Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Bayi Lebih Mirip Ayah atau Bunda? Dokter Kandungan Ungkap Faktor yang Menentukannya.

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Rabu, 01 Jul 2026 16:30 WIB

Ilustrasi suami istri hamil
Bayi Lebih Mirip Ayah atau Bunda? Dokter Kandungan Ungkap Faktor yang Menentukannya./Foto: Getty Images/gahsoon
Jakarta -

Kelahiran bayi memang membuat penasaran tersendiri terutama penampakan wajahnya yang nantinya mirip siapa. Nah, sebenarnya bayi lebih mirip Ayah atau Bunda? Dokter kandungan ungkap faktor yang menentukannya.

Gen dari orang tua memang tak ditampik memengaruhi penampilan seorang anak yang dilahirkan. Sebab, tampilan bayi memang biasanya perpaduan kompleks dari gen yang diwarisi kedua orang tua, yang kemudian memengaruhi sifat-sifat seperti warna mata, rambut, dan struktur wajah.

Meski secara dominasi, genetika yang memegang peran penting, faktor lingkungan selama kehamilan dan kelahiran juga dapat berpengaruh dalam membentuk fitur-fitur di dalamnya. Karenanya, jangan terfokus apakah bayi akan mirip siapa nantinya tetapi fokuslah menjaga kesehatan dan perkembangan bayi nantinya. Sebab, penampilan akan berkembang seiring waktu, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Setelah lahir, bayi lebih mirip Ayah atau Bunda?

Menurut para ahli dan penelitian terbaru, jawabannya tidaklah sederhana. Karena sebenarnya penampilan bayi dibentuk oleh campuran kompleks gen yang diwarisi dan pengaruh halus yang berasal dari kehamilan dan kelahiran.

Seorang ginekolog, Dr Ambreen S yang hasilnya juga sudah dikonfirmasi sains mengatakan bahwa wajah dan fitur bayi merupakan perpaduan unik, dan bukan salinan dari salah satu orang tua saja, Bunda. Pada dasarnya, setiap anak mewarisi setengah dari DNA dari setiap orang tua. Campuran genetik itulah yang kemudian memengaruhi berbagai macam sifat fisik mulai dari warna mata, tekstur rambut, dan warna kulit hingga struktur tulang dan senyum.

Mengenai warna mata dan rambut, sifat-sifat ini biasanya bergantung pada kombinasi beberapa gen. Bahkan, jika kedua orang tua memiliki mata atau rambut gelap, warna yang lebih terang atau warna yang tidak terduga dapat muncul jika gen resesif diturunkan.

Sementara itu terkait fitur wajah (bentuk hidung, bibir, pipi, dagu, dan lainnya), hal ini juga memiliki dasar genetik. Studi menunjukkan bahwa anak-anak pada umumnya lebih mirip dengan orang tua mereka daripada orang dewasa secara acak. Tetapi, orang tua mana yang lebih mirip dapat sangat bervariasi, bahkan dalam keluarga yang sama. Itulah alasan mengapa di banyak keluarga mungkin kerap terlihat ciri-ciri bawaan dari kakek nenek atau leluhur yang menurun seperti dikutip dari laman Times of India.

Lebih lanjut dikatakan Dr Ambreen bahwa bayi biasanya mewarisi ciri-ciri ini dari sisi ayah. Misalnya, bentuk rahang dan hidung gen Ayah sering mendominasi struktur tulang wajah anaknya. Dari sisi ibunya, biasanya mereka mewariskan gennya kepada bayinya untuk bentuk mata dan bulu mata.

Meski ada saja yang diwarisi dari orang tuanya, penting diketahui bahwa hal ini bukanlah aturan mutlak karena sering kali tampilan dari seorang bayi memang berbeda dari yang diperkirakan. Itulah yang dinamakan keajaiban alam.

Di luar gen, apalagi yang diwarisi bayi?

Dr Ambreen memang menggarisbawahi rumus umum di balik bentuk fitur wajah bayi, namun penelitian menunjukkan bahwa genetika bukanlah penentu keseluruhan cerita. Di luar itu, ada juga faktor Lingkungan di dalam rahim dan tekanan saat kelahiran yang dapat memengaruhi bagaimana fitur wajah terbentuk.

Dalam sebuah studi di 2024 dari University College London (UCL) menemukan bahwa tekanan pada embrio selama perkembangan awal dapat memengaruhi bagaimana sel-sel neural crest atau sel yang membentuk wajah dan tengkorak tumbuh. Artinya ini merupakan isyarat halus seperti posisi bayi, seberapa besar tekanan yang diberikan selama pertumbuhan atau kelahiran nyatanya dapat memengaruhi bentuk wajah.

Dengan kata lain, kondisi kembar identik pun tidak akan selalu terlihat sama persis karena faktor-faktor lingkungan ini menambah variasi. Misalnya, saat lahir, mata bayi mungkin terlihat besar atau bahkan juling karena tekanan selama proses kelahiran. Tetapi, kondisi ini semakin membaik dalam beberapa hari atau minggu.

Hal ini pun berlaku pada fitur bagian lainnya seperti kepala yang sedikit memanjang, kontur wajah yang lebih lembut atau bulat, dan warna kulit yang tidak merata. Semua hal tersebut mungkin hanya mencerminkan perjalanan bayi melalui kelahiran atau adaptasi awal saja, Bun.

Mengingat dalam perjalanan kehidupan seorang anak semuanya bisa dipengaruhi berbagai faktor, konsentrasi sebagai orang tua bisa lebih berfokus pada perhatian kesehatan ibu dan anak yang menjadi hal utama selama kehamilan. Karenanya, penting bagi ibu hamil mematuhi hal-hal berikut seperti nutrisi yang baik terutama asam folat, zat besi, dan protein. 

Ibu hamil juga sebaiknya menghindari merokok, alkohol, dan narkoba, mengelola diabetes dan tekanan darah tinggi, serta melakukan pemeriksaan antenatal rutin. Perlu diingat bahwa prenatal yang buruk biasanya tidak mengubah kemiripan keluarga, tetapi dapat memengaruhi pertumbuhan secara keseluruhan dan simetri wajah.

Nah, terlepas dari semua hal tersebut, salah satu yang terpenting ialah bukan mengupas bagaimana nantinya bayi itu mirip siapa ya, Bunda. Salah satu faktor utama yang lebih penting di luar itu semua ialah bagaimana bayi terlahir sehat dan ibu pun sehat.

Semoga sehat selalu sampai persalinan ya, Bunda. Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

 

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda