KEHAMILAN
Jepang Gencar Promosikan Kontrasepsi Meski Angka Kelahiran Anjlok, Penyebabnya...
Melly Febrida | HaiBunda
Senin, 08 Jun 2026 21:00 WIBJepang tetap gencar mengampanyekan penggunaan kontrasepsi meski angka kelahiran menurun. Langkah ini ternyata bukan untuk menekan kelahiran, melainkan karena tujuan lain. Apakah penyebabnya?
Kebijakan Jepang ini menimbulkan pertanyaan publik, mengingat Jepang sedang berupaya mengatasi krisis demografi akibat rendahnya angka kelahiran.
Dilansir TheJapanTimes, jumlah kelahiran di Jepang kembali mencatat rekor terendah selama 10 tahun berturut-turut, sejak pencatatan dimulai pada 1899. Namun, di tengah kondisi tersebut, pemerintah semakin aktif mendorong masyarakat menggunakan kontrasepsi serta perencanaan kehamilan yang sehat.
Jepang bukan satu-satunya negara yang menghadapi tantangan penurunan angka kelahiran. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai negara maju juga mengalami tren serupa akibat perubahan gaya hidup, kondisi ekonomi, hingga keputusan pasangan untuk menunda memiliki anak.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah Jepang justru menilai bahwa peningkatan literasi kesehatan reproduksi menjadi salah satu langkah penting.
Bukan hanya untuk mendukung kehamilan yang sehat, tetapi juga membantu masyarakat memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesuburan dan kesehatan ibu serta bayi di masa depan.
Mengapa Jepang tetap mengampanyekan kontrasepsi?
Kampanye kontrasepsi ini sekilas terlihat bertentangan dengan upaya meningkatkan angka kelahiran di Jepang. Namun, tujuan dari program tersebut bukan untuk mengurangi jumlah kelahiran melainkan membantu masyarakat merencanakan kehamilan yang lebih sehat dan aman.
Konsep yang saat ini banyak dipromosikan Jepang dikenal sebagai preconception care atau perawatan pra-konsepsi. Pendekatan ini mendorong setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan, untuk memahami kesehatan reproduksi, faktor kesuburan, serta risiko yang dapat memengaruhi kehamilan di masa depan.
Perawatan pra-konsepsi pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 2006 sebagai serangkaian intervensi yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan memodifikasi risiko persalinan yang aman sebelum kehamilan.
Saat ini, perawatan pra-konsepsi dianggap sebagai pendekatan komprehensif untuk setiap orang tanpa memandang jenis kelamin atau usia, untuk memperoleh pengetahuan tentang kesejahteraan dan kehamilan, serta untuk meneliti rencana masa depan dan mengelola gaya hidup.
Perawatan pra-konsepsi telah menjadi bagian dari kebijakan pemerintah sejak tahun 2018.
Menurut pemerintah Jepang, edukasi mengenai kontrasepsi, kesehatan seksual, dan kesuburan perlu diberikan sejak usia muda agar masyarakat dapat membuat keputusan reproduksi yang lebih baik di kemudian hari.
Bahkan, pemerintah Jepang menargetkan agar pemahaman tentang perawatan pra-konsepsi semakin dikenal generasi muda dalam beberapa tahun ke depan.
Kehamilan berisiko tinggi meningkat di Jepang
Kepala Pusat Preconception Care di National Center for Child Health and Development Jepang, Asako Mito, mengatakan bahwa jumlah kehamilan dan persalinan berisiko tinggi terus meningkat.
Menurut Mito, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor seperti usia ibu yang semakin tua saat hamil, berat badan kurang, hingga obesitas. Karena itu, edukasi kesehatan reproduksi dianggap penting untuk membantu masyarakat mempersiapkan kehamilan yang lebih sehat.
Mito juga menyoroti masih rendahnya literasi kesehatan reproduksi di kalangan masyarakat. "Penting untuk melengkapinya dengan pendidikan seks komprehensif berstandar internasional," kata Mito.
Bukan hanya soal punya anak
Menurut laporan, perawatan pra-konsepsi tidak hanya ditujukan untuk pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Program ini juga berfokus pada kesehatan fisik dan mental masyarakat secara umum.
Pengetahuan mengenai kontrasepsi, nutrisi, gaya hidup sehat, hingga kesuburan dinilai dapat membantu menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi di masa mendatang.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa perawatan pra-konsepsi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan reproduksi dan kehamilan.
Tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Reproductive Health menyebutkan bahwa perawatan pra-konsepsi membantu mengidentifikasi faktor risiko sebelum kehamilan terjadi sehingga dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Peneliti juga menyebut pendekatan ini sebagai bagian penting dalam kesinambungan layanan kesehatan reproduksi.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa intervensi sebelum kehamilan dapat meningkatkan kesehatan perempuan dan laki-laki usia reproduktif serta memberikan dampak positif pada kehamilan dan kesehatan anak di masa depan.
Selain itu, WHO juga menekankan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kehamilan, tetapi juga kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Untuk itu, edukasi kesehatan reproduksi dinilai penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Dari penjelasan di atas, kampanye kontrasepsi dan perawatan pra-konsepsi yang digencarkan Jepang bukan ditujukan untuk menekan angka kelahiran. Program ini justru bertujuan membantu masyarakat mempersiapkan kehamilan yang lebih sehat, memahami kesehatan reproduksi, serta membuat keputusan yang lebih tepat terkait perencanaan keluarga di masa depan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Efek KB IUD bagi Suami & Cara Mencegahnya, Bunda Wajib Tahu!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pil KB Bikin Bunda Tambah Gemuk, Mitos atau Fakta?
Bunda, Ini Alasan Wajib Rencanakan Kehamilan Selama Pandemi COVID-19
5 Ramuan Herbal yang Dipercaya Bisa Mencegah Kehamilan
2 Cara Mencegah Kehamilan Usai Berhubungan Seks, Bisa Pakai Cara Alami
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal
Cara Mengenali Anak yang Terlalu Sensitif, Ada 2 Tanda yang Perlu Diketahui Orang Tua
Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal
Cara Mengenali Anak yang Terlalu Sensitif, Ada 2 Tanda yang Perlu Diketahui Orang Tua
4 Drama China Modern Dibintangi Liu Xueyi, Ada Genre Romantis
Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati
Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kondangan Malam Pakai Baju Hitam? Coba Maxi Dress Hijab Friendly Ini
-
Beautynesia
Mengenal 'French Sunday', Seni Menikmati Hari Minggu Santai ala Orang Prancis
-
Female Daily
Pipi Chubby Bikin Kamu Nggak Pede? Ini 7 Cara Bikin Wajah Terlihat Lebih Tirus!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Melly Goeslaw Berkebaya Nude saat Anaknya Lamar Putri Bambang Soesatyo
-
Mommies Daily
Sontek Warna Hijab Nikita Willy, Ini 7 Warna yang Bikin Wajah Terlihat Cerah!