KEHAMILAN
Cairan Keluar dari Organ Intim saat Hamil, Kapan Harus ke Dokter?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 25 Jun 2026 21:40 WIBCairan keluar dari organ intim saat hamil sering dikeluhkan oleh banyak calon Bunda. Lantas, apakah kondisi ini tergolong serius untuk mendapatkan penanganan medis?
Perlu diketahui, cairan yang keluar dari organ intim selama hamil umumnya merupakan kondisi normal. Bunda sebaiknya tidak usah panik selama tidak ada keluhan lainnya.
Dilansir laman Today's Parent, cairan yang keluar dari vagina saat hamil umumnya adalah urine. Cairan dapat keluar saat Bunda refleks melakukan gerakan kecil, seperti bersin, batuk, atau tertawa.
"Rahim yang membesar dapat memberi tekanan langsung pada kandung kemih, mengurangi kapasitas fungsionalnya, memengaruhi hormon kehamilan, serta melunakkan ligamen, dan jaringan ikat yang menopang otot dasar panggul," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Brooke Vandermolen.
"Kondisi tersebut bisa membuat sfingter uretra kewalahan dan menjadi lebih sensitif terhadap sesuatu yang sederhana seperti batuk, bersin, atau tertawa."
Sebagian besar kebocoran urine selama kehamilan termasuk dalam kategori normal. Cairan biasanya mudah keluar di trimester kedua dan ketiga ketika bayi menekan kandung kemih.
Selain karena urine, cairan yang keluar dari organ intim selama hamil juga bisa disebabkan karena keputihan normal. Ya, keputihan dapat meningkat selama kehamilan dan bisa membuat pakaian dalam basah.
Keputihan dianggap normal bila warnanya bening atau putih dan tidak berbau. Tubuh biasanya memproduksi lebih banyak cairan ini selama kehamilan untuk membantu melindungi organ intim dari infeksi.
Dalam kasus yang jarang terjadi, cairan bisa jadi adalah air ketuban. Pada kondisi tersebut, Bunda perlu waspada.
Ciri air ketuban rembes
Cairan ketuban yang rembes bisa jadi sulit ditebak. Banyak Bunda sering kali salah mengartikannya sebagai urine atau keputihan. Lantas, apa pembedanya?
"Cairan ketuban biasanya jernih dan relatif tidak berbau, dan ciri yang membedakannya dari cairan lain adalah cairan tersebut terus keluar saat kita duduk, berdiri, atau bergerak. Hal itu berbeda dengan urine, yang keluar terutama dalam posisi tertentu," ungkap Vandermolen.
Berikut penjelasan lebih rinci tentang ciri air ketuban yang perlu Bunda ketahui:
1. Cairan terus keluar
Tidak seperti urine yang bocor lalu berhenti, cairan ketuban cenderung terus mengalir. Jika Bunda memperhatikan adanya kelembapan yang terus menerus dan tidak berhenti saat mengubah posisi atau menggunakan kamar mandi, maka itu perlu diwaspadai.
2. Cairan encer dan jernih atau berwarna kuning pucat
Cairan ketuban biasanya tipis dan encer, atau tidak kental seperti keputihan. Warnanya bisa benar-benar jernih atau sedikit kekuningan. Jika cairan tampak kehijauan, kecoklatan, atau memiliki warna apa pun, segera hubungi dokter ya.
3. Tidak berbau seperti urine
Cairan ketuban umumnya tidak berbau atau memiliki bau yang sangat samar. Bila tercium bau yang tajam seperti amonia, kemungkinan ini adalah urine.
Kapan harus ke dokter?
Keluarnya cairan dari organ intim selama hamil tetap perlu diwaspadai. Berikut beberapa tanda bahaya di mana Bunda perlu segera ke dokter bila cairan keluar dari vagina:
- Semburan cairan tiba-tiba yang membasahi pakaian dalam
- Aliran cairan encer yang terus menerus dan tidak berhenti
- Adanya perdarahan atau cairan berwarna merah muda
- Cairan berbau busuk dan berwarna cokelat atau hijau
- Gerakan janin berkurang atau bayi terasa lebih tenang dari biasanya
- Disertai demam atau menggigil
- Detak jantung cepat
- Penurunan berat badan
- Bunda merasa tidak enak badan tanpa tahu penyebabnya.
Demikian ragam penyebab cairan keluar dari organ intim saat hamil dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Sering Dirasakan Ibu Hamil, Ini 5 Tanda Ketuban Pecah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Jenis Keputihan saat Hamil dan Penyebabnya, Adakah yang Bahayakan Kandungan?
Keputihan saat Hamil Trimester 2, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Keputihan Saat Hamil karena Infeksi, Begini Cara Menghindarinya
5 Obat Keputihan untuk Ibu Hamil dari Antibiotik hingga Daun Sirih
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Alat Penerjemah AI Genggam Ini Diklaim Kuasai 148 Bahasa, Beneran Bisa Diandalkan?
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif