KEHAMILAN
Kehamilan Pertama Lancar, Bunda Ini Tak Menyangka Alami Komplikasi Langka di Kehamilan Kedua
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Sabtu, 13 Jun 2026 08:00 WIBSeorang ibu bernama Lauren Farrelly mengalami gangguan kesehatan serius di kehamilan keduanya. Pada saat ia menyadari hal itu, kandungan keduanya sudah masuk trimester tiga.
Sebelumnya, ia menjalani kehamilan anak pertamanya dengan lancar. Bahkan kelahiran sang anak yang diberi nama Nico, tidak mengalami komplikasi kehamilan.
Saat memasuki usia kehamilan 31 minggu, ia didiagnosis mengalami kondisi langka namun berisiko tinggi bernama Placenta accreta. Dikutip dari Mayo Clinic, komplikasi kehamilan langka ini terjadi ketika plasenta tumbuh jauh ke dalam dinding rahim, dan dapat menyebabkan kehilangan darah yang parah setelah melahirkan.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap kehamilan bisa berjalan sangat berbeda, bahkan pada ibu yang sebelumnya tidak memiliki riwayat komplikasi apa pun.
Baca Juga : Plasenta Akreta |
Kehamilan kedua yang awalnya berjalan normal
Pada awal kehamilan keduanya, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan yang dirasakan Lauren. Pemeriksaan rutin juga tidak memperlihatkan masalah berarti.
Seperti kehamilan pertama, semuanya tampak normal. Janin berkembang baik, dan kondisi ibu stabil. Namun, memasuki trimester ketiga, dokter mulai menemukan indikasi adanya kelainan pada posisi dan penempelan plasenta saat pemeriksaan lanjutan.
"Itu sangat traumatis karena suatu hari saya sedang bekerja dan semuanya baik-baik saja, dan kemudian keesokan harinya kami sedang mengemasi barang-barang kami dan kami pindah ke Southampton," kata Lauren dikutip dari People.
Apa yang terjadi pada plasenta?
Dalam kehamilan normal, plasenta adalah organ penting yang terbentuk sementara di dalam rahim. Fungsinya sangat vital: menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin, sekaligus membuang sisa metabolisme bayi selama di dalam kandungan. Setelah bayi lahir, plasenta biasanya akan terlepas dengan sendirinya dari dinding rahim.
Namun, pada kondisi tertentu seperti Plasenta akreta, proses ini tidak berjalan normal. Plasenta justru menempel terlalu kuat dan terlalu dalam pada dinding rahim, sehingga menimbulkan risiko serius saat persalinan.
Pada kondisi ini, terjadi kelainan pada proses perlekatan plasenta sejak awal kehamilan. Alih-alih hanya menempel di lapisan dalam rahim (endometrium), plasenta tumbuh lebih dalam hingga mencapai lapisan otot rahim (miometrium).
Akibatnya:
- Plasenta melekat terlalu kuat pada dinding rahim
- Tidak dapat terlepas secara alami setelah bayi lahir
- Proses pelepasan plasenta menjadi berisiko tinggi
Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat saat persalinan dan menjadi salah satu kegawatdaruratan obstetri yang memerlukan penanganan khusus. Pada persalinan normal, setelah bayi lahir, rahim akan berkontraksi dan membantu melepaskan plasenta. Namun pada Plasenta akreta, plasenta tidak bisa dilepaskan dengan mudah.
Jika dipaksa dilepaskan, pembuluh darah di rahim dapat robek dan menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam nyawa ibu. Karena itu, kondisi ini biasanya memerlukan penanganan khusus oleh tim medis, sering kali melalui operasi caesar yang sudah direncanakan dengan persiapan matang.
Terdeteksi di usia kehamilan 31 minggu
Kasus ini mulai teridentifikasi saat pemeriksaan kehamilan lanjutan pada usia 31 minggu. Dokter menemukan adanya dugaan abnormalitas pada implantasi plasenta, yang kemudian dikonfirmasi sebagai plasenta akreta melalui pemeriksaan pencitraan.
Diagnosis ini menjadi titik krusial karena menentukan strategi persalinan yang aman bagi ibu dan bayi.
Risiko yang menyertai plasenta akreta
Kondisi ini bukan hanya soal posisi plasenta yang tidak normal, tetapi juga risiko serius yang menyertainya, seperti:
- Perdarahan hebat saat persalinan
- Kebutuhan transfusi darah dalam jumlah besar
- Kemungkinan operasi
- Dalam kasus tertentu, tindakan pengangkatan rahim.
Menurut berbagai literatur obstetri, angka kejadian Plasenta akreta meningkat dalam beberapa dekade terakhir, seiring meningkatnya angka operasi caesar sebelumnya.
Persalinan terencana dengan tim medis lengkap
Setelah diagnosis ditegakkan, tim medis biasanya akan menyiapkan rencana persalinan yang sangat hati-hati. Pendekatannya melibatkan:
- Persalinan caesar terjadwal di fasilitas rujukan
- Tim multidisiplin (obstetri, anestesi, transfusi darah)
- Persiapan donor darah
- Antisipasi tindakan lanjutan bila terjadi perdarahan
Dalam banyak kasus, tujuan utama adalah keselamatan ibu terlebih dahulu, baru kemudian bayi.
Mengapa plasenta akreta bisa terjadi?
Kondisi Plasenta akreta terjadi ketika proses perlekatan plasenta di awal kehamilan tidak berjalan normal. Alih-alih berhenti di lapisan dalam rahim, plasenta justru tumbuh terlalu dalam hingga menembus lapisan otot rahim. Namun, penting dipahami bahwa kondisi ini bukan terjadi secara tiba-tiba di akhir kehamilan, melainkan sudah terbentuk sejak awal proses implantasi embrio.
Pada kehamilan normal, rahim memiliki lapisan pelindung yang disebut endometrium. Lapisan ini berfungsi “membatasi” seberapa dalam plasenta bisa menempel. Pada kasus Plasenta akreta, lapisan pelindung ini tidak terbentuk sempurna atau mengalami kerusakan. Akibatnya, plasenta dapat menempel lebih dalam dari seharusnya.
Meskipun bisa terjadi tanpa riwayat masalah sebelumnya, ada beberapa kondisi yang diketahui meningkatkan risiko plasenta akreta, seperti:
1. Riwayat operasi caesar sebelumnya
Bekas luka pada rahim dapat menjadi “jalan” bagi plasenta untuk menempel terlalu dalam pada kehamilan berikutnya.
2. Riwayat tindakan pada rahim
Seperti kuretase (pembersihan rahim), operasi miom, atau prosedur lain yang meninggalkan jaringan parut.
3. Plasenta previa
Kondisi di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, yang sering berkaitan dengan perlekatan abnormal.
4. Kehamilan berulang
Semakin sering rahim mengalami kehamilan dan persalinan, risiko perubahan jaringan rahim juga meningkat.
5. Usia ibu yang lebih matang
Beberapa studi menunjukkan risiko sedikit meningkat pada kehamilan di usia lebih tua.
Kisah ini menunjukkan bahwa setiap kehamilan memiliki perjalanan yang berbeda. Meski kehamilan sebelumnya berjalan lancar tanpa komplikasi, kondisi serius seperti plasenta akreta tetap dapat terjadi dan terkadang baru terdeteksi pada trimester akhir. Karena itu, penting bagi Bunda untuk rutin menjalani pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal agar setiap perubahan kondisi dapat terpantau sejak dini.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Penanganan Plasenta Akreta untuk Menyelamatkan Ibu dan Bayi pada saat Persalinan
Ketahui Penyebab Plasenta Akreta, Gejala, Pencegahan dan Pengobatan Ari-ari Tumbuh Terlalu Dalam
Melahirkan Caesar Lebih dari 3 Kali Bisa Berisiko Plasenta Akreta, Ini Kata Dokter
Alice Norin Alami Plasenta Akreta & Kehilangan Darah 3 Liter Saat Lahiran
TERPOPULER
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Liga Padel Indonesia Mulai Agustus, Ini Starter Kit Biar Kamu Siap Coba
-
Beautynesia
4 Manfaat Rutin Membaca Buku 20 Menit Setiap Pagi
-
Female Daily
Coba 6 Menu Spesial Hari Kemerdekaan di Bacha Coffee!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Anak Cindy Crawford & Richard Gere Pemotretan Vogue, Ikuti Ortu 34 Tahun Lalu
-
Mommies Daily
Menyimpan Parfum di Kulkas, Boleh atau Malah Merusak? Ini Penjelasannya