Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Studi Temukan 45 Bahan Kimia Berbahaya di Tubuh Ibu Hamil, dari Skincare hingga Makanan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 20 Jun 2026 16:10 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil
Studi Temukan 45 Bahan Kimia Berbahaya dalam Tubuh Ibu Hamil, Bersumber dari Skincare hingga Makanan/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Ibu hamil rentan mengalami berbagai kondisi medis akibat paparan bahan kimia berbahaya. Zat-zat kimia tertentu dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun perkembangan janin, Bunda.

Studi baru-baru ini menemukan fakta baru yang mengejutkan tentang bahan kimia berbahaya di dalam tubuh ibu hamil. Studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open pada 16 Juni 2026 ini, mengungkap bahwa ibu hamil terpapar 45 bahan kimia umum yang terkait dengan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Dalam studi, pra peneliti menguji sampel urine pada dari lebih dari 5.000 perempuan yang melahirkan antara tahun 2000 dan 2021. Mereka lalu membandingkan temuan tersebut dengan hasil kehamilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Selanjutnya, peneliti melakukan penyaringan terhadap 113 bahan kimia yang umum ditemukan dalam makanan, air, polusi udara, produk perawatan pribadi, wewangian, dan barang-barang rumah tangga lainnya. Tes rata-rata mendeteksi 45 bahan kimia dalam setiap sampel, dengan 64 bahan kimia ditemukan pada beberapa peserta.

Salah satu zat yang ditemukan adalah ftalat, yang sering digunakan untuk membuat plastik. Ada pula temuan bahan kimia plasticizer, yang juga sering ditambahkan dalam proses pembuatan plastik.

Menurut hasil penelitian, beberapa senyawa tersebut secara konsisten dikaitkan dengan persalinan lebih awal dan berat badan lahir lebih rendah.

"Kami menemukan bahwa beberapa bahan kimia baru yang digunakan untuk menggantikan bahan kimia beracun juga berbahaya, yang menggarisbawahi mengapa bahan kimia baru dan pengganti harus dievaluasi dengan benar sebelum dipasarkan," kata peneliti senior dan profesor di Stanford University School of Medicine and Woods Institute for the Environment, Tracey Woodruff, dilansir Health Day.

Studi ini juga mengaitkan berat badan lahir rendah dengan paparan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), yang terbentuk selama pembakaran batu bara, minyak, gas, dan kayu.

Menghindari bahan kimia berbahaya bisa jadi sulit karena banyak ditemukan di produk sehari-hari. Namun, setidaknya temuan ini bisa menjadi acuan bagi ibu hamil untuk membatasi penggunaan produk yang terbuat dari bahan kimia.

"Zat kimia ini sulit dihindari karena ditemukan dalam berbagai macam produk yang kita gunakan setiap hari. Sulit untuk mengetahui apakah suatu produk mengandung zat-zat tersebut, dan bahkan ketika kita mengetahuinya, kita memiliki kendali terbatas atas paparannya," kata penulis utama dan profesor epidemiologi di UNC Gillings School of Global Public Health, Jessie Buckley.

"Meskipun ada beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan orang, mengurangi zat kimia berbahaya dari sumbernya adalah cara paling efektif untuk melindungi anak-anak dan keluarga," sambungnya.

Efek bahan kimia pada janin

Bahan kimia dapat masuk ke tubuh ibu hamil dengan cara ditelan atau dihirup. Melansir dari Pregnancy Birth Baby, bahan kimia lalu masuk ke aliran darah dan diteruskan ke janin melalui plasenta.

Jika terpapar sejumlah besar bahan kimia selama kehamilan, hal ini dapat memengaruhi bayi dan kehamilan. Berikut beberapa risiko atau efek paparan bahan kimia pada kehamilan dan janin:

  • Keguguran dan lahir mati (stillbirth)
  • Persalinan prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Kelainan bawaan
  • Masalah dengan perkembangan bayi
  • Masalah kesehatan lainnya

Cara menghindari paparan bahan kimia selama hamil

Paparan bahan kimia selama hamil dapat dikurangi dengan melakukan langkah-langkah yang tepat, seperti:

  1. Menyimpan semua bahan kimia dengan aman, menjauhkan dari jangkauan anak-anak.
  2. Selalu baca dan ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan.
  3. Cari alternatif pengganti dengan memilih produk yang mengandung kadar bahan kimia rendah dan minim risiko pada kehamilan.
  4. Cucilah tangan secara teratur.
  5. Pertimbangkan untuk tidak merenovasi rumah saat hamil atau menyusui.
  6. Jika memiliki tugas yang melibatkan bahan kimia, mintalah orang lain untuk mengerjakannya.
  7. Pastikan rumah memiliki ventilasi yang baik.

Demikian studi terbaru yang mengungkap puluhan bahan kimia berbahaya dalam tubuh ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda