KEHAMILAN
Peneliti Usulkan Penggunaan Pankreas Buatan pada Ibu Hamil dengan Diabetes Tipe 1
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Minggu, 14 Jun 2026 08:00 WIBBunda, teknologi kesehatan terus berkembang untuk membantu ibu hamil dengan kondisi khusus seperti Type 1 Diabetes. Salah satu inovasi terbaru yang kini banyak dibahas adalah pankreas buatan (artificial pancreas), yaitu sistem otomatis yang membantu mengatur kadar gula darah secara real-time.
Para peneliti mengusulkan pemanfaatan teknologi pankreas buatan atau artificial pancreas sebagai pendekatan baru dalam membantu ibu hamil dengan diabetes tipe 1 menjaga kestabilan gula darah selama masa kehamilan.
Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kontrol glukosa secara otomatis dan mengurangi risiko komplikasi yang umum terjadi pada kehamilan berisiko tinggi.
Risiko diabetes tipe 1 pada kehamilan
Kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang signifikan, yang dapat memengaruhi sensitivitas insulin. Pada kondisi diabetes tipe 1, tubuh tidak memproduksi insulin sehingga pengaturan gula darah menjadi lebih sulit.
Jika tidak terkontrol dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti preeklamsia, kelahiran prematur, makrosomia (bayi dengan berat lahir besar), serta hipoglikemia neonatal.
Berikut risiko diabetes tipe 1 pada kehamilan:
Risiko pada ibu hamil
Pada ibu dengan Type 1 Diabetes, beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
- Hipoglikemia (gula darah rendah)
Kondisi ini sering terjadi akibat ketidakseimbangan dosis insulin dan asupan makanan. Risiko hipoglikemia dapat meningkat terutama pada trimester awal kehamilan. - Hiperglikemia (gula darah tinggi)
Pada trimester kedua dan ketiga, resistensi insulin biasanya meningkat sehingga gula darah lebih mudah naik jika tidak disesuaikan dengan baik. - Preeklamsia
Ibu hamil dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan yang dapat membahayakan kondisi ibu dan janin. - Infeksi berulang
Kadar gula darah yang tinggi dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga meningkatkan risiko infeksi, terutama infeksi saluran kemih. - Ketoasidosis diabetik
Kondisi serius yang dapat terjadi ketika tubuh kekurangan insulin secara ekstrem. Ketoasidosis merupakan keadaan gawat darurat yang berbahaya bagi ibu dan janin.
Risiko pada janin dan bayi
Selain berdampak pada ibu, kondisi gula darah yang tidak stabil juga dapat memengaruhi perkembangan janin, antara lain:
- Makrosomia (bayi besar)
Kelebihan glukosa dari ibu dapat memicu produksi insulin berlebih pada janin, sehingga menyebabkan pertumbuhan berlebihan. - Hipoglikemia neonatal
Setelah lahir, bayi dapat mengalami penurunan gula darah karena produksi insulin yang masih tinggi meskipun asupan glukosa dari ibu sudah terhenti. - Kelahiran prematur
Risiko persalinan sebelum usia kehamilan cukup bulan lebih tinggi pada ibu dengan diabetes yang tidak terkontrol. - Gangguan pernapasan pada bayi
Bayi dari ibu dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan adaptasi pernapasan setelah lahir. - Kelainan bawaan
Risiko kelainan bawaan meningkat terutama jika kadar gula darah tidak terkontrol pada awal kehamilan, saat organ janin sedang berkembang.
Apa itu pankreas buatan?
Pankreas buatan adalah sistem closed-loop yang menggabungkan tiga komponen utama, yaitu sensor glukosa kontinu (continuous glucose monitoring/CGM), pompa insulin, dan algoritma kontrol otomatis.
Sistem ini bekerja dengan menyesuaikan pemberian insulin secara real-time berdasarkan kadar gula darah pengguna. Dengan mekanisme ini, pankreas buatan berfungsi menyerupai pankreas biologis dalam menjaga keseimbangan glukosa darah tanpa intervensi manual yang terus-menerus.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Network Open, peneliti melakukan penelitian acak terkontrol yang dilakukan pada ibu hamil dengan diabetes tipe 1 menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan sistem closed-loop memiliki waktu dalam rentang target glukosa (time in range) sebesar 65,4 persen, dibandingkan 50,3 persen pada kelompok terapi standar. Selain itu, risiko hipoglikemia juga lebih rendah.
Selain itu, studi yang dipublikasikan oleh The Lancet Diabetes & Endocrinology, menemukan bahwa penggunaan sistem pankreas buatan secara signifikan meningkatkan kontrol glukosa pada ibu hamil dengan diabetes tipe 1 dibandingkan terapi insulin konvensional. Sistem ini juga membantu mengurangi fluktuasi gula darah harian.
Bukan hanya itu, studi yang dipublikasikan dalam Hybrid Closed-Loop Pregnancy Study menunjukkan bahwa sistem hybrid closed-loop mampu meningkatkan stabilitas glukosa selama kehamilan dan mengurangi episode hipoglikemia, terutama pada malam hari ketika risiko penurunan gula darah lebih tinggi.
Dari berbagai studi tersebut, manfaat utama penggunaan pankreas buatan pada ibu hamil dengan diabetes tipe 1 meliputi peningkatan waktu dalam rentang target glukosa, penurunan risiko hipoglikemia, stabilitas gula darah yang lebih baik, serta pengurangan beban pengelolaan harian bagi pasien.
Meskipun menjanjikan, teknologi ini masih menghadapi beberapa tantangan, termasuk biaya perangkat yang tinggi, keterbatasan akses di berbagai negara, kebutuhan personalisasi algoritma untuk kondisi kehamilan, serta perlunya pengawasan medis yang ketat.
Pentingnya kontrol gula darah selama kehamilan
Pengendalian gula darah yang ketat menjadi kunci utama untuk menurunkan risiko komplikasi. Target gula darah yang stabil sebelum dan selama kehamilan terbukti dapat membantu mendukung perkembangan janin secara optimal serta mengurangi risiko komplikasi serius.
Selain terapi insulin dan pemantauan rutin, perkembangan teknologi seperti sensor glukosa kontinu dan sistem insulin otomatis juga mulai membantu meningkatkan kualitas kontrol gula darah pada ibu hamil dengan diabetes.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi Terbaru Ungkap Komplikasi Kehamilan Serius Meningkat Selama Pandemi
Mengenal Vasa Previa, Kondisi Keluarnya Pembuluh Darah Janin
Ini Penyebab Mata Tak Bisa Melihat Usai Melahirkan Menurut Dokter
Bunda Perlu Waspada, 6 Faktor yang Tingkatkan Risiko Komplikasi Kehamilan
TERPOPULER
Cerita Bunda Hamil setelah 8 Tahun Menanti, Bayinya Ternyata Tumbuh di Luar Rahim
Cara Mengenali Orang Pura-Pura Pintar dari Percakapannya Sehari-hari
Cara Melatih Anak Berpikir Kritis di Era AI, Orang Tua Bisa Lakukan Ini
5 Ide Lomba 17-an Seru, Anti Mainstream
25 Contoh Hewan Vivipar, Pengertian, Ciri-ciri, Bedanya dengan Ovipar dan Ovovivipar
REKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Ummi Quary Umrah, Menangis hingga Bahagia Bisa Pegang Ka'bah
Cara Melatih Anak Berpikir Kritis di Era AI, Orang Tua Bisa Lakukan Ini
Cerita Bunda Hamil setelah 8 Tahun Menanti, Bayinya Ternyata Tumbuh di Luar Rahim
5 Ide Lomba 17-an Seru, Anti Mainstream
Cara Mengenali Orang Pura-Pura Pintar dari Percakapannya Sehari-hari
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Villa di Lembang Ini Viral Gara-Gara Vibesnya Kayak Drakor, Worth It Beneran?
-
Beautynesia
Dibintangi Jeon Do Yeon, Netflix Rilis Potret Adegan Terbaru Film 'Possible Love'
-
Female Daily
Diet Bikin Rambut Rontok? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sinopsis Run Hide Fight di Bioskop Trans TV Hari Ini
-
Mommies Daily
7 Rekomendasi Parfum Musky Lokal Terbaik, Wangi Elegan dan Tahan Lama