab, jika perempuan yang hamil berbaring telentang, berat bayi dapat memberi tekanan ekstra pada organ dalam atau arteri utama.

Sementara itu, ibu hamil mungkin merasa lebih nyaman dalam posisi di mana mereka dapat mengontrol kedalaman dan kecepatan penetrasi. Posisi yang nyaman saat hamil tersebut bisa mencakup berada di atas pasangan, side by side, spooning, atau duduk di tepi tempat tidur.

Bagi Bunda dan pasangan yang mungkin ingin berkeksperimen dengan berbagai posisi seks, sah-sah saja untuk mengeksplorasinya sehingga bisa menemukan posisi yang paling nyaman. Penting diketahui bahwa posisi yang terasa nyaman biasanya bisa berubah seiring waktu, biasanya ketika usia kehamilan semakin bertambah, seperti dikutip dari laman WebMd.

Saat memasuki trimester kedua, beberapa posisi seks yang bisa dicoba dan mungkin nyaman untuk dilakukan satu sama lain yakni dengan posisi doggy style, cowgirl, dan spider position ya, Bunda.

Tips berhubungan seks dengan aman selama kehamilan

Meskipun perut semakin membesar, Bunda tetap bisa menikmati setiap momen berhubungan intim dengan pasangan. Apalagi, saat kehamilan biasanya membuat dorongan seksual lebih kuat meskipun dalam periode tertentu ada juga yang jadi merasa kurang tertarik. 

Nah, dalam menghadapi situasi tersebut, cobalah untuk tetap terbuka pada apa yang dikatakan tubuh sendiri, Bunda. Selain itu, komunikasikan dengan pasangan bagaimana Bunda bisa tetap intim selama kehamilan. Beri tahukan pada pasangan apa yang membuat Bunda merasa nyaman dan apa yang mungkin tidak nyaman. Adakalanya, bagi beberapa pasangan, kedekatan fisik dalam bentuk berpelukan, berciuman, dan saling membelai adalah alternatif yang baik ketika seks bukan pilihan.

Oh iya, Bunda, meskipun seks saat hamil aman dilakukan, ada beberapa kondisi yang sebaiknya Bunda menghindari melakukannya ketika mengalami kondisi berikut:

1. Bunda mengalami perdarahan hebat selama kehamilan
2. Ketuban pecah
3. Memiliki masalah dengan leher rahim
4. Mengandung bayi kembar
5. Pernah mengalami persalinan dini
6. Berada di tahap akhir kehamilan

Demikian penjelasan mengenai posisi misionaris untuk berhubungan intim saat hamil trimester kedua. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda