HaiBunda

KEHAMILAN

Studi Ungkap Ibu Hamil Aktif Bergerak Berisiko Kecil Alami Preeklamsia & Diabetes Gestational

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Kamis, 11 Jun 2026 16:30 WIB
Studi Ungkap Ibu Hamil Aktif Bergerak Berisiko Kecil Alami Preeklamsia & Diabetes Gestational/Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Tetap aktif selama kehamilan memang sangat disarankan untuk menunjang kesehatan ibu hamil. Dalam sebuah studi: ibu hamil yang aktif bergerak berisiko kecil alami preeklamsia dan diabetes gestasional.

Kehamilan memang tidak jadi alasan bagi calon orang tua untuk bersantai-santai saja tanpa aktivitas. Justru, ketimbang duduk atau tidur berlama-lama, melakukan aktivitas dan tetap aktif selama kehamilan sangatlah direkomendasikan lho, Bunda.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di West Virginia University dan dua pusat medis afiliasi universitas lainnya menemukan adanya signifikansi yang lebih besar dalam kaitannya dengan risiko kehamilan seperti preeklamsia dan diabetes gestasional pada perempuan yang menghabiskan lebih banyak waktu duduk dibandingkan mereka yang beraktivitas ringan dalam kesehariannya.


"Temuan besar tersebut ialah perempuan yang duduk lebih dari 10 jam sehari mengalami dua kali lebih banyak hasil kehamilan yang merugikan dibandingkan perempuan yang duduk dalam waktu yang lebih singkat," kata Bethany Barone Gibss, profesor dan Chair of the WVU School of Public Health Department of Epidemiology and Biostatistics yang juga menjadi salah satu peneliti di dalamnya.

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa lebih banyak duduk mungkin kurang sehat selama kehamilan, tetapi besarnya risiko tambahan lebih besar dari yang diduga. "Studi kami mendukung gagasan bahwa pola aktivitas harian dengan banyak duduk berkepanjangan harus dihindari selama kehamilan.”

Dalam studi yang diterbitkan dalam The Journal of the American Medical Association, dua dari lima perempuan yang duduk selama 10 jam atau lebih dalam sehari mengalami hasil kehamilan yang kurang baik. Sementara hanya satu dari lima perempuan yang duduk sekitar tujuh jam sehari mengalami hasil kehamilan yang kurang baik atau merugikan.

Hasil kehamilan yang kurang baik dan diukur dalam studi tersebut termasuk di antaranya hipertensi gestasional, preeklampsia, diabetes gestasional, kelahiran prematur, dan bayi kecil yang tidak sesuai dengan usia kehamilannya. Deretan komplikasi kehamilan tersebut diketahui dapat membahayakan ibu dan bayi selama kehamilan serta memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang.

Seperti salah satu contohnya ialah preeklamsia, risiko ini merupakan gangguan tekanan darah yang serius dan mengancam jiwa yang bisa terjadi selama kehamilan dan pasca persalinan.

Biasanya, gangguan ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang cepat yang dapat menyebabkan kejang, stroke, kegagalan multi-organ, dan bahkan kematian ibu atau bayi.

Dan, perempuan yang pernah mengalami gangguan ini sebelumnya akan memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkannya menjadi penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Sementara itu, pada risiko lainnya seperti diabetes gestasional juga bisa berkembang selama kehamilan pada perempuan yang sebelumnya tidak didiagnosis menderita penyakit tersebut. Meskipun biasanya hilang setelah bayi lahir, hal ini meningkatkan kemungkinan ibu untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari.

“Hasil kehamilan yang merugikan ini, terutama preeklamsia dan hipertensi gestasional, telah menjadi risiko yang lebih umum dalam dua dekade terakhir,” kata Barone Gibbs.

Faktanya, aktivitas seperti olahraga dengan intensitas sedang hingga berat memang dapat menurunkan risiko kehamilan yang buruk. Namun, Barone Gibbs mengatakan bahwa tingkat aktivitas tersebut mungkin bukan pilihan bagi sebagian ibu hamil.

Ia dan rekan-rekannya dalam studi tersebut beralasan bahwa tidak semua ibu hamil memiliki sumber daya dan aksesibilitas terhadap jenis rencana olahraga yang tersedia di pusat kebugaran. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan bahwa ibu hamil mungkin tidak memiliki energi fisik untuk mengikuti program olahraga seperti dikutip dari laman Wvutoday.

Di sisi lain, penelitian ini sendiri bertujuan untuk menentukan apakah mengurangi waktu duduk dan lebih banyak bergerak dengan intensitas ringan akan berhubungan dengan penurunan risiko.

Gagasan bahwa terlalu banyak duduk dapat memperburuk hasil kehamilan didasarkan pada penelitian beberapa dekade lalu ketika tim medis merekomendasikan istirahat total atau pembatasan aktivitas bagi perempuan yang mengalami komplikasi kehamilan.

Namun, terlepas dari rekomendasi tersebut, penelitian yang melibatkan para perempuan ini menemukan bahwa perubahan tingkat aktivitas yang sangat rendah memang tidak membantu. Dalam beberapa kasus tertentu, justru menyebabkan hasil yang lebih buruk seperti lebih banyak kelahiran prematur dan preeklamsia.

"Karena gaya hidup modern telah menghilangkan sebagian besar aktivitas fisik dari keseharian banyak orang. Tanpa disadari, perempuan hamil juga memiliki aktivitas yang sebenarnya sangat mirip dengan pembatasan aktivitas meskipun tidak diresepkan," kata Barone Gibbs.

Studi ini melibatkan 500 perempuan asal West Virginia, Pennsylvania, dan Lowa yang memasuki trimester pertama kehamilan. Dalam studinya, peneliti mencatat pola aktivitas ibu hamil di setiap trimester sepanjang kehamilan mereka hingga kelahiran bayi untuk menentukan bagaimana pola aktivitas berkorelasi dengan hasil kehamilan yang buruk.

Barone Gibbs menjelaskan bahwa, meskipun data menunjukkan jika ibu hamil harus mengurangi duduk dan lebih banyak bergerak, uji klinis yang lebih besar akan lebih memvalidasi temuan tersebut.

“Temuan kami menunjukkan bahwa tidak harus selalu olahraga, hanya dengan bangun dan bergerak lebih banyak dapat membantu ibu hamil menghindari komplikasi kehamilan ini,” katanya.

Ia berharap bahwa dengan adanya penelitian tersebut nantinya dapat mendorong ibu hamil memantau jumlah waktu duduk mereka dan jumlah aktivitas yang mereka lakukan setiap harinya. Dia pun menyarankan perangkat yang dapat dikenakan yang dapat memberikan pengingat dan memantau langkah kaki.

“Sebagian besar perangkat ini akan memberi tahu ibu hamil dan juga menjadi pengingat jika ibu hamil duduk selama satu jam bahwa sudah waktunya untuk bangun dan mulai bergerak sedikit, berjalan-jalan sebentar atau melakukan sesuatu,” katanya.

Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Kehidupan Susan Sameh di Jerman, Nikmati Peran Baru Sebagai Bunda

Mom's Life Nadhifa Fitrina

10 Kalimat Sederhana yang Bikin Seseorang Terlihat Lebih Cerdas saat Mengobrol

Mom's Life Azhar Hanifah

Studi Ungkap Tidur Berkualitas Jadi Cara Efektif Ibu Hamil Terhindar dari Stres

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

10 Negara yang Melarang Media Sosial untuk Anak-anak

Parenting Indah Ramadhani

5 Resep Bihun Goreng Enak dan Praktis, Cocok untuk Menu Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Intip Keseruan Laura Theux & Indra Brotolaras Hiking Bawa Anak di Pulau Kenawa Sumbawa

Studi Ungkap Tidur Berkualitas Jadi Cara Efektif Ibu Hamil Terhindar dari Stres

10 Negara yang Melarang Media Sosial untuk Anak-anak

Potret Kehidupan Susan Sameh di Jerman, Nikmati Peran Baru Sebagai Bunda

5 Resep Bihun Goreng Enak dan Praktis, Cocok untuk Menu Sehari-hari

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK