Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Usai Melahirkan Anak Keempat, Istri Rigen Putuskan Steril karena Kondisi Jantung

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 20 Jun 2026 12:00 WIB

Indah Istri Rigen Rakelna Melahirkan Anak Keempat
Usai Melahirkan Anak Keempat, Istri Rigen Putuskan Steril karena Kondisi Jantung/ Foto: Instagram @indhningtys
Daftar Isi
Jakarta -

Istri komika sekaligus aktor Rigen Rakelna, Indah Ningtyas, melahirkan anak keempat pada Kamis (11/6/26). Indah melahirkan anak keempat berjenis kelamin perempuan, yang diberi nama Sidrahanin Aoraki Rakelna.

Setelah melahirkan, Indah memutuskan untuk menjalani tindakan KB steril atau tubektomi. Bunda empat anak ini melakukan steril lantaran memiliki kondisi jantung yang bisa membahayakan kehamilan selanjutnya.

"Subuh lahiran, sore itu ada operasi steril. Jadi kayak double ya, kayak lahiran normal, habis itu lahiran caesar. Kalau sterilnya sih enggak sebesar luka operasi caesar," kata Indah, dikutip dari YouTube Insertlive.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Sekarang tuh aku ada gangguan aritmia jantung, jadi yang ditakutkan kalau misalnya, qadarullah hamil lagi, di kehamilan selanjutnya itu (aritmia) berulang. Karena itu bahayanya sih sebenarnya buat ibunya."

Rigen membenarkan kondisi medis yang dialami istrinya. Akibat masalah pada jantung ini, proses persalinan keempat Indah bahkan harus dipantau oleh dokter spesialis jantung.

"Sampai lahirannya juga dipantau sama dokter jantung karena ditakutkan kalau misalnya detak jantungnya naik, sedangkan saat itu sedang lahiran, takutnya pompa jantungnya kencang, darahnya akan banyak keluar, dan jadi perdarahan. Itu yang sebenarnya ditakutkan," ungkap Rigen.

Setelah pertimbangan medis tersebut, Rigen dan Indah memutuskan untuk tidak lagi menambah momongan. Keduanya memilih KB steril setelah berkonsultasi dengan dokter.

"Jadi selalu ada permasalahan medis dari Indah di tiap kehamilannya. Jadi kita memutuskan kayaknya sudah deh empat (anak) saja. Makanya kita diskusi juga sama dokter. Dokter juga merekomendasikan, ya sudah kalau mau mending steril saja," ujar bintang film Miracle in Cell No. 7 ini.

Apa itu KB steril tubektomi?

Tindakan KB steril atau tubektomi yang dijalani Indah merupakan salah satu cara untuk mencegah kehamilan. Keputusan KB steril biasanya diambil pasangan suami istri yang tak ingin lagi menambah momongan, Bunda.

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), KB steril atau tubektomi merupakan prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas atau kesuburan seorang perempuan secara permanen. Mekanisme kerjanya adalah dengan mengoklusi tuba fallopi (saluran tuba) atau mengikat dan memotong atau memasang cincin, sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Ilham Utama Surya, Sp.OG, tubektomi tidak akan mengganggu fungsi seksual seorang perempuan. Prosedur ini juga tak akan mengubah siklus haid bulanan karena tidak memengaruhi hormon.

"Bunda dapat kembali berhubungan seksual setelah luka sembuh dengan peluang hamil yang sangat kecil," kata Ilham kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Bunda yang sedang menyusui juga tidak perlu khawatir karena tubektomi tidak akan memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Sebab, produksi ASI dipengaruhi oleh nutrisi ibu dan dua hormon, yakni hormon prolaktin dan oksitosin.

Waktu tatalaksana tubektomi

Tatalaksana KB steril atau tubektomi dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yakni:

1. Setelah persalinan pervaginam

Tubektomi dapat dilakukan segera setelah persalinan pervaginam, biasanya dalam waktu dua hari. Prosedur yang digunakan adalah mini laparotomi, yakni membuat sayatan kecil sekitar 3 sampai 4 sentimeter (cm), sehingga kedua saluran tuba (tuba fallopi) dapat diakses untuk dipotong dan diikat dengan cincin.

Melakukan tubektomi setelah persalinan pervaginam adalah waktu terbaik karena rahim masih besar, sehingga akses untuk menemukan saluran tuba menjadi lebih mudah.

2. Setelah waktu nifas

Tindakan tubektomi juga dapat dilakukan setelah masa nifas, yakni dengan mengikat saluran tuba, sehingga sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur. Prosedur tubektomi setelah nifas dilakukan dengan Laparoskopi Oklusi Tuba Anestesi Lokal (LOTAL).

Dokter akan menggunakan alat khusus untuk masuk ke dalam perut melalui sayatan kecil. Lalu, dokter akan melakukan identifikasi kedua saluran tuba dan menembakkan cincin untuk mengikat kedua saluran tersebut.

3. Saat operasi caesar

Waktu lain untuk melakukan tubektomi adalah saat Bunda melahirkan melalui operasi caesar. Pada saat operasi, dokter dapat sekaligus melakukan tindakan pemotongan dua saluran tuba yang menghubungkan uterus dan ovarium.

Demikian cerita Indah istri Rigen soal keputusan melakukan KB steril setelah melahirkan anak keempat. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/ank)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda