HaiBunda

KEHAMILAN

Studi Temukan Mikroplastik di Plasenta dan Bayi Belum Lahir, Waspadai Dampaknya Bun

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 16 Jun 2026 20:00 WIB
Ilustrasi Janin di Dalam Kandungan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis
Jakarta -

Dampak mikroplastik terhadap kesehatan sudah banyak diteliti oleh para ilmuwan. Belakangan, para ilmuwan menemukan zat berbahaya ini di dalam rahim perempuan hingga bayi yang belum lahir, Bunda.

Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), mikroplastik merupakan fragmen plastik apa pun yang lebarnya antara 1 nanometer dan 5 milimeter. Sebagian besar mikroplastik berasal dari pembungkus plastik, wadah makanan, pakaian poliester, ban, cat, dan rumput sintetis. Ini dikenal sebagai mikroplastik sekunder. Mikroplastik juga dapat mengkontaminasi makanan.

Dilansir laman Tanea, para ahli menunjukkan bahwa memanaskan makanan dalam kemasan plastik, terutama di dalam oven microwave, merupakan sumber kekhawatiran utama dari paparan mikroplastik. Praktik-praktik seperti memanaskan makanan dalam wadah plastik di dalam microwave, menggunakan bungkus plastik saat memanaskan, atau menghangatkan susu formula bayi dalam botol plastik juga dapat meningkatkan pelepasan mikroplastik dan bahan kimia seperti Bisphenol A (BPA) ke dalam makanan.


Namun, kemasan makanan hanyalah sebagian dari masalah. Seiring waktu, benda-benda plastik yang lebih besar akan terurai menjadi partikel mikroskopis yang dikonsumsi oleh ikan, kerang, dan biota laut lainnya. Mikroplastik ini kemudian masuk ke dalam rantai makanan dan sampai ke piring makan manusia.

Penelitian telah mendeteksi mikroplastik dalam makanan laut, garam laut, air minum, dan bahkan hasil pertanian segar. Menurut studi yang dipublikasikan di Environmental Science pada Agustus 2020, ada sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer dalam berbagai jenis buah dan sayuran. Sementara di jurnal Environmental Research, para ilmuwan menemukan hampir 90 persen protein yang diteliti mengandung mikroplastik.

Para peneliti memperingatkan bahwa orang mungkin menelan ribuan partikel plastik setiap tahunnya hanya melalui makanan dan minuman, serta menghirup mikroplastik yang ada di udara di rumah, tempat kerja, dan lingkungan perkotaan.

Penelitian awal telah mengaitkan paparan mikroplastik dengan peradangan, gangguan hormonal, masalah reproduksi, dan potensi risiko kardiovaskular. Penemuan mikroplastik dalam darah manusia, paru-paru, plasenta, dan bayi yang belum lahir juga telah meningkatkan seruan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Studi tentang temuan mikrolastik di plasenta

Temuan mikropastik di plasenta telah diteliti dan dipublikasikan dalam jurnal Cureus tahun 2024. Hasil studi mengonfirmasi keberadaan mikroplastik dengan berbagai ukuran (2,1 hingga 100 mikrometer) di plasenta dan tubuh janin. Studi-studi tersebut mengungkapkan korelasi antara pilihan gaya hidup dan keberadaan mikroplastik di plasenta.

Para peneliti juga melaporkan korelasi antara tingkat mikroplastik dan berkurangnya keanekaragaman mikrobioma, penurunan berat badan lahir, usia kehamilan yang terpengaruh, serta pertumbuhan dan perkembangan janin.

Sementara itu, dalam ulasan di jurnal Ecotoxicology and Environmental Safety pada tahun 2025, dijelaskan bahwa paparan mikroplastik plasenta dikaitkan dengan perubahan kadar hormon janin, menunjukkan potensi gangguan endokrin.

Tips menghindari paparan mikroplastik selama program hamil dan kehamilan

Paparan mikroplastik sebenarnya dapat dihindari untuk menekan risiko masalah kesehatan selama kehamilan. Berikut beberapa tips menghindari mikroplastik, melansir dari laman Harvard Chan School:

1. Waspadai plastik dalam makanan dan minuman

  • Gunakan botol dan wadah kaca atau baja tahan karat yang dapat digunakan kembali jika memungkinkan.
  • Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik di dalam microwave. Pindahkan sisa makanan ke wadah kaca atau keramik sebagai gantinya.

2. Perhatikan apa yang Bunda pakai untuk merawat kulit

  • Periksa label pada kosmetik dan produk perawatan pribadi, dan pilih merek yang sebisa mungkin menghindari penambahan mikroplastik.

3. Perhatikan memiliki kain pakaian dan cara mencucinya

  • Jika memungkinkan, cuci pakaian sintetis lebih jarang. Bila ingin mencuci, Bunda sebaiknya menggunakan suhu air yang lebih dingin.
  • Jika memungkinkan, pilihlah serat alami untuk pakaian, seperti katun, linen, atau wol, daripada bahan yang sepenuhnya sintetis.

Demikian studi yang menemukan paparan mikroplastik pada tubuh ibu hamil dan bayi belum lahir. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Menurut Studi, Ini Waktu Terbaik untuk Hamil Jika Ingin Anak Pintar

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang Pura-Pura Pintar dari Percakapannya Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

25 Contoh Hewan Vivipar, Pengertian, Ciri-ciri, Bedanya dengan Ovipar dan Ovovivipar

Parenting Asri Ediyati

Miranda Kerr Ungkap Pola Makan Unik, Sarapan Daging Bison hingga Rusa

Mom's Life Arina Yulistara

150 Nama Bayi Terinspirasi Berlian dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang Pura-Pura Pintar dari Percakapannya Sehari-hari

25 Contoh Hewan Vivipar, Pengertian, Ciri-ciri, Bedanya dengan Ovipar dan Ovovivipar

Miranda Kerr Ungkap Pola Makan Unik, Sarapan Daging Bison hingga Rusa

150 Nama Bayi Terinspirasi Berlian dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

10 Negara Terbanyak Mencetak Miliarder Baru, Adakah yang dari Asia?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK