kehamilan
Punya Masalah Kesehatan Ini Sebelum Hamil? Risiko Keterlambatan Perkembangan Anak Naik hingga 62 Persen
HaiBunda
Minggu, 05 Jul 2026 14:50 WIB
Perencanaan kehamilan tak hanya soal kesiapan mental dan finansial, tetapi juga mempersiapkan kondisi kesehatan calon ibu. Pasalnya, masalah kesehatan sebelum hamil ternyata bisa memengaruhi perkembangan anak setelah lahir, Bunda.
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa faktor spesifik dalam kesehatan ibu memainkan peran besar dalam menentukan perkembangan anaknya. Studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open ini menunjukkan bahwa kesehatan jantung ibu memengaruhi lingkungan tempat bayi berkembang, yang pada gilirannya memengaruhi perkembangan otak dan perilaku hingga bertahun-tahun kemudian.
"Apa yang terjadi selama kehamilan memiliki dampak seumur hidup, tidak hanya bagi ibu, tetapi jelas juga bagi anaknya," kata direktur kesehatan jantung perempuan di Northwell Health's Central Region dan the Katz Institute for Women's Health, Dr. Evelina Grayver, dilansir laman New York Post.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil (studi ini) sama sekali tidak mengejutkan saya,. Sebenarnya sangat menggembirakan bahwa kita akhirnya sampai pada titik di mana kita benar-benar dapat mengenalinya."
Dalam studi ini, lebih dari 8.000 ibu dinilai kesehatan jantungnya berdasarkan pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, tidur, indeks massa tubuh, lipid darah (yaitu kolesterol), glukosa (yaitu risiko diabetes), dan tekanan darah. Mereka dikelompokkan ke dalam kelompok dengan kesehatan kardiovaskular tinggi, sedang, atau rendah.
Dari para ibu dengan kesehatan jantung yang baik, hanya 8,8 persen yang memiliki anak dengan keterlambatan perkembangan pada usia 4 tahun. Angka tersebut hampir dua kali lipat (16,8 persen) untuk para ibu dengan kesehatan jantung yang buruk.
"Mereka yang memiliki kesehatan kardiovaskular rendah memiliki peningkatan risiko keterlambatan perkembangan sebesar 62 persen, yang menunjukkan bahwa kesehatan jantung ibu mungkin memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk hasil perkembangan neurologis jangka panjang," ungkap Grayver.
Kesehatan jantung yang buruk dikaitkan dengan keterlambatan dalam berbagai aspek perkembangan, seperti komunikasi, motorik kasar (gerakan seluruh tubuh), motorik halus (gerakan tangan dan jari), kemampuan pemecahan masalah, dan keterampilan personal-sosial.
"Ketika seseorang tidak dalam kondisi kesehatan kardiovaskular yang optimal, mereka berisiko jauh lebih tinggi mengalami hasil kehamilan yang buruk, seperti preeklamsia, hipertensi gestasional, kelahiran prematur spontan, yang tidak memberikan waktu yang cukup bagi anak untuk berkembang," ujar Grayver.
Perlu diketahui, jantung ibu hamil yang sehat dapat mengalirkan darah dengan lebih baik ke plaseta. Organ plasenta ini berfungsi untuk mentransfer oksigen dan nutrisi ke janin yang sedang berkembang, Bunda.
"Mengoptimalkan kesehatan jantung perempuan sebelum dan selama kehamilan mungkin merupakan salah satu kesempatan paling awal yang kita miliki untuk memengaruhi hasil kesehatan seumur hidup bagi ibu dan anak," kata Grayver.
Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa kesehatan jantung ibu yang buruk dapat berdampak besar pada persalinan, seperti meningkatkan risiko preeklamsia dan operasi caesar yang tidak direncanakan. Tak hanya itu, anak-anak usia 10-14 tahun yang lahir dari ibu dengan kondisi jantung juga menunjukkan kondisi serupa bertahun-tahun setelahnya.
Tips menjaga kesehatan jantung
Persiapan kehamilan yang matang bisa menjadi salah satu cara mencegah komplikasi penyakit jantung. Menurut Grayver, 80 persen masalah terkait kardiovaskuler bahkan dapat dicegah sebelum hamil.
"Kardiologi cukup sederhana, 80 persen penyakit kardiovaskular dapat dicegah, dan 20 persen di antaranya bersifat genetik," ungkap Grayver.
"Mengetahui genetika sebelum hamil itu penting, tetapi menyadari fakta bahwa 80 persen di antaranya dapat dicegah, menjadi sangat penting, tidak hanya untuk kesehatan ibu, tetapi juga untuk perkembangan anak-anak mereka."
Ada 3 cara yang dapat Bunda lakukan untuk meminimalkan risiko penyakit jantung pada kehamilan, yakni:
- Perhatikan pola makan. Cobalah untuk mengikuti pola makan Mediterania yang sehat sebisa mungkin, dengan mengonsumsi lebih banyak ikan dan daging tanpa lemak, sayuran, buah-buahan, minyak zaitun, serta lebih sedikit daging merah.
- Lakukan aktivitas fisik, setidaknya 30 menit sehari, dengan frekuensi lima hari dalam seminggu.
- Berikan tubuh waktu tidur dan istirahat yang cukup, setidaknya 7 hingga 8 jam sehari.
"Begitulah seharusnya seorang perempuan muda yang berencana untuk menjadi seorang ibu dan sedang merencanakan kehamilan memandang cara mengoptimalkan kesehatan kardiovaskularnya," ujar Grayver.
Demikian studi terbaru yang mengungkap kondisi medis sebelum ibu hamil yang dapat memengaruhi perkembangan anak di masa depan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Ngeri, Ibu Hamil Kembar Bisa Kena Serangan Jantung & Ini Penyebabnya
Kehamilan
Organisasi Terkemuka di Eropa Buat Panduan Baru untuk Perempuan dengan Penyakit Jantung yang Ingin Hamil
Kehamilan
Kisah Bumil dengan Penyakit Jantung Jalani Tindakan Medis di Usia Kehamilan 16 Minggu
Kehamilan
Ibu Hamil yang Kurang Tidur Lebih Berisiko Alami Penyakit Jantung di Kemudian Hari
Kehamilan
2 Jenis Tes Kehamilan untuk Deteksi Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi, Penting Bun
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
2 Jenis Penyakit Jantung yang Bisa Dialami Ibu Hamil, Pahami Risikonya Bun
Ragam Masalah Kesuburan Perempuan, Penyebab, dan Tandanya
Jenis-jenis Penyakit Menular Seksual yang Paling Umum Dialami Perempuan & Cara Mencegahnya