sign up SIGN UP search


kehamilan

Bunda, Ini Alasan Wajib Rencanakan Kehamilan Selama Pandemi COVID-19

Asri Ediyati Jumat, 19 Jun 2020 19:22 WIB
Ilustrasi rumah tangga atau pasangan muslim caption
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19, rupanya tak cuma kasus positif terinfeksi saja yang bertambah, tapi wanita positif hamil juga bertambah. Seperti yang telah Bunda ketahui sebelumnya, lebih baik hamil terencana daripada hamil di luar rencana.

Konselor laktasi Citra Ayu Mustika menceritakan pengalaman saat membuat polling siapa saja pasutri yang 'kebobolan' selama di rumah saja. Ia terkejut ketika 1.300 dari 4.000-an netizen yang menjawab itu positif hamil.

Bisa Bunda bayangkan, berapa banyak di Indonesia yang positif hamil sekarang ini di luar polling? Menurut Citra, yang dikhawatirkan di kemudian hari adalah terjadinya baby boom, ledakan angka kelahiran.


"Secara dengan kondisi pandemi seperti ini, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan kan semuanya lagi diserap untuk pemulihan COVID-19," ujarnya di Webinar Saatnya Menjadi LELAKI ANDALAN: Peduli, Setara dan Bertanggung Jawab, belum lama ini.

"Nah, khawatirnya jika terjadi kehamilan tidak diinginkan, di luar rencana, baby boom, penanganan kesehatan keselamatan bagi ibu dan bayi jadi kurang optimal," lanjut Citra, yang dikenal melalui Instagram-nya dengan julukan tetegram itu.

Untuk itu, Citra menekankan pentingnya kontrasepsi, khusus bagi pasangan yang sudah punya anak dan yang berencana belum mau punya anak. Ya, karena bagaimana pun menjaga jarak kehamilan adalah salah satu upaya untuk bisa menyusui sukses hingga dua tahun.

Ilustrasi pasangan suami istriIlustrasi pasangan suami istri/ Foto: iStock

"Lalu yang kedua itu adalah upaya untuk membangun keturunan serta keluarga yang berkualitas," kata Citra.

Citra pun menceritakan pengalamannya saat hamil dengan jarak yang tak diinginkan. Saya pribadi punya testimoni terkait hal tersebut.

"Jadi waktu anak pertama saya baru lahir karena kan saya menyusui, tapi tidak berkontrasepsi pasca melahirkan. Kenapa? Ibaratnya pada saat itu saya masih takut juga," ungkapnya.

Karena enggak berkontrasepsi dan tetap aktif berhubungan seksual, waktu bayinya usia 9 bulan, tiba-tiba Citra merasakan pergerakan di perut. Ia juga curiga produksi ASI-nya turun. Setelah di USG, ia ternyata hamil 3 bulan.

"Sebagai wanita, saya merasakan betul dampak mental dari kebobolan, itu yang pertama," ujarnya.

Citra pun mengalami pendarahan dan nyaris keguguran. Lalu yang sedih lagi, anaknya yang masih 9 bulan pun jadi weaning, tak mau menyusu lagi. Berangkat dari pengalaman itu, akhirnya Citra dan suami sadar pentingnya kontrasepsi untuk perencanaan kehamilan.

Sementara menurut dr.Adi Sasongko, pelayanan KB selama pandemi ini juga berpengaruh. Seharusnya ada yang kontrol atau suntik 3 bulan sekali, ini malah terhalang.

"Sebetulnya ini sudah terlihat karena dari informasi BKKBN selama pandemi COVID-19, akibat gangguan KB diperkirakan akan terjadi kehamilan yang tidak direncanakan, 300 hingga 500 ribu kehamilan. Jadi ini potensi baby booming-nya luar biasa," ujar Adi di kesempatan yang sama.

Simka juga pesan bijak Lenna Tan untuk pasangan yang ingin menikah muda:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi